AS Monaco Akhiri Kontrak dengan Paul Pogba Setelah Menghadapi Cedera Berkepanjangan

Jakarta – Paul Pogba kembali menghadapi tantangan besar dalam karier sepak bolanya setelah AS Monaco mengambil keputusan untuk mengakhiri kontraknya. Langkah ini diambil menyusul serangkaian cedera yang menghalangi Pogba untuk mendapatkan waktu bermain yang cukup sejak kedatangannya di klub Ligue 1. Keputusan tersebut menciptakan ketidakpastian lebih lanjut bagi pemain yang sebelumnya dikenal sebagai salah satu gelandang terbaik di Eropa.
Perjalanan Pogba di AS Monaco
Pogba, yang kini berusia 33 tahun, bergabung dengan AS Monaco setelah menjalani hukuman larangan bermain akibat kasus doping. Harapan besar disematkan padanya untuk memulihkan kembali karier yang sempat bersinar. Namun, realitas di lapangan menunjukkan bahwa perjalanan tersebut tidak berjalan sesuai rencana.
Dalam pengumuman resmi yang dirilis oleh klub, mereka mengungkapkan bahwa pencapaian target yang ditetapkan untuk Pogba “hanya sebagian tercapai”. Hal ini menjadi alasan utama di balik keputusan untuk menghentikan kontrak Pogba yang seharusnya masih berlaku hingga Juni 2027.
Kondisi Cedera dan Dampaknya
Saat ini, Pogba masih harus menepi dari lapangan akibat cedera paha. Masalah ini muncul setelah dia baru saja pulih dari cedera lutut, yang membuatnya kesulitan untuk menjaga kebugaran serta konsistensi dalam permainan. Situasi ini jelas menghalangi ambisi Pogba untuk kembali bersinar di pentas Ligue 1.
Monaco tidak mengabaikan kontribusi yang diberikan Pogba selama berada di klub. Dalam pernyataan mereka, klub menilai bahwa Pogba menunjukkan “pola pikir, tekad, dan standar tinggi yang luar biasa” meskipun menghadapi berbagai masalah fisik. Hal ini menunjukkan bahwa Pogba tetap menjadi sosok yang berpengaruh di dalam tim, meskipun lebih banyak menghabiskan waktu di luar lapangan.
Pengaruh Positif di Dalam Tim
Walaupun Pogba tidak dapat tampil secara langsung, kontribusinya tetap terasa. Ia aktif dalam berbagi pengalaman dan pengetahuan dengan rekan-rekan setimnya, terutama selama masa pemulihan dari cedera. Ini adalah salah satu cara dia memberikan dampak positif bagi skuad AS Monaco.
- Pogba menunjukkan sikap yang luar biasa selama masa rehabilitasi.
- Ia memberikan bimbingan kepada pemain muda di klub.
- Pengalaman internasionalnya sangat berharga bagi tim.
- Pogba tetap menjadi motivator meski tidak berada di lapangan.
- Keberadaannya memberikan rasa percaya diri kepada rekan-rekannya.
Refleksi Karier Pogba
Pogba sendiri mengakui bahwa masa baktinya di Monaco tidak berjalan sesuai harapan. Dalam pernyataan perpisahannya, ia mengungkapkan rasa kecewa karena tidak bisa bermain sebanyak yang diinginkannya. Selama musim lalu, ia hanya mencatatkan enam penampilan di Ligue 1 dengan total menit bermain yang sangat terbatas, yakni 115 menit.
“Saya tidak bermain sebanyak pertandingan untuk Monaco seperti yang saya harapkan,” ungkap Pogba. Ia juga menyampaikan rasa terima kasih kepada presiden klub, jajaran manajemen, rekan-rekan setim, staf, dan para pendukung yang telah memberikan dukungan dan kepercayaan kepadanya.
Perjalanan Karier yang Berubah
Kepindahan Pogba ke AS Monaco menciptakan harapan baru setelah perjalanan kariernya yang sebelumnya sangat gemilang. Ia mencatatkan 233 penampilan selama dua periode bersama Manchester United dan pernah meraih gelar pemain terbaik Serie A saat memperkuat Juventus. Namun, perjalanan sukses tersebut mulai terganggu oleh masalah di luar lapangan.
Bersama Juventus, Pogba meraih empat gelar Liga Italia dan menjadi salah satu gelandang paling diperhitungkan di Eropa. Dia juga berperan penting dalam kemenangan tim nasional Prancis di Piala Dunia 2018 yang berlangsung di Rusia. Namun, semua itu mulai pudar ketika ia terlibat dalam kasus doping yang merusak reputasinya.
Kasus Doping yang Menghantui
Pada tahun 2023, Pogba dinyatakan positif menggunakan testosteron setelah menjalani tes doping dalam kompetisi sepak bola Italia. Dia menjelaskan bahwa zat tersebut berasal dari suplemen yang diresepkan oleh dokter di Amerika Serikat. Meskipun ada penjelasan tersebut, ia tetap dijatuhi hukuman larangan bermain selama empat tahun oleh otoritas yang berwenang.
Pogba kemudian mengajukan banding ke Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS). Hasil dari proses banding tersebut cukup menggembirakan, di mana hukuman larangan bermainnya dipangkas dari empat tahun menjadi 18 bulan. Ini memberikan harapan baru bagi Pogba untuk kembali ke dunia sepak bola profesional.
Usaha Memulai Kembali Karier
Setelah menyelesaikan masa hukumannya, Pogba berusaha untuk membangkitkan kembali kariernya dengan bergabung dengan AS Monaco. Perginya ke klub ini dipandang sebagai kesempatan untuk memulai kembali setelah periode panjang yang diwarnai masalah kebugaran dan sanksi.
Namun, perjalanan ini nyatanya tidak mudah. Cedera yang berkepanjangan membuatnya gagal untuk menunjukkan performa terbaik. Kini, dengan pemutusan kontrak oleh AS Monaco, masa depan Pogba menjadi tanda tanya besar. Apakah ia masih memiliki kesempatan untuk bersinar kembali di pentas sepak bola? Hanya waktu yang akan menjawab pertanyaan ini.
Di tengah ketidakpastian ini, satu hal yang pasti: perjalanan karier Paul Pogba adalah contoh nyata tentang bagaimana kehidupan seorang atlet profesional dapat berubah dalam sekejap. Dari puncak kesuksesan hingga menghadapi tantangan yang sangat berat, Pogba tetap menjadi sosok yang menarik untuk diikuti di dunia sepak bola.
➡️ Baca Juga: Kim Kardashian Terjatuh Akibat Sepatu 20 Cm di Pesta Oscar 2026
➡️ Baca Juga: Jepang Siapkan Bantuan 10 Miliar Dolar AS untuk Stok Minyak dan Kebutuhan Medis ASEAN




