PDC Tingkatkan Produksi Pabrik Tempe Pesantren di Indramayu Hingga Tiga Kali Lipat

Transformasi yang signifikan terjadi di Pondok Pesantren Tarbiyatul Ath’fal yang terletak di Desa Temiyangsari, Kecamatan Kroya, Indramayu. Sebelumnya, pabrik tempe milik pesantren ini beroperasi dalam kondisi yang sangat memprihatinkan dengan lantai tanah dan peralatan yang tidak memadai. Kini, pabrik tersebut telah beralih menjadi rumah produksi modern yang menjaga standar kebersihan dan efisiensi.
Revitalisasi Melalui Program Tempesantren
Perubahan dramatis ini dimungkinkan berkat inisiatif dari PT Patra Drilling Contractor (PDC) melalui program Tempesantren yang merupakan bagian dari skema Tanggung Jawab Sosial Lingkungan (TJSL). Dalam program ini, PDC mengucurkan dana sebesar Rp240 juta untuk melakukan revitalisasi total terhadap fasilitas produksi.
Peningkatan Kapasitas Produksi
Sebelum revitalisasi, pabrik tempe ini hanya mampu memproduksi 30 kg tempe setiap harinya. Setelah sembilan tahun berjuang dalam kondisi yang kurang ideal, kini kapasitas produksinya telah meningkat menjadi 100 kg per hari. Hal ini tentu membawa dampak positif yang signifikan bagi perekonomian pesantren dan para santrinya.
Bantuan yang Tepat Waktu
KH. Amin Royani, pengasuh Pondok Pesantren Tarbiyatul Ath’fal, mengungkapkan rasa syukurnya atas dukungan yang diberikan PDC. Menurutnya, bantuan ini datang pada saat yang sangat dibutuhkan.
“Kami berharap kerja sama ini bisa terus terjalin dan tidak terputus. Sejak lama kami telah bekerja sama, mulai dari pemberian laptop, modal usaha sebelumnya, dan sekarang kami mendapatkan dukungan yang lebih besar lagi,” tutur Amin saat ditemui di kawasan Tempesantren, pada Kamis, 24 September.
Peningkatan Sarana dan Prasarana Produksi
Revitalisasi yang dilakukan oleh PDC sejak 8 Juli 2025 tidak hanya mencakup perbaikan bangunan, tetapi juga meliputi pengadaan berbagai sarana dan prasarana yang diperlukan dalam proses produksi. Beberapa fasilitas yang disediakan antara lain:
- Bak perendam kacang kedelai
- Panci pengukus
- Mesin mixer
- Mesin spinner untuk mengeringkan kedelai
- Plastik kemasan serta sertifikasi halal
Pelatihan dan Pendampingan
Selain perbaikan infrastruktur, PDC juga memberikan pelatihan kepada para santri mengenai teknik produksi tempe yang higienis serta manajemen usaha. Dengan demikian, produk tempe yang dihasilkan dapat bersaing di pasar yang lebih luas.
Dampak Ekonomi yang Signifikan
Hasil dari semua upaya ini mulai terlihat. Dengan kapasitas produksi yang meningkat menjadi 100 kg per hari, omzet penjualan pabrik tempe ini kini mencapai Rp2 juta hingga Rp2,5 juta setiap harinya. Dari angka tersebut, laba bersih yang diperoleh mencapai sekitar Rp500 ribu per hari, atau sekitar Rp15 juta per bulan.
“Kami mendapatkan keuntungan bersih sekitar Rp500 per hari,” jelas Amin.
Mendukung Pendidikan Santri
Pabrik tempe ini kini menyuplai produk mereka ke tiga Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dan berbagai warung di sekitar pesantren. Keuntungan yang didapatkan dari penjualan tempe digunakan untuk menggaji para pengajar, mengingat pesantren ini menyediakan pendidikan dan asrama secara gratis bagi 70 santri, baik laki-laki maupun perempuan.
Peluang Kerja bagi Santri
Lima santri juga mendapatkan pekerjaan di pabrik dengan imbalan sebesar Rp25 ribu per jam. Salah satunya adalah Zainul Masrobi, seorang mantan santri yang kini melanjutkan pendidikan sambil tetap berkontribusi di pabrik.
“Alhamdulillah, dengan produksi tempe yang mencapai 100 kg ini, saya bisa membantu biaya kuliah,” ungkap Zainul saat terlihat sedang mengaduk kacang kedelai untuk diproses menjadi tempe.
Komitmen PDC dalam Tanggung Jawab Sosial
Direktur Utama PT Patra Drilling Contractor, Hery Lesmana, mengungkapkan kebahagiaannya mendengar dampak positif dari program Tempesantren. Ia menekankan bahwa bantuan yang diberikan adalah bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan yang disesuaikan dengan lini bisnis yang dijalani.
Inisiatif ini tidak hanya meningkatkan produksi pabrik tempe, tetapi juga memberdayakan komunitas yang ada di sekitar pesantren. Dengan demikian, pabrik tempe ini tidak hanya menjadi sumber pendapatan, tetapi juga menjadi bagian integral dari pendidikan dan pengembangan santri di Pondok Pesantren Tarbiyatul Ath’fal.
➡️ Baca Juga: Romelu Lukaku Bergabung dengan Fenerbahce Setelah Meninggalkan Napoli secara Resmi
➡️ Baca Juga: Negara Wajib Tingkatkan Kompetisi, Cegah Rente, dan Perkuat Kapasitas Ekonomi Masyarakat



