
Hari Sabtu, 4 April 2026, akan menjadi hari yang penuh haru bagi keluarga, sahabat, dan kolega dari Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar. Setelah mengabdikan dirinya dalam misi perdamaian di Lebanon, jenazahnya dijadwalkan tiba di tanah air. Peristiwa ini bukan hanya menjadi momen duka bagi orang-orang terdekat, tetapi juga bagi seluruh bangsa yang menghargai pengorbanan pahlawan kita.
Kedatangan Jenazah di Jakarta
Keluarga Kapten Zulmi telah menyiapkan segalanya untuk menyambut kedatangan jenazah di Jakarta. Mereka memastikan akan langsung menjemput di bandara sebelum jenazah dibawa ke rumah duka yang terletak di Kota Cimahi.
Risman Efendi, yang merupakan sepupu dari almarhum, mengungkapkan bahwa mereka telah menerima informasi resmi mengenai jadwal pemulangan jenazah. Keluarga akan berangkat menuju Jakarta untuk mengikuti proses penjemputan dengan penuh rasa hormat dan duka.
Proses Penjemputan dan Penghormatan Terakhir
“Jenazah Kapten Zulmi direncanakan tiba pada hari Sabtu, dan kami akan ikut menjemputnya di Jakarta,” jelas Risman saat memberikan keterangan pada hari Jumat, 3 April 2026. Suasana haru sudah mulai terasa di kalangan keluarga, yang telah bersiap untuk memberikan penghormatan terakhir kepada sosok yang telah berjuang demi perdamaian.
Setibanya di Indonesia, jenazah akan melalui upacara penyerahan secara kenegaraan, sebagai bentuk penghormatan dari negara kepada prajurit yang telah gugur. Setelah proses tersebut, jenazah akan dibawa ke rumah duka yang berlokasi di Kampung Cikendal, Kelurahan Cipageran, Kecamatan Cimahi Utara, Kota Cimahi.
Rencana Pemakaman di TMP Cikutra
Keluarga memperkirakan bahwa jenazah akan tiba di rumah duka pada malam hari yang sama. Di lokasi tersebut, prosesi salat jenazah akan dilaksanakan sebagai bentuk penghormatan terakhir, sebelum pemakaman yang direncanakan akan diadakan keesokan harinya.
Pemakaman Kapten Zulmi dijadwalkan berlangsung pada Minggu pagi, 5 April 2026, di Taman Makam Pahlawan (TMP) Cikutra, Kota Bandung. Tempat ini dipilih sebagai simbol penghormatan bagi para pahlawan yang telah memberikan pengabdian terbaik bagi bangsa.
Persiapan Keluarga untuk Pemakaman
Rombongan keluarga direncanakan akan berangkat dari rumah duka sekitar pukul 07.00 WIB menuju TMP Cikutra. Mereka berharap bisa memberikan penghormatan yang layak bagi Kapten Zulmi di lokasi pemakaman yang penuh makna.
“Setelah tiba di rumah duka, kami akan melaksanakan salat jenazah terlebih dahulu, sebelum jenazah dimakamkan pada hari Minggu,” tambah Risman, menunjukkan bagaimana keluarga berkomitmen untuk memastikan setiap tahapan prosesi berlangsung dengan khidmat.
Kisah Pengabdian Kapten Zulmi
Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar adalah sosok yang dikenal penuh dedikasi. Ia gugur saat menjalankan tugas dalam misi perdamaian di Lebanon, di bawah naungan United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL), pada Senin, 30 Maret 2026, waktu setempat. Kehilangannya menyisakan duka yang mendalam bagi banyak orang, terutama bagi mereka yang mengenalnya dekat.
Insiden tragis yang merenggut nyawanya terjadi akibat ledakan yang terjadi saat ia melaksanakan tugas pengawalan. Kapten Zulmi, yang berperan dalam tim Escort Kompi B Satgas Yonmek XXIII-S/UNIFIL, tengah melakukan pengamanan konvoi Combat Support Service Unit (CSSU) dari Markas Sektor Timur menuju markas Satgas TNI Konga XXIII-S/UNIFIL ketika kejadian tersebut berlangsung.
Rekan-rekan yang Gugur Bersama
Dalam peristiwa tersebut, tidak hanya Kapten Zulmi yang menjadi korban. Dua prajurit TNI lainnya, Serka Anumerta Muhammad Nur Ichwan dan Kopda Anumerta Farizal Romadhon, juga gugur dalam insiden yang sama. Ketiga prajurit ini menjadi simbol pengorbanan, yang rela memberikan segalanya demi menjaga perdamaian dan keamanan.
Pengabdian yang Tiada Henti
Kapten Zulmi telah mengabdikan dirinya selama lebih dari satu tahun dalam misi perdamaian di Lebanon. Sesuai dengan rencana, ia seharusnya kembali ke tanah air pada Mei 2026. Namun, takdir berkata lain, dan pengabdiannya harus terhenti lebih awal.
Keberanian dan dedikasinya dalam menjalankan tugas di misi internasional akan selalu dikenang. Ia adalah contoh nyata dari semangat juang yang tinggi dan komitmen untuk menjaga perdamaian di dunia.
Pengaruh terhadap Masyarakat
Kehilangan Kapten Zulmi tidak hanya dirasakan oleh keluarganya, tetapi juga oleh masyarakat luas. Sosoknya yang penuh inspirasi diharapkan dapat memotivasi generasi muda untuk terus berkontribusi dalam menjaga keamanan dan perdamaian, baik di dalam negeri maupun di luar negeri.
Penghormatan yang diberikan dalam upacara pemakaman di TMP Cikutra akan menjadi momen yang tidak terlupakan. Semangat yang ia tinggalkan akan terus hidup dalam ingatan dan hati mereka yang mengenalnya.
Setiap individu memiliki tanggung jawab untuk melanjutkan perjuangan yang telah dilakukan oleh para pahlawan kita. Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar adalah salah satu dari sekian banyak prajurit yang telah berjuang tanpa pamrih demi keutuhan bangsa. Mari kita hargai pengorbanannya dengan meneruskan semangatnya dalam kehidupan sehari-hari.
➡️ Baca Juga: Pemkab Lebak Ajak Masyarakat Kasepuhan Tingkatkan Produksi Pangan Secara Berkelanjutan
➡️ Baca Juga: 5 Aplikasi Trading Kripto Terbaik di Indonesia: Solusi Optimal untuk Peningkatan Peringkat Google



