Inter Terhambat Dalam Perburuan Scudetto Serie A Italia, Milan dan Juventus Mandek Tanpa Gol

Inter Milan menghadapi tantangan serius dalam usaha mereka meraih gelar Scudetto Serie A Italia setelah hanya bisa meraih hasil imbang 2-2 melawan Torino pada Senin (27/4) dini hari WIB. Pertandingan tersebut juga menyaksikan duel sengit antara AC Milan dan Juventus berakhir tanpa gol, yang semakin membuka persaingan untuk tempat di zona Liga Champions.
Kehilangan Momentum Inter Milan
Inter Milan sempat tampil dominan dengan memimpin dua gol berkat sundulan dari Marcus Thuram dan Yann Bisseck, yang terjadi setelah satu jam pertandingan. Pada saat itu, tampaknya Nerazzurri akan meraih kemenangan dengan mudah di Turin.
Namun, keadaan berubah drastis. Giovanni Simeone berhasil memperkecil ketertinggalan Torino pada menit ke-70 dengan penyelesaian yang cemerlang melewati kiper Inter, Yann Sommer. Hanya sembilan menit setelah itu, Nikola Vlasic sukses menyamakan kedudukan melalui tendangan penalti, sehingga Torino berhasil mencuri satu poin dari pertandingan ini.
Reaksi Pelatih Inter
Pelatih Inter, Cristian Chivu, mengungkapkan rasa frustrasinya dengan hasil tersebut. “Setiap kali kami unggul dua gol, kami merasa semuanya berjalan lancar. Namun, ketika kebobolan karena kesalahan dalam membangun serangan dari belakang, kami mulai kehilangan fokus,” ujarnya. “Sejujurnya, hasilnya bisa lebih buruk dari ini.”
Peluang Inter untuk Scudetto
Walaupun hasil imbang ini menjadi sebuah kendala, banyak yang percaya bahwa hal tersebut hanya merupakan hambatan kecil bagi Inter. Mereka masih memiliki peluang yang besar untuk mengamankan gelar Scudetto ke-21 jika mampu mengalahkan Parma di San Siro pada pertandingan mendatang. Dengan empat laga tersisa, Inter masih unggul 10 poin dari pesaing terdekat, Napoli, yang merupakan juara musim lalu.
Dari segi statistik, tim arahan Chivu memiliki peluang yang sangat baik untuk meraih Scudetto di hadapan pendukung sendiri. Mengingat Parma saat ini tidak memiliki target yang berarti di sisa musim ini, Inter diharapkan dapat meraih hasil positif. Selain itu, mereka juga masih berpeluang untuk meraih gelar ganda domestik setelah berhasil membalikkan keadaan dari ketertinggalan dua gol untuk mengalahkan Como di semifinal Coppa Italia.
Persaingan Empat Besar: Milan dan Juventus
Sementara itu, di San Siro, pelatih Juventus, Luciano Spalletti, mengungkapkan bahwa persaingan untuk posisi empat besar akan berlangsung ketat hingga akhir musim, setelah timnya bermain imbang tanpa gol melawan Milan.
Juventus saat ini berada di posisi keempat, unggul tiga poin dari Como yang baru saja meraih kemenangan 2-0 atas Genoa, serta AS Roma yang menempati posisi keenam. AC Milan sendiri berada di peringkat ketiga, dengan keunggulan tiga poin atas Juventus, dan tampaknya berada dalam posisi yang cukup aman untuk kembali ke kompetisi Liga Champions setelah absen dari Eropa musim ini.
Komentar Spalletti
“Roma dan Como sama-sama meraih kemenangan, jadi kami masih memerlukan beberapa kemenangan lagi untuk memastikan tempat kami di kompetisi tersebut,” ungkap Spalletti, menyoroti pentingnya hasil positif di sisa pertandingan.
Atmosfer Pertandingan yang Memanas
Laga klasik antara Milan dan Juventus berlangsung dalam atmosfer yang memanas, dipicu oleh aksi protes dari suporter garis keras Milan terhadap kenaikan harga tiket. Sebelum pertandingan dimulai, sekelompok penggemar menyalakan lampu ponsel membentuk angka “€139”, yang merupakan harga tiket termurah di belakang gawang, sambil mengibarkan spanduk yang menuntut keadilan dalam sepak bola untuk para pekerja.
Kelompok ultras Milan juga mengecam apa yang mereka sebut sebagai “calo legal”, di mana pemegang tiket musiman didorong untuk menjual kembali tiket melalui platform klub dengan imbalan 60 persen dari nilai penjualan dalam bentuk voucher, sebuah praktik yang dianggap merugikan para penggemar.
Performa Tim yang Minim Kreativitas
Minimnya kreativitas dari kedua tim membuat pertandingan lebih banyak diwarnai ketegangan di tribun ketimbang peluang di lapangan. Di menit ke-36, Khephren Thuram sempat mencetak gol untuk Juventus, namun dianulir karena offside. Empat menit setelahnya, Francisco Conceicao gagal memanfaatkan peluang emas, karena tembakannya tepat mengarah ke kiper Milan, Mike Maignan.
Peluang Terbaik di Pertandingan
Peluang terbaik untuk Milan datang dari Alexis Saelemaekers yang menghantam mistar gawang dari jarak dekat setelah jeda. Selain itu, Dusan Vlahovic, yang masuk sebagai pemain pengganti, hampir mengakhiri paceklik golnya sejak November, namun usaha sepakan rendahnya di masa injury time kembali digagalkan oleh Maignan.
Hingga peluit panjang berbunyi, skor tetap 0-0, menutup pertandingan yang minim kualitas namun dipenuhi dengan ketegangan yang tinggi. Dengan hasil ini, persaingan di Serie A semakin menarik, terutama dalam perburuan Scudetto Serie A Italia dan tiket Liga Champions. Para penggemar kini menantikan bagaimana kelanjutan perjalanan tim-tim ini dalam beberapa pertandingan mendatang.
➡️ Baca Juga: Ayu Ting Ting dan NCT WISH Berkolaborasi Membuat Konten Viral yang Menarik
➡️ Baca Juga: Naik Transportasi Publik Jakarta Gratis Selama Lebaran 2026, Simak Jadwal dan Aturannya




