Tren “Bed Rotting” di Kalangan Gen Z dan Dampaknya Terhadap Kesehatan Mental yang Perlu Diketahui

Tren baru yang sedang berkembang di kalangan Generasi Z, yang dikenal sebagai “bed rotting”, telah menarik perhatian banyak orang. Istilah ini berasal dari bahasa Inggris yang secara harfiah berarti “membusuk di tempat tidur”. Namun, maksud dari fenomena ini jauh lebih kompleks daripada sekadar menghabiskan waktu di tempat tidur.
Memahami Konsep “Bed Rotting”
Bed rotting bukanlah sekadar aktivitas tidur yang biasa. Lebih daripada itu, ini merujuk pada kebiasaan menghabiskan waktu yang cukup lama terbaring di kasur, melakukan aktivitas yang bersifat pasif. Aktivitas tersebut meliputi menonton film, bermain game, atau bahkan scroll media sosial tanpa henti. Kebiasaan ini menjadi semacam pelarian bagi banyak orang, terutama setelah menjalani rutinitas yang melelahkan.
Generasi Z seringkali menganggap rebahan di tempat tidur sebagai cara untuk memberikan reward diri sendiri, sebuah bentuk penyembuhan dari kelelahan baik mental maupun fisik. Namun, tantangan muncul ketika kebiasaan ini berlangsung terlalu lama, menciptakan risiko yang mengancam kesehatan mental mereka.
Dampak Bed Rotting Terhadap Kesehatan Mental
Para ahli kesehatan memperingatkan tentang batas tipis antara istirahat yang bermanfaat dan kebiasaan berbahaya. Menurut Nicole Hollingshead, seorang psikolog klinis di Ohio State University Wexner Medical Center, fenomena ini dapat memberikan rasa aman bagi individu untuk tidak melakukan apa-apa tanpa merasa bersalah. Dalam konteks masyarakat yang sering menekankan pentingnya produktivitas, hal ini menjadi masalah yang perlu diwaspadai.
“Kita hidup di masyarakat yang mengagungkan kesibukan,” ungkap Hollingshead. “Sering kali kita merasa bersalah ketika kita tidak melakukan sesuatu. Bed rotting menciptakan ruang untuk tidak merasa bersalah dalam keadaan diam.” Hal ini menunjukkan bahwa ada kebutuhan untuk memahami keseimbangan antara produktivitas dan waktu untuk diri sendiri.
Manfaat dan Risiko Bed Rotting
Menariknya, dalam dosis kecil, aktivitas rebahan ini dapat memberikan manfaat. Psikolog Courtney DeAngelis dari NewYork-Presbyterian menjelaskan bahwa berbaring di tempat tidur dapat memberikan ketenangan bagi tubuh dan membantu meredakan stres serta kelelahan yang ekstrem. Namun, jika berlebihan, kebiasaan ini dapat menimbulkan dampak buruk yang serius bagi kesehatan mental.
- Menurunnya motivasi untuk beraktivitas.
- Peningkatan rasa cemas dan depresi.
- Gangguan pola tidur yang sehat.
- Ketidakmampuan untuk berinteraksi sosial.
- Penurunan kesehatan fisik akibat kurangnya gerakan.
Statistik dan Tren di Kalangan Gen Z
Menurut survei yang dilakukan oleh American Academy of Sleep Medicine (AASM) pada tahun 2024, sekitar 37 persen orang Amerika telah mencoba tren tidur viral ini. Angka ini menunjukkan betapa populernya bed rotting, terutama di kalangan Gen Z, di mana 55 persen dari mereka mengakui pernah mencobanya. Lebih dari sepertiga Gen Z, atau sekitar 24 persen, secara aktif menerapkan praktik bed rotting dalam kehidupan sehari-hari mereka.
Data tersebut mencerminkan perubahan signifikan dalam cara orang menghabiskan waktu di tempat tidur. Kini, lebih dari setengah individu melaporkan menghabiskan setidaknya 30 menit di atas kasur sebelum berusaha untuk tidur. Selain itu, 27 persen melanjutkan kebiasaan ini di pagi hari sebelum mereka benar-benar bangun dari tidur.
Mencari Keseimbangan
Dengan meningkatnya popularitas bed rotting, penting bagi Generasi Z untuk menemukan keseimbangan yang sehat antara waktu istirahat dan aktivitas produktif. Sementara rebahan sesekali dapat menjadi cara yang baik untuk mengisi kembali energi, penting untuk menyadari kapan kebiasaan ini mulai mengganggu kesehatan mental dan fisik.
- Menetapkan batas waktu untuk rebahan.
- Mengganti sebagian waktu rebahan dengan aktivitas fisik.
- Menciptakan rutinitas tidur yang konsisten.
- Melibatkan diri dalam hobi atau kegiatan sosial.
- Mencari dukungan profesional jika merasa terjebak dalam pola negatif.
Dengan pendekatan yang bijak, Generasi Z dapat menikmati manfaat bersantai tanpa mengorbankan kesehatan mental mereka. Memahami batasan dan dampak dari kebiasaan ini adalah langkah pertama menuju kesejahteraan yang lebih baik.
Akhir Kata
Bed rotting mungkin terlihat seperti tren yang menyenangkan, tetapi di balik itu ada tantangan yang perlu dihadapi oleh Generasi Z. Memperhatikan kesehatan mental adalah hal yang sangat penting, dan dengan kesadaran serta tindakan yang tepat, mereka dapat menikmati waktu istirahat tanpa terjebak dalam kebiasaan yang merugikan.
➡️ Baca Juga: Spesifikasi dan Harga realme 16 5G Resmi di Indonesia, Ini Keunggulannya
➡️ Baca Juga: Stok Minyakita di Gudang Bulog Tanjungpinang Hanya Tersisa 3.600 Liter



