Festival Pahlawan Anak: “Save the Children” Dukung Perlindungan Hak Anak di Indonesia

Jakarta – Yayasan Save the Children Indonesia menyelenggarakan Festival Pahlawan Anak sebagai bagian dari perayaan 50 tahun keberadaannya di Indonesia. Festival ini bertujuan untuk mengangkat isu hak anak ke dalam ruang publik melalui berbagai kegiatan yang bersifat menarik, inklusif, serta melibatkan banyak sektor masyarakat.
Makna Festival Pahlawan Anak
CEO Save the Children Indonesia, Dessy Kurwiany Ukar, menegaskan bahwa peringatan setengah abad organisasi ini bukan hanya sekadar acara seremonial. Festival Pahlawan Anak berfungsi sebagai platform untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dan mengajak publik untuk berkontribusi dalam upaya pemenuhan hak-hak anak.
“Festival ini bukan hanya sebuah perayaan, melainkan juga momen penting untuk meningkatkan kesadaran publik mengenai berbagai isu yang dihadapi anak-anak. Kami mengajak masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam mendukung program-program yang ada agar hak-hak anak dapat terpenuhi,” ujar Dessy Kurwiany Ukar pada konferensi pers yang diadakan di Kawasan Mall Gandaria City, Jakarta Selatan, pada Kamis (13/8).
Pentingnya Keterlibatan Masyarakat
Menurut Dessy, pemenuhan hak anak tidak dapat diserahkan sepenuhnya kepada lembaga sosial atau pemerintah. Keterlibatan masyarakat secara luas sangat penting agar setiap anak mendapatkan hak untuk tumbuh, belajar, dan berkembang dengan baik.
Kolaborasi dengan industri kreatif juga dilakukan untuk menyebarkan isu perlindungan anak secara lebih inklusif. Narasi tentang perlindungan anak disampaikan melalui bahasa yang lebih populer sehingga dapat dipahami oleh semua kalangan masyarakat.
Peran Industri Kreatif dalam Perlindungan Anak
“Isu anak bukanlah isu yang hanya bisa dipahami oleh segelintir orang, tetapi merupakan masalah yang perlu disadari oleh semua pihak. Oleh karena itu, kami di industri kreatif merasa terpanggil untuk membantu menerjemahkan isu ini dalam bentuk kampanye yang lebih menarik,” jelas Dessy.
Dia juga mengakui bahwa banyak organisasi nonpemerintah yang memiliki semangat dan narasi kuat dalam memperjuangkan hak anak. Namun, tidak semua dari mereka memiliki kemampuan untuk mengemas kampanye secara kreatif sehingga dapat menjangkau masyarakat dengan lebih luas, terutama di perkotaan.
Kolaborasi Lintas Sektor
Festival Pahlawan Anak melibatkan berbagai pihak, termasuk industri kreatif, seni, sektor swasta, dan pemerintah, dengan tujuan untuk memperluas kampanye perlindungan anak. Diharapkan kolaborasi lintas sektor ini dapat meningkatkan kepedulian publik terhadap pemenuhan hak dan perlindungan anak.
“Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terus mendukung program perlindungan anak melalui kolaborasi dengan Save the Children sejak beberapa tahun lalu. Kerja sama ini ditujukan untuk memperkuat layanan perlindungan anak dan memastikan mereka memperoleh hak serta pendampingan yang layak,” ujar Dessy Kurwiany Ukar.
Inisiatif Pemerintah dalam Perlindungan Anak
Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Pemberdayaan Masyarakat (PPAPP) DKI Jakarta, Dwi Oktavia, menjelaskan bahwa kolaborasi ini telah menghasilkan layanan bantuan dan konsultasi untuk keluarga. Ia menekankan pentingnya membangun ekosistem perlindungan anak melalui keluarga, layanan digital, dan ruang publik yang aman.
“Saat ini, kami juga menyediakan layanan konseling bagi pengunjung pusat perbelanjaan, termasuk pos konsultasi dan pengaduan. Ini adalah bagian dari upaya membangun ekosistem perlindungan anak yang menyeluruh,” terang Dwi Oktavia.
Pusat Perbelanjaan sebagai Lokasi Strategis
Dwi melanjutkan bahwa pusat perbelanjaan dipilih sebagai lokasi karena merupakan tempat yang sering dikunjungi oleh keluarga, terutama pada akhir pekan. Dengan menghadirkan layanan konseling dan informasi di lokasi tersebut, pemerintah berharap semakin banyak keluarga yang dapat mengakses layanan perlindungan anak.
- Menawarkan informasi mengenai hak-hak anak
- Memberikan layanan konseling untuk orang tua
- Menyediakan pos pengaduan bagi anak dan keluarga
- Melibatkan masyarakat dalam kampanye perlindungan anak
- Menciptakan ruang publik yang ramah anak
“Apabila informasi tentang perlindungan anak dapat hadir di tempat-tempat yang ramai dikunjungi keluarga, itu akan menjadi langkah positif bagi anak-anak dan keluarga di Jakarta,” tutupnya.
➡️ Baca Juga: Cadangan Emas Indonesia Masih Terbilang Rendah Dibanding Negara-Negara Lain
➡️ Baca Juga: Isi BBM Full Tank Sebelum Mudik Lebaran 2026: Kunci Perjalanan Aman dan Nyaman




