CEO Media Group Paparkan 4 Kunci Keberlanjutan Ekonomi Indonesia di Tengah Gejolak Global

Jakarta – Ketidakpastian dalam perekonomian global saat ini menjadi salah satu tantangan terbesar bagi Indonesia. Berbagai faktor seperti ketegangan geopolitik, fluktuasi harga energi dan komoditas, serta perubahan kebijakan moneter di berbagai negara, semakin menambah kompleksitas situasi ini. Dalam menghadapi kondisi tersebut, Indonesia perlu memperkuat struktur ekonomi dari dalam. Mohammad Mirdal Akib, CEO Media Group, mengemukakan empat agenda utama yang harus diintegrasikan untuk menjaga keberlanjutan ekonomi Indonesia di tengah gejolak global.
Menjaga Likuiditas dan Stabilitas Sektor Keuangan
Agenda pertama yang ditekankan oleh Mirdal adalah pentingnya menjaga likuiditas dan stabilitas dalam sektor keuangan. Ia menegaskan bahwa kebijakan moneter dan nilai tukar harus tetap dijaga agar likuiditas di pasar tetap terjaga. Penyaluran kredit yang optimal ke sektor-sektor produktif sangat diperlukan untuk memastikan bahwa pelaku usaha dapat terus beroperasi meskipun dalam kondisi yang tidak menentu.
Kondisi global yang penuh tantangan ini membuat para pelaku bisnis dan sektor keuangan cenderung lebih berhati-hati. Oleh karena itu, menjaga likuiditas menjadi krusial untuk memberikan ruang bagi sektor produktif dalam mencari pembiayaan dan mempertahankan aktivitas ekonomi mereka.
Pentingnya Kebijakan Fiskal yang Kredibel
Selanjutnya, Mirdal menyoroti perlunya kebijakan fiskal yang kredibel dan produktif. Menurutnya, ruang fiskal yang ada harus dikelola secara disiplin, tetapi tetap diarahkan untuk memberikan dampak ekonomi yang signifikan. Belanja pemerintah harus terfokus pada program-program yang dapat meningkatkan daya beli masyarakat dan produktivitas jangka panjang.
- Menjaga agar defisit anggaran tetap terkendali.
- Meningkatkan kapasitas ekonomi dalam jangka panjang.
- Memfokuskan belanja pada sektor-sektor yang produktif.
- Menghasilkan manfaat maksimal dari setiap ruang fiskal yang tersedia.
- Memastikan bahwa kebijakan fiskal mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
Tantangan pemerintah bukan hanya terletak pada pengelolaan defisit, tetapi juga pada cara untuk memastikan bahwa setiap pengeluaran pemerintah dapat memberikan manfaat yang luas bagi perekonomian nasional.
Investasi dan Hilirisasi sebagai Mesin Pertumbuhan
Agenda ketiga yang diungkapkan oleh Mirdal adalah pentingnya investasi dan hilirisasi untuk memperkuat daya tahan ekonomi Indonesia. Ia mencatat bahwa realisasi investasi pada semester pertama tahun 2026 telah mencapai lebih dari Rp1.010 triliun, di mana sekitar Rp300 triliun di antaranya dialokasikan untuk sektor hilirisasi.
Investasi yang tidak hanya mengejar nilai nominal, tetapi juga memberikan efek positif yang luas terhadap perekonomian domestik, menjadi kunci untuk menciptakan mesin pertumbuhan baru di masa depan.
Mendorong Hilirisasi dan Diversifikasi Sektor
Pentingnya hilirisasi tidak dapat diabaikan, karena ini akan memperkuat struktur ekonomi melalui penciptaan lapangan kerja dan peningkatan daya saing produk lokal. Selain itu, diversifikasi sektor juga menjadi langkah strategis untuk mengurangi ketergantungan pada sektor-sektor tertentu yang rentan terhadap fluktuasi global.
- Meningkatkan nilai tambah produk lokal.
- Menciptakan lapangan kerja baru.
- Menurunkan ketergantungan pada komoditas tertentu.
- Mendorong inovasi dan pengembangan teknologi.
- Peningkatan daya saing dalam pasar global.
Transisi Energi dan Proyek Strategis
Selain itu, Mirdal juga menekankan perlunya memperkuat transisi energi dan proyek strategis sebagai bagian dari upaya menjaga keberlanjutan ekonomi. Investasi dalam teknologi energi hijau diharapkan dapat meningkatkan ketahanan energi nasional dan efisiensi dalam jangka panjang. Pengembangan energi baru terbarukan (EBT) dalam skala besar harus menjadi bagian dari agenda utama, termasuk target untuk membangun pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) mencapai 100 GWp.
Transisi energi ini tidak hanya berkaitan dengan pengurangan ketergantungan terhadap energi fosil, tetapi juga menjadi strategi penting untuk menjaga ketahanan ekonomi ketika harga energi global berfluktuasi. Dengan langkah-langkah ini, diharapkan Indonesia dapat beradaptasi dengan perubahan yang terjadi di tingkat global dan memanfaatkan peluang yang ada.
Kolaborasi antara Pengambil Kebijakan dan Pemangku Kepentingan
Mirdal berharap bahwa Sarasehan 100 Ekonom Indonesia dapat menjadi platform yang efektif untuk dialog antara pengambil kebijakan, pemangku kepentingan, dan kalangan akademisi. Forum ini diharapkan tidak hanya berfokus pada analisis kondisi ekonomi saat ini, tetapi juga mampu menghasilkan rekomendasi konkret yang dapat dijadikan acuan dalam merumuskan kebijakan nasional.
Melalui kolaborasi yang erat, diharapkan kebijakan ekonomi yang diambil dapat terintegrasi dengan baik, memastikan bahwa Indonesia tetap mampu berlayar di tengah gelombang global yang penuh ketidakpastian ini.
Membangun Pondasi yang Kuat untuk Masa Depan
Keberlanjutan ekonomi Indonesia tidak hanya bergantung pada satu atau dua kebijakan, tetapi memerlukan pendekatan yang holistik dan terintegrasi. Dengan memperhatikan keempat agenda utama yang telah diungkapkan, Indonesia memiliki peluang untuk memperkuat fondasi ekonominya dan melindungi diri dari gejolak ekonomi global.
Dengan demikian, penerapan kebijakan yang tepat dan kolaborasi antara berbagai pihak akan menjadi kunci untuk memastikan keberlanjutan ekonomi Indonesia di masa mendatang. Dengan langkah-langkah yang terencana dan terarah, Indonesia dapat mengubah tantangan menjadi peluang, serta menciptakan pertumbuhan yang berkelanjutan bagi seluruh masyarakat.
➡️ Baca Juga: Ulasan iPhone 17e: Pilihan Ekonomis yang Tepat untuk Pengguna Cerdas
➡️ Baca Juga: Hujan Deras Memicu Banjir Setinggi 70 Centi di Ciledug



