Produksi Sampah 1.800 Ton per Hari, Bupati Bandung Dorong Inovasi dan Percepatan PSEL

Di tengah tantangan lingkungan yang semakin mendesak, Bupati Bandung, Dadang Supriatna, mengungkapkan keprihatinan mendalam terhadap peningkatan produksi sampah harian di Kabupaten Bandung yang kini mencapai angka yang mengkhawatirkan, yaitu 1.800 ton per hari. Angka ini menunjukkan lonjakan signifikan dibandingkan dengan tahun 2020, yang berada pada angka sekitar 1.300 ton. Kondisi ini mengharuskan pemerintah daerah untuk segera melakukan tindakan inovatif agar masalah ini dapat diatasi dengan efektif.
Peningkatan Produksi Sampah
Menurut informasi yang disampaikan oleh Bupati, dari total produksi sampah saat ini, hanya sekitar 500 ton yang dapat diproses dan diolah secara langsung. Hal ini menyiratkan bahwa ada sekitar 1.300 ton sampah yang belum ditangani dengan optimal. Dampak dari tingginya angka produksi sampah ini tidak hanya berdampak pada kebersihan dan kesehatan masyarakat, tetapi juga pada lingkungan sekitar yang semakin terancam.
“Saya hari ini sedang berpikir tentang sampah di Kabupaten Bandung, ternyata perharinya memproduksi 1.800 ton. Tahun 2020 itu di 1.300 ton, sekarang sudah 1.800 ton. Yang bisa diolah baru 500 ton, artinya masih ada 1.300 ton,” ungkap Dadang saat melakukan pertemuan pada Senin (6 April 2026). Pernyataan ini menandakan bahwa peningkatan produksi sampah telah menjadi masalah serius yang memerlukan perhatian khusus dari pemerintah dan masyarakat.
Tantangan dalam Penanganan Sampah
Sebelumnya, upaya untuk mengurangi sisa sampah yang tidak terkelola dapat ditekan hingga sekitar 280 ton. Namun, dengan meningkatnya produksi sampah, tantangan ini kembali muncul dan pemerintah daerah kini berkomitmen untuk menghadirkan berbagai inovasi dalam penanganan masalah ini.
- Pembangunan fasilitas Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) sebagai solusi utama.
- Koordinasi dengan Kementerian Lingkungan Hidup untuk menentukan lokasi proyek.
- Pemasangan infrastruktur yang mendukung pengolahan sampah yang lebih baik.
- Peningkatan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pengelolaan sampah.
- Inovasi teknologi dalam pengolahan sampah untuk menghasilkan energi terbarukan.
Inovasi Pembangunan Fasilitas PSEL
Langkah strategis yang sedang didorong oleh Bupati adalah pembangunan fasilitas Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL). Fasilitas ini diharapkan dapat menjadi solusi efektif untuk menangani masalah produksi sampah yang semakin meningkat. Dadang menjelaskan bahwa pihaknya telah berkomunikasi dengan Kementerian Lingkungan Hidup terkait dengan lokasi yang tepat untuk proyek ini.
Pada awalnya, opsi pengembangan fasilitas ini direncanakan berada di kawasan Sarimukti. Namun, setelah melakukan diskusi lebih lanjut dengan pemerintah pusat, lokasi Oxbow Cicukang di Kecamatan Margaasih dianggap lebih layak untuk pengembangan. “Tadi malam ada telepon dari pak menteri, ternyata lebih condong dan setuju di Oxbow Cicukang, Margaasih, yang memang lokasi dan existing-nya sudah berjalan,” ujarnya.
Kelebihan Lokasi Oxbow Cicukang
Menurut Bupati, lokasi Oxbow Cicukang memiliki banyak keunggulan, salah satunya adalah kedekatannya dengan aliran Sungai Citarum yang akan memenuhi kebutuhan air untuk operasional fasilitas PSEL. “PSEL tidak terlepas dari kebutuhan air minimal 1.000 kubik per hari. Kalau di Sarimukti itu jaraknya jauh, hampir 25 kilometer dari Cirata, jadi ini juga jadi kendala,” jelasnya. Keberadaan akses air yang memadai menjadi salah satu faktor penting dalam kesuksesan proyek ini.
Langkah Selanjutnya
Dalam waktu dekat, Dinas Lingkungan Hidup akan melakukan survei lanjutan untuk memastikan kesiapan lahan yang minimal harus seluas lima hektare. Kesiapan lahan ini sangat penting agar pembangunan fasilitas PSEL dapat berjalan sesuai rencana dan memenuhi semua persyaratan yang ditetapkan.
Di sisi lain, Kang DS, sapaan akrab dari Bupati Dadang Supriatna, juga menginstruksikan kepada semua camat dan kepala desa untuk bergerak cepat dalam menangani persoalan sampah di wilayah masing-masing. Ia menekankan bahwa setiap level pemerintahan harus berkontribusi dalam menciptakan solusi yang efektif dan berkelanjutan.
Pentingnya Inovasi Lokal
“Inovasi di tingkat lokal sangat penting sembari kita menunggu pembangunan PSEL yang diperkirakan akan memakan waktu dua hingga tiga tahun. Kami berharap masyarakat juga dapat berperan aktif dalam pengelolaan sampah di lingkungan mereka,” ujar Bupati. Hal ini menunjukkan bahwa kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat adalah kunci untuk mencapai solusi yang berkelanjutan terhadap masalah produksi sampah 1.800 ton per hari ini.
➡️ Baca Juga: Marquez Segera Tanda Tangan Kontrak Terbaru bersama Ducati: Optimasi SEO untuk Peringkat Google
➡️ Baca Juga: 10 Gaya Hijab Syar’i dan Rok yang Stylish, Tetap Sopan dan Menarik Perhatian




