Pemkot Tangerang Tingkatkan Upaya Kampanye Antikorupsi Secara Terencana

Pemerintah Kota Tangerang tengah memperkuat komitmennya dalam melakukan kampanye antikorupsi dengan cara yang lebih terencana dan terstruktur. Dalam era di mana kesadaran masyarakat terhadap korupsi semakin meningkat, langkah ini diharapkan dapat menjadi pendorong bagi warga untuk lebih aktif dalam mencegah praktik-praktik korupsi, terutama dalam sektor pelayanan publik yang menjadi sorotan utama.
Keterlibatan dalam Program Nasional
Kampanye antikorupsi yang dilaksanakan oleh Pemkot Tangerang merupakan bagian dari partisipasi aktif mereka dalam Program Pariwara Antikorupsi 2026 yang diinisiasi oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Program ini bertujuan untuk mendorong pemerintah daerah dalam menyampaikan pesan-pesan antikorupsi secara lebih luas melalui berbagai platform media, baik konvensional maupun digital, serta melalui kegiatan yang langsung melibatkan masyarakat.
Strategi Komunikasi Efektif
Inspektur Kota Tangerang, Achmad Ricky Fauzan, menekankan pentingnya menyampaikan kampanye antikorupsi melalui saluran yang dekat dengan masyarakat. Ia menjelaskan bahwa pemanfaatan berbagai media komunikasi memungkinkan penyampaian edukasi mengenai pentingnya integritas dapat menjangkau lebih banyak orang dan lebih mudah dipahami oleh berbagai kalangan.
“Pesan tentang antikorupsi harus disampaikan secara konsisten melalui berbagai saluran yang biasa digunakan oleh masyarakat. Ini tidak hanya meliputi pertemuan langsung, tetapi juga termasuk penggunaan website, media sosial, media cetak, dan saluran lainnya,” ungkap Ricky pada Rabu, 19 Agustus.
Optimalisasi Media Digital
Pemkot Tangerang memanfaatkan website resmi dan akun media sosial pemerintah untuk menyampaikan informasi terkait pencegahan praktik-praktik korupsi seperti pungutan liar, suap, gratifikasi, nepotisme, dan penyalahgunaan wewenang. Dengan cara ini, diharapkan masyarakat dapat lebih memahami isu-isu tersebut dan berperan aktif dalam pencegahannya.
Super App Tangerang LIVE
Selain itu, Pemkot juga mengoptimalkan kanal digital melalui layanan publik berbasis teknologi. Salah satu inovasi yang dihadirkan adalah Super App Tangerang LIVE, yang menyatukan berbagai layanan masyarakat dalam satu platform. Hingga akhir 2025, aplikasi ini telah diunduh sebanyak 1.574.168 kali, dengan 283.767 pengguna baru sepanjang tahun tersebut.
Melalui Tangerang LIVE, masyarakat dapat mengakses beragam layanan, termasuk:
- LAKSA untuk pengaduan masyarakat
- Sobat Dukcapil untuk administrasi kependudukan
- Layanan kesehatan
- Ketenagakerjaan
- Pendidikan, pajak, dan retribusi
Mendorong Akses Layanan Resmi
Ricky menambahkan bahwa digitalisasi layanan ini juga merupakan salah satu upaya untuk mendorong masyarakat menggunakan saluran resmi dalam mendapatkan layanan pemerintah. Dengan demikian, warga tidak perlu lagi menggunakan calo atau memberikan imbalan kepada pihak tertentu untuk mendapatkan pelayanan yang seharusnya mereka terima secara gratis dan transparan.
Pendidikan Masyarakat tentang Antikorupsi
Selain menyampaikan informasi melalui platform digital, Pemkot Tangerang juga berfokus pada edukasi masyarakat. Masyarakat diajak untuk mengambil tindakan sederhana yang dapat membantu mencegah korupsi, seperti menolak pungutan liar, tidak memberikan gratifikasi, menggunakan layanan resmi, dan melaporkan jika menemukan dugaan pelanggaran.
“Kami ingin kampanye ini tidak hanya berhenti pada informasi. Penting bagi masyarakat untuk mengetahui langkah-langkah yang harus diambil jika mereka menemukan pungli atau praktik korupsi. Aparatur juga harus semakin memahami pentingnya menjaga integritas dalam memberikan layanan,” ujarnya.
Kampanye yang Kreatif dan Terintegrasi
Program Pariwara Antikorupsi 2026 menuntut adanya kampanye yang masif, kreatif, dan terintegrasi. KPK mendorong pemerintah daerah untuk memanfaatkan berbagai saluran komunikasi, termasuk media cetak, audiovisual, digital, dan media sosial, serta mengaktifkan kampanye yang menarik perhatian masyarakat.
Dalam pelaksanaannya, Pemkot Tangerang berupaya untuk menjadikan kampanye ini sebagai gerakan kolektif yang melibatkan semua elemen masyarakat, sehingga setiap individu merasa memiliki tanggung jawab dalam upaya pencegahan korupsi. Dengan pendekatan yang terencana dan partisipatif, diharapkan masyarakat dapat lebih memahami dan berkontribusi dalam menciptakan lingkungan yang bebas dari korupsi.
Menjaga Komitmen Bersama
Keberhasilan kampanye antikorupsi ini juga sangat bergantung pada komitmen bersama antara pemerintah dan masyarakat. Pemkot Tangerang bertekad untuk terus melakukan inovasi dan adaptasi dalam menyampaikan pesan-pesan antikorupsi agar dapat menjangkau lebih banyak orang dan mendapatkan perhatian yang lebih besar.
Dengan adanya dukungan dari berbagai pihak, termasuk media dan organisasi masyarakat sipil, kampanye ini diharapkan dapat menciptakan kesadaran kolektif yang kuat terhadap bahaya korupsi dan pentingnya integritas dalam kehidupan sehari-hari.
Kesimpulan yang Menguatkan Komitmen
Pemkot Tangerang berkomitmen untuk terus meningkatkan upaya kampanye antikorupsi dengan pendekatan yang lebih terencana. Melalui penggunaan teknologi, edukasi masyarakat, dan partisipasi aktif, diharapkan masyarakat dapat menjadi garda terdepan dalam pencegahan praktik korupsi. Dengan langkah-langkah yang sistematis dan kolaboratif, Pemkot Tangerang berusaha menciptakan perubahan yang signifikan dalam menanggulangi korupsi di wilayahnya.
➡️ Baca Juga: Pemkab Tasikmalaya Siapkan 345 Kuota Magang Nasional untuk Fresh Graduate di 38 Lokasi
➡️ Baca Juga: 61 Persen UMKM Berkontribusi Signifikan terhadap PDB Nasional Indonesia




