Fenomena Sound Horeg: Seniman Jatim Ungkap Perkembangan yang Terlalu Ekstrem!

Fenomena sound horeg telah menjadi sorotan utama dalam perkembangan seni budaya, khususnya di Jawa Timur. Heri Lentho, seorang pegiat seni yang berpengalaman, mengungkapkan bahwa pergeseran yang terjadi dalam ekspresi seni ini sangat mencolok. Dari yang awalnya sekadar hiburan biasa bagi masyarakat, sound horeg telah berevolusi menjadi sesuatu yang lebih ekstrem, terutama dengan kemajuan teknologi pengeras suara yang semakin mendominasi.
Pergeseran dalam Ekspresi Seni Budaya
Menurut Heri, sound horeg seharusnya dipandang sebagai fenomena sosial dan budaya yang mencerminkan dinamika masyarakat, bukan hanya sebagai masalah teknis dari alat pengeras suara. Dalam wawancaranya, ia menekankan pentingnya memahami konteks budaya di balik penggunaan sound system tersebut.
Awalnya, penggunaan pengeras suara dalam berbagai acara seperti hajatan, karnaval, bersih desa, hingga peringatan kemerdekaan adalah hal yang lumrah. Musik dan suara telah menjadi bagian integral dari ekspresi kebahagiaan masyarakat, menciptakan momen kebersamaan yang menggembirakan.
Sound Horeg sebagai Ajang Persaingan
Namun, lambat laun, fenomena sound horeg berkembang. Apa yang dulunya sekadar penggunaan sound system biasa kini bertransformasi menjadi ajang kompetisi. Hal ini tidak hanya menciptakan industri hiburan rakyat, tetapi juga menciptakan budaya baru di mana alat pengeras suara yang lebih besar dan kendaraan parade yang lebih megah menjadi simbol prestise.
- Perkembangan teknologi pengeras suara yang semakin canggih.
- Kompetisi di antara pemilik sound system untuk menarik perhatian.
- Munculnya komunitas penggemar yang mendukung sound horeg.
- Identitas dan gengsi di antara pemilik sound system.
- Peningkatan kualitas pertunjukan dan inovasi dalam hiburan.
Dampak Ekonomi dari Sound Horeg
Di sisi lain, sound horeg juga memiliki dampak yang signifikan terhadap ekonomi masyarakat. Pertunjukan ini memberikan lapangan kerja bagi berbagai pihak, termasuk pemilik sound, teknisi, pekerja angkut, sopir, hingga pedagang dan pelaku UMKM. Kegiatan ini tidak hanya menyajikan hiburan, tetapi juga mendorong pergerakan ekonomi lokal.
Heri menegaskan bahwa sound horeg, meskipun merupakan hiburan bagi masyarakat bawah, tetap harus memperhatikan batasan sosial. Kesenangan dalam berekspresi tidak boleh mengganggu ketenangan orang lain. Hak untuk menikmati musik tidak boleh mengorbankan hak orang lain untuk hidup dalam damai.
Risiko dari Kebisingan Ekstrem
Namun, ketika ekspresi kegembiraan mulai melampaui batas, dampak negatif pun mulai terlihat. Suara yang menggelegar dapat bertransformasi menjadi kebisingan ekstrem yang merusak lingkungan. Hal ini dapat membahayakan pengguna jalan, mengganggu fasilitas umum, serta mengganggu rumah sakit, sekolah, dan tempat ibadah.
- Kebisingan yang mengganggu ketenangan masyarakat.
- Risiko keselamatan bagi pengguna jalan.
- Kerusakan fasilitas publik akibat suara keras.
- Gangguan terhadap kegiatan belajar mengajar di sekolah.
- Pengaruh negatif terhadap tempat ibadah.
Menjaga Batasan dalam Ekspresi
Heri mengingatkan bahwa sound horeg tidak seharusnya dijadikan kambing hitam untuk semua permasalahan sosial. Meskipun dianggap sebagai hiburan rakyat, perilaku yang melanggar hukum dan norma sosial tidak dapat dibenarkan dengan alasan tersebut. Masyarakat berhak mendapatkan hiburan, tetapi mereka juga berhak atas ketenangan dan keselamatan.
Dalam konteks ini, Heri berharap pemerintah dapat mengambil langkah nyata untuk mengatur penggunaan sound system. Ia merujuk pada Surat Edaran Bersama Gubernur Jawa Timur, Kapolda Jawa Timur, dan Pangdam V/Brawijaya yang dikeluarkan pada 6 Agustus 2025, yang menekankan perlunya pengawasan dalam penggunaan pengeras suara.
Rekomendasi untuk Pengaturan Sound Horeg
Heri mengusulkan beberapa langkah untuk meningkatkan pengawasan, di antaranya:
- Penerapan sistem perizinan yang ketat bagi penyelenggara acara.
- Pengukuran tingkat kebisingan yang jelas dan terukur.
- Penerapan standar keselamatan untuk semua acara.
- Penegakan tanggung jawab bagi penyelenggara acara.
- Penerapan sanksi yang tegas bagi pelanggar aturan.
Dengan langkah-langkah tersebut, diharapkan sound horeg dapat kembali menjadi bagian dari ekspresi seni yang positif, tanpa mengabaikan kenyamanan dan keselamatan masyarakat. Melalui pengaturan yang tepat, seni dan budaya bisa berkembang tanpa mengorbankan nilai-nilai sosial yang ada. Fenomena sound horeg harus dipahami dalam konteks yang lebih luas, sebagai bagian dari dinamika sosial yang terus berkembang di masyarakat.
➡️ Baca Juga: Ghost in the Cell Hadir dalam Versi Teater Musikal yang Menarik dan Menghibur
➡️ Baca Juga: Membedah Perbedaan Stunting dan Stunted pada Anak: Penjelasan Medis yang Wajib Diketahui




