Stephanie Poetri Jelaskan Inspirasi Angkot dalam Lagu honk! Karya no na

Jakarta – Stephanie Poetri baru-baru ini mengungkapkan latar belakang lagu “honk!” yang diciptakan untuk grup musik no na, dengan fokus pada transportasi angkutan kota, atau yang lebih dikenal dengan sebutan angkot. Tak disangka, lagu ini menjadi viral, meskipun Stephanie sebelumnya telah menjalin kerja sama dengan no na dalam penulisan lagu kedua mereka berjudul “superstitious.” Dalam sebuah wawancara, Stephanie mengungkapkan, “Sebenarnya aku tidak terlalu menyangka, karena sudah cukup lama aku bekerja sama dengan no na. Lagu kedua mereka juga aku yang tulis.” Dia juga menjelaskan bahwa konsep awal lagu no na terinspirasi oleh nuansa musik tahun 80-an, yang dirancang agar dapat dinikmati oleh pendengar di berbagai belahan dunia, termasuk Indonesia dan Amerika Serikat.

Proses Kreatif dan Inspirasi di Balik Lagu

Salah satu lagu yang mencuri perhatian adalah “honk!” yang dirilis pada 31 Juli lalu. Lagu ini muncul dari percakapan santai Stephanie dengan teman-teman musisi, terutama Piau. “Saat itu, aku bercerita tentang malasnya berjalan ke tempat kerja dan bagaimana panasnya cuaca. Aku bilang, ‘Enak kali ya kita naik angkot saja,’” kenangnya. Dari obrolan tersebut, lahirlah ide untuk menciptakan lagu yang terinspirasi dari angkot. “Aku bahkan bercanda, ‘Ada yang mau beli mobil besar dan menjemput kita semua?’ dan menyebutnya Angkot Piau, karena Piau adalah salah satu penulis dan sahabatku,” tambahnya.

Pengalaman Masa Kecil di Indonesia

Stephanie Poetri menjelaskan bahwa banyak lagu yang ia ciptakan terinspirasi dari pengalamannya tumbuh besar di Indonesia. “Banyak konsepnya berasal dari cerita-cerita saat aku tumbuh di sini,” ujarnya. Hal ini menunjukkan bagaimana pengalaman pribadi dapat menjadi sumber inspirasi yang kaya bagi seorang musisi. Keterlibatan anggota no na lainnya—Christy Gardena, Esther Geraldine, Baila Fauri, dan Shazfa Adesya—juga berperan penting dalam memperkaya warna lagu-lagu yang mereka hasilkan. “Setelah lagu selesai, mereka menambahkan detail sesuai pengalaman mereka masing-masing. Mereka sering mengatakan, ‘Aku mau mengganti ini,’ dan aku selalu mendukung setiap perubahan yang mereka inginkan,” jelasnya.

Perasaan Bangga Melihat Penampilan Langsung

Stephanie merasa bangga melihat pencapaian no na, terutama saat mereka pertama kali membawakan lagu “honk!” secara langsung di atas panggung. “Setelah festival, aku menonton mereka menyanyikan lagu itu. Moment itu sangat mengesankan, dan aku ingat betul bagaimana rasanya melihat karya yang kami buat bersama dihidupkan di depan penonton,” ungkapnya. Melihat lagu yang diciptakan dari pengalaman dan obrolan santai dapat dinikmati oleh banyak orang adalah sebuah pencapaian yang sangat berarti bagi seorang musisi.

Pentingnya Kolaborasi dalam Musik

Stephanie Poetri juga menekankan betapa pentingnya kolaborasi dalam dunia musik. Menurutnya, kerja sama antara berbagai pihak dalam sebuah proyek musik dapat menghasilkan karya yang lebih kaya dan beragam. “Setiap anggota grup memiliki keunikan dan pengalaman yang berbeda, yang membuat musik kami semakin berwarna,” jelasnya. Hal ini juga menunjukkan bahwa kolaborasi bukan hanya tentang menciptakan lagu, tetapi juga tentang berbagi pengalaman dan perspektif yang berbeda.

Refleksi terhadap Budaya Indonesia

Melalui lagu-lagunya, Stephanie tidak hanya ingin menghibur pendengar, tetapi juga ingin merefleksikan budaya dan kehidupan sehari-hari di Indonesia. Lagu “honk!” misalnya, menggambarkan bagaimana angkot menjadi bagian penting dari kehidupan masyarakat urban. “Aku ingin orang-orang mendengar lagu ini dan bisa merasakan kehidupan di Indonesia, terutama bagi mereka yang mungkin tidak pernah merasakannya langsung,” katanya. Dengan cara ini, Stephanie berusaha menjembatani budaya lokal dengan audiens yang lebih luas.

Kekuatan Musik sebagai Sarana Komunikasi

Musik memiliki kekuatan untuk menyampaikan pesan dan menjalin koneksi antara berbagai budaya. Stephanie percaya bahwa lagu-lagu yang ia ciptakan dapat menjadi jembatan komunikasi antara pendengar dari latar belakang yang berbeda. “Aku berharap dengan mendengarkan lagu-lagu kami, orang-orang dapat memahami dan merasakan pengalaman yang berbeda,” tambahnya. Ini menunjukkan bahwa musik bukan hanya sekadar hiburan, tetapi juga alat untuk memahami dan menghargai keragaman budaya.

Menjalani Perjalanan Karier Musik

Stephanie Poetri juga berbagi pandangannya tentang perjalanan kariernya di industri musik. Ia mengakui bahwa perjalanan ini tidak selalu mudah, tetapi setiap tantangan memberikan pelajaran berharga. “Setiap langkah dalam karier ini membuatku semakin menghargai prosesnya,” ujarnya. Ia berharap generasi muda tidak takut untuk mengejar impian mereka di dunia musik, meskipun ada banyak rintangan yang harus dihadapi.

Pesan untuk Generasi Muda

Dalam wawancaranya, Stephanie juga memberikan pesan kepada generasi muda yang bercita-cita untuk berkarier di bidang musik. “Jangan ragu untuk mengeksplorasi dan menemukan suara kalian sendiri,” katanya. Menurutnya, penting untuk tetap autentik dan jujur dalam menciptakan musik. “Jadilah dirimu sendiri dan jangan takut untuk bereksperimen,” tambahnya. Dengan semangat ini, Stephanie berharap dapat menginspirasi banyak orang untuk berani mengejar passion mereka.

Membangun Komunitas Musik yang Kuat

Stephanie juga menyoroti pentingnya membangun komunitas yang mendukung di dunia musik. Ia percaya bahwa kolaborasi antar musisi dapat menciptakan lingkungan yang sehat dan produktif. “Kami harus saling mendukung satu sama lain untuk tumbuh dan berkembang,” jelasnya. Dalam komunitas yang kuat, setiap individu dapat saling berbagi pengalaman, pengetahuan, dan inspirasi.

Peran Komunitas dalam Karier Musik

Komunitas musik yang solid dapat memberikan dukungan emosional dan profesional bagi para musisi. Stephanie menyebutkan, “Ketika kita memiliki teman-teman di industri yang memahami perjuangan kita, semuanya menjadi lebih mudah.” Hal ini menunjukkan bahwa keberadaan komunitas sangat penting untuk memberikan motivasi dan semangat bagi para musisi untuk terus berkarya. Dengan saling mendukung, mereka dapat mencapai tujuan bersama.

Dengan segala pengalaman dan pemikirannya, Stephanie Poetri tidak hanya berkontribusi pada dunia musik dengan karyanya, tetapi juga menginspirasi banyak generasi muda untuk berani mengejar impian mereka. Melalui lagu “honk!” dan berbagai kolaborasi lainnya, ia menunjukkan bagaimana angkot dapat menjadi simbol kehidupan sehari-hari yang relatable, sekaligus menggambarkan keberagaman budaya yang ada di Indonesia.

➡️ Baca Juga: Aldila/Janice Mengalami Kekalahan di Perempat Final Madrid Open dengan Dramatis

➡️ Baca Juga: Singapura dan Hong Kong Tingkatkan Strategi untuk Menjadi Pusat Perdagangan Emas Global

Exit mobile version