Saluran Irigasi Tertutup Longsor, PU Segera Tangani Pasokan Air Bersih Pasca Gempa Flores

Gempa bumi berkekuatan 7,7 Skala Richter yang melanda Nusa Tenggara Timur (NTT) pada hari Sabtu, 15 Agustus, membawa dampak serius terhadap infrastruktur yang mendukung pasokan air bersih. Saluran irigasi tertutup oleh longsoran material, sementara sistem penyediaan air minum di sejumlah wilayah juga terpengaruh, menyebabkan kualitas air menjadi keruh. Sebagai respons cepat, Kementerian Pekerjaan Umum (PU) langsung mengerahkan tim ke lapangan dan menyiapkan tangki air untuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terjaga.
Penanganan Menyeluruh oleh Kementerian PU
Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo, mengungkapkan bahwa upaya penanganan dilakukan secara menyeluruh. Fokus utama tidak hanya pada pemulihan jalan, tetapi juga penguatan pemantauan terhadap bendungan, sungai, jaringan irigasi, dan layanan air bersih. Ini menunjukkan komitmen Kementerian PU dalam menjaga fungsi infrastruktur yang vital bagi masyarakat.
“Saya telah menginstruksikan seluruh jajaran Kementerian PU untuk terus memantau kondisi infrastruktur dan melakukan penanganan yang diperlukan di lapangan. Keselamatan masyarakat adalah prioritas utama, termasuk menjaga agar infrastruktur sumber daya air tetap aman dan berfungsi dengan baik,” ungkap Menteri Dody.
Bendungan Terpantau Aman
Berdasarkan hasil pemeriksaan awal oleh Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Nusa Tenggara II, empat bendungan di NTT teridentifikasi dalam kondisi aman. Bendungan Raknamo, Bendungan Tilong, Bendungan Lokojange, dan Bendungan Rotiklot tidak menunjukkan adanya kerusakan pada struktur bendungan maupun area sekitarnya.
Dampak Longsor pada Saluran Irigasi
Namun, dampak gempa sangat terasa pada saluran irigasi Bendung Wae Laku yang terletak di Borong, Kabupaten Manggarai Timur. Saluran ini tertutup oleh longsoran material seperti tanah, batu, dan vegetasi yang berasal dari tebing di sekitarnya. Kondisi tebing yang curam dan adanya material yang longgar menambah risiko terjadinya longsor susulan, terutama jika hujan dengan intensitas tinggi turun.
Gangguan pada Pasokan Air Minum
Gempa tersebut juga menyebabkan longsoran yang menghalangi aliran sungai, sehingga mengganggu sistem penyediaan air minum. Akibatnya, air yang dialirkan melalui Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) menjadi keruh akibat tercemarnya material tanah.
“Di beberapa lokasi di Manggarai dan daerah lainnya, gempa telah menyebabkan longsoran di berbagai tempat. Longsoran ini tidak hanya menutup aliran sungai, tetapi juga sangat mengganggu sistem penyediaan air bersih. Air yang biasanya keluar bersih dari SPAM kini menjadi keruh karena pengaruh material tanah. Hal ini menjadi prioritas kami untuk segera diperbaiki,” jelas Menteri Dody.
Peningkatan Tim di Lapangan
Untuk mempercepat proses penanganan, Kementerian PU telah memperkuat tim yang bertugas di lapangan, khususnya untuk menangani masalah sungai dan layanan air bersih. Direktur Jenderal Sumber Daya Air akan segera turun ke lokasi bersama Balai Teknik Sungai untuk memastikan penanganan di beberapa kabupaten dapat dilakukan dengan lebih cepat dan efisien.
“Penanganan masalah sungai cukup kompleks, dan kebutuhan akan air bersih bagi masyarakat harus segera dipenuhi,” tegas Menteri Dody.
Persiapan Tangki Air
Kementerian PU juga tengah mempersiapkan tangki-tangki air untuk mendukung pemenuhan kebutuhan air bersih selama proses pemulihan berlangsung. Penempatan dan distribusi tangki air ini akan dilakukan dengan koordinasi bersama pemerintah provinsi serta kabupaten/kota, menyesuaikan dengan kebutuhan yang ada di lapangan.
Pemantauan Berkelanjutan dan Koordinasi
Selain itu, BBWS Nusa Tenggara II terus melakukan pemantauan berkelanjutan terhadap jaringan irigasi dan infrastruktur sumber daya air lainnya. Hal ini dilakukan untuk memastikan keamanan bangunan serta mempercepat pemulihan fungsi layanan yang terdampak.
Keberlanjutan pasokan air bersih pasca bencana sangat penting untuk menghindari dampak lebih lanjut bagi masyarakat. Kementerian PU berkomitmen untuk menjaga agar semua infrastruktur sumber daya air tetap berfungsi dengan baik dan aman. Dengan langkah-langkah yang tepat dan koordinasi yang baik, diharapkan kondisi pasokan air bersih segera pulih, sehingga masyarakat bisa kembali menjalani aktivitas sehari-hari dengan nyaman.
➡️ Baca Juga: Ramalan Shio 5 April 2026: Kelinci Disarankan Dekat dengan Orang Tersayang
➡️ Baca Juga: Dispensasi Perpanjangan SIM Mati Hingga 3 April 2026: Syarat dan Ketentuan Diperlukan



