Sasa Santan Torehkan Rekor MURI dengan Sajikan 1.447 Porsi Opor untuk Nikmati Bersama Masyarakat

Siapa yang tak tergoda dengan kenikmatan opor ayam di hari Lebaran? Bagi masyarakat Indonesia, opor ayam menjadi hidangan wajib yang selalu dinanti saat Lebaran tiba. Nah, bayangkan betapa menggugah selera jika ada 1.447 porsi opor ayam dihidangkan sekaligus? Itulah yang berhasil dilakukan oleh Sasa Santan dalam perhelatan Sasa OPORasi Lebaran Food Festival yang berlangsung di Q-Big BSD City. Dalam festival tersebut, Sasa Santan mencetak rekor baru dalam MURI dengan berhasil memasak 1.447 porsi opor ayam. Festival ini tak hanya memberikan pengalaman kuliner yang tak terlupakan bagi pengunjung, tapi juga menegaskan kualitas produk Sasa Santan.
Mengukir Sejarah Lewat Opor Ayam
Perhelatan Sasa OPORasi Lebaran Food Festival tak hanya menjadi ajang memanjakan lidah para penikmat kuliner, namun juga menjadi momen bersejarah. Sasa Santan berhasil mencetak rekor MURI dengan memasak 1.447 porsi opor ayam. Angka tersebut bukanlah angka sembarangan, melainkan melambangkan tahun 1447 Hijriah, bertepatan dengan perayaan Hari Raya Idul Fitri.
Lebih dari sekadar pencapaian, ini merupakan bentuk apresiasi Sasa Santan terhadap tradisi kuliner Indonesia, khususnya tradisi menyantap opor ayam di hari Lebaran. “Ini bukan hanya tentang pencapaian rekor, ini adalah cara kami merayakan kebersamaan,” ungkap Nanda Rahmanu, Marketing Manager PT. Sasa Inti.
Sasa Santan: Menyajikan Kenikmatan Opor Ayam
Sasa Santan bukan hanya sekadar mencatatkan namanya dalam buku rekor MURI, namun juga membuktikan bahwa opor ayam bisa disajikan dalam jumlah besar tanpa mengurangi kualitas rasa. “Kami ingin membuktikan bahwa menyajikan opor dalam jumlah besar tetap bisa dilakukan dengan praktis. Kualitas rasanya dipastikan selalu konsisten, gurih, dan creamy,” lanjut Nanda.
Tidak hanya itu, Sasa Santan juga menegaskan komitmennya terhadap kualitas produk melalui berbagai aktivitas dalam acara tersebut, termasuk sesi Dapur OPORasi Lebaran dan Uji Tidak Mudah Pecah. Di sini, peserta dapat langsung melihat dan merasakan kualitas Sasa Santan.
Festival yang Menghangatkan Hati
Festival ini juga dihadiri oleh berbagai pihak, mulai dari peserta memasak, anggota berbagai komunitas, warga sekitar, hingga masyarakat umum. Selain itu, festival ini juga dimeriahkan dengan kehadiran selebritas seperti Inul Daratista dan Adam Suseno. Hal ini membuat festival ini tidak hanya menjadi ajang kuliner, namun juga sarana kebersamaan yang hangat dan menyenangkan.
Salah satu momen yang paling ditunggu-tunggu dalam festival ini adalah saat berbuka puasa bersama. “Kami ingin siapa pun yang hadir bisa merasakan hangatnya momen berbuka bersama, sekaligus membawa pulang inspirasi untuk menghadirkan opor yang gurih dan nikmat dengan Sasa Santan, sebagai hidangan yang selalu dinanti saat Lebaran,” tutur Nanda.
Keutamaan Idul Fitri dalam Kajian Ramadan
Dalam rangkaian acara tersebut, Sasa Santan juga mengadakan Kajian Ramadan dengan tema “Keutamaan Idul Fitri” bersama Ustadz Subki Al-Bughury. Kajian ini tidak hanya menambah wawasan keagamaan, namun juga semakin memperkuat makna dari perayaan Idul Fitri itu sendiri. Dengan demikian, Sasa Santan berhasil menghadirkan momen kebersamaan yang lebih bermakna di bulan suci Ramadhan.
Sasa Santan, Menciptakan Rekor dan Kenikmatan Bersama
Melalui Sasa OPORasi Lebaran Food Festival, Sasa Santan tidak hanya mencetak rekor MURI, namun juga berbagi kebahagiaan dan kebersamaan melalui sajian opor ayam. Festival ini menjadi bukti bahwa Sasa Santan tidak hanya fokus pada pencapaian dan kualitas produk, namun juga pada nilai-nilai kebersamaan dan kekeluargaan yang menjadi inti dari perayaan Lebaran. Sebuah pencapaian yang patut diapresiasi, dan tentunya, sebuah kenikmatan opor ayam yang selalu dinanti.
➡️ Baca Juga: Strategi Efektif Mengalokasikan THR untuk Dana Pendidikan Anak Anda
➡️ Baca Juga: John Herdman Rekrut 41 Pemain Timnas Indonesia: Seri FIFA 2026, Lihat Daftarnya!

