Pemkab Lebak Ajak Masyarakat Kasepuhan Tingkatkan Produksi Pangan Secara Berkelanjutan

Peningkatan produksi pangan berkelanjutan menjadi salah satu fokus utama bagi Pemerintah Kabupaten Lebak, Banten. Dalam upaya tersebut, Pemkab Lebak berkomitmen untuk mendorong masyarakat Kasepuhan agar dapat meningkatkan hasil panen mereka. Dari yang sebelumnya mencapai lima ton, diharapkan dapat meningkat menjadi enam ton gabah kering pungut (GKP) per hektare. Hal ini bertujuan untuk memastikan ketersediaan pangan yang memadai serta mendukung kesejahteraan ekonomi masyarakat setempat.
Panen Raya dan Ketersediaan Pangan
Kepala Bidang Produksi Dinas Pertanian Kabupaten Lebak, Deni Iskandar, mengungkapkan bahwa saat ini masyarakat Kasepuhan sedang memasuki masa panen raya, khususnya di daerah Kasepuhan Cisitu yang terletak di Kecamatan Cibeber. Panen raya ini diharapkan dapat memenuhi kebutuhan pangan lokal serta memberikan dampak positif terhadap perekonomian masyarakat.
Deni juga menegaskan pentingnya peningkatan produksi pangan, dengan harapan petani dari masyarakat adat Kasepuhan mampu meningkatkan hasil panen mereka dari lima ton menjadi enam ton GKP per hektare. Hal ini tidak hanya berdampak pada ketersediaan pangan, tetapi juga dapat meningkatkan pendapatan petani.
Tradisi Panen yang Berkelanjutan
Masyarakat Kasepuhan memiliki tradisi panen yang berlangsung setahun sekali, dengan siklus panen yang berlangsung selama enam bulan. Mereka mengandalkan varietas benih lokal yang telah terbukti cocok dengan kondisi tanah dan iklim setempat. Selain itu, setelah panen padi, masyarakat Kasepuhan juga mengembangkan budi daya ikan, seperti ikan emas, mujaer, dan nila.
- Panen padi berlangsung setiap enam bulan.
- Varietas benih lokal yang digunakan sangat sesuai dengan lingkungan.
- Setelah panen, masyarakat juga membudidayakan ikan.
- Kegiatan pertanian dan perikanan saling melengkapi untuk ketahanan pangan.
- Masyarakat Kasepuhan memiliki pengetahuan tradisional yang mendalam dalam bertani.
Kearifan Lokal dalam Pertanian
Kearifan lokal yang dimiliki oleh masyarakat Kasepuhan sangat berharga dalam mendukung ketahanan pangan. Mereka telah menerapkan sistem pertanian yang berkelanjutan dan berbasis pada kecukupan, bukan berlebihan. Deni menekankan bahwa pola tanam yang diterapkan mampu menjaga keseimbangan ekosistem dan sumber daya alam.
Lebih lanjut, Deni menyatakan bahwa pemanfaatan lahan ulayat adat oleh masyarakat Kasepuhan memiliki potensi besar dalam mendukung ketahanan pangan daerah. Namun, diperlukan sinergi antara pemerintah dan masyarakat tanpa menghilangkan nilai-nilai kearifan lokal yang telah ada sejak lama.
Peran Adat Kasepuhan dalam Ketahanan Pangan
Ketua Umum Adat Kasepuhan Banten Kidul, Sukanta, menambahkan bahwa hingga saat ini, masyarakat Kasepuhan tidak mengalami krisis pangan dari hasil pertanian padi sawah. Mereka memiliki cadangan pangan yang melimpah, yang disimpan dalam leuit atau lumbung padi, dan dapat bertahan selama puluhan tahun. Masyarakat adat juga memiliki larangan untuk menjual pangan, sehingga mereka memiliki kemandirian dalam memenuhi kebutuhan pangan mereka sendiri.
- Ketersediaan pangan yang melimpah di masyarakat Kasepuhan.
- Leuit sebagai cadangan pangan keluarga.
- Larangan menjual hasil pertanian untuk menjaga kedaulatan pangan.
- Pengakuan hak ulayat sebagai perlindungan bagi masyarakat adat.
- Partisipasi aktif dalam program swasembada pangan.
Pengakuan dan Dukungan Pemerintah
Sukanta mengapresiasi langkah pemerintah yang memberikan pengakuan terhadap hak ulayat masyarakat Kasepuhan. Hal ini memberikan rasa tenang dan nyaman bagi masyarakat untuk terus berkontribusi dalam program swasembada pangan yang dicanangkan oleh pemerintah. Ia menekankan bahwa jika hak-hak masyarakat adat tidak dilindungi, maka mereka akan kesulitan dalam mengelola sektor pertanian untuk memenuhi kebutuhan pangan mereka.
Program-program yang diluncurkan oleh pemerintah, seperti dukungan teknik budidaya dan penyediaan benih berkualitas, sangat penting untuk meningkatkan produksi pangan berkelanjutan. Dengan adanya dukungan ini, diharapkan masyarakat Kasepuhan bisa mengoptimalkan potensi lahan yang mereka miliki dan meningkatkan hasil pertanian secara signifikan.
Strategi Peningkatan Produksi Pangan Berkelanjutan
Untuk meningkatkan produksi pangan berkelanjutan, beberapa strategi dapat diterapkan oleh masyarakat Kasepuhan, antara lain:
- Penerapan teknik pertanian yang ramah lingkungan.
- Penggunaan varietas benih unggul yang sesuai dengan karakteristik lahan.
- Peningkatan keterampilan petani melalui pelatihan dan pendidikan.
- Kolaborasi antara petani dan pemerintah dalam pengembangan teknologi pertanian.
- Pembangunan infrastruktur pendukung, seperti irigasi dan penyimpanan hasil panen.
Dengan mengimplementasikan strategi-strategi tersebut, diharapkan masyarakat Kasepuhan dapat mencapai target produksi pangan yang lebih tinggi dan berkelanjutan. Hal ini tidak hanya bermanfaat bagi mereka secara ekonomi, tetapi juga untuk menjaga ketersediaan pangan di wilayah tersebut.
Kesinambungan dan Masa Depan Pertanian di Kasepuhan
Keberlangsungan produksi pangan berkelanjutan di Kasepuhan sangat bergantung pada komitmen semua pihak, baik dari masyarakat, pemerintah, maupun lembaga terkait. Dalam konteks ini, penting untuk menciptakan lingkungan yang mendukung bagi petani untuk berinovasi dan beradaptasi dengan perubahan yang ada.
Dengan memanfaatkan teknologi modern dan tetap menghormati kearifan lokal, masyarakat Kasepuhan dapat menciptakan sistem pertanian yang tidak hanya produktif, tetapi juga berkelanjutan dan ramah lingkungan. Ini akan menjadi langkah penting menuju kedaulatan pangan yang lebih baik dan kesejahteraan masyarakat Kasepuhan di masa depan.
Secara keseluruhan, peningkatan produksi pangan berkelanjutan di Kabupaten Lebak, khususnya di kalangan masyarakat Kasepuhan, menunjukkan bagaimana kolaborasi antara tradisi dan inovasi dapat menghasilkan hasil yang optimal. Dengan dukungan yang tepat, masyarakat Kasepuhan bisa menjadi contoh bagi daerah lain dalam mencapai kemandirian pangan yang berkelanjutan.
➡️ Baca Juga: John Herdman Rekrut 41 Pemain Timnas Indonesia: Seri FIFA 2026, Lihat Daftarnya!
➡️ Baca Juga: Cuaca Jakarta Hari Ini: Berawan Tebal, Hujan, dan Suhu 24-29 Derajat Celsius



