BINTAN, KEPULAUAN RIAU – Dalam upaya meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya konsumsi ikan, Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau melalui Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP Kepri) meluncurkan kegiatan Safari Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan) 2026 di Kabupaten Bintan. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat pola makan bergizi dan seimbang serta menurunkan angka stunting di wilayah tersebut.
Tujuan Safari Gemarikan 2026
Kepala Bidang Pengolahan dan Pemasaran DKP Kepri, Ade Ovita, menyampaikan bahwa Safari Gemarikan memiliki beberapa tujuan penting. “Kami berharap melalui kegiatan ini, masyarakat akan lebih menyadari dan memahami manfaat konsumsi ikan sebagai bagian dari pola makan sehat,” ungkapnya saat membuka acara di Aula Kantor Lurah Sei Lekop, Kecamatan Bintan Timur, pada Rabu (12/8).
Meningkatkan Kesadaran Konsumsi Ikan
Salah satu fokus utama dari Safari Gemarikan adalah meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menjadikan ikan sebagai komponen utama dalam pemenuhan gizi keluarga. Dengan mengonsumsi ikan secara teratur, diharapkan masyarakat dapat memenuhi kebutuhan nutrisi yang diperlukan untuk pertumbuhan dan perkembangan yang optimal.
Pemenuhan Kebutuhan Gizi
Safari ini juga bertujuan untuk membantu memenuhi kebutuhan gizi, terutama bagi kelompok rentan seperti ibu hamil, ibu menyusui, dan balita. Dengan memfokuskan pada kelompok ini, diharapkan dapat mendukung upaya penurunan angka stunting yang masih menjadi masalah serius di Indonesia.
Kelebihan Ikan sebagai Sumber Gizi
Menurut Ade, ikan merupakan sumber protein yang sangat baik, memiliki harga yang terjangkau, dan mudah diakses di wilayah Kepulauan Riau. “Dengan 96 persen wilayah kami berupa lautan, ikan sangat mudah didapat dan cocok untuk dijadikan menu utama dalam keluarga,” katanya.
- Ikan kaya akan protein dan asam lemak omega-3.
- Mendukung kesehatan otak dan perkembangan anak.
- Relatif murah dibandingkan sumber protein lainnya.
- Mudah didapat di pasar lokal.
- Dapat diolah menjadi berbagai hidangan yang lezat.
Meningkatkan Angka Konsumsi Ikan di Kepri
DKP Kepri juga berupaya untuk meningkatkan Angka Konsumsi Ikan (AKI) di provinsi ini. Pada tahun 2025, AKI di Kepri diproyeksikan mencapai 69,64 kilogram per kapita per tahun. Dengan adanya Safari Gemarikan, diharapkan masyarakat semakin terdorong untuk menjadikan ikan sebagai bagian dari pola konsumsi sehari-hari.
Pentingnya Pola Konsumsi yang Beragam
“Mari kita tingkatkan kesadaran tentang pentingnya mengonsumsi ikan secara cukup, aman, dan beragam. Ini adalah langkah sederhana yang dapat diambil oleh setiap keluarga untuk mendukung pemenuhan gizi dan kesehatan,” seru Ade, mengajak masyarakat untuk lebih aktif dalam konsumsi ikan.
Program Bantuan Ikan Segar
Setelah acara Safari Gemarikan, DKP Kepri juga memberikan 50 paket bantuan yang berisi berbagai jenis ikan segar kepada mereka yang berhak, termasuk ibu hamil, ibu menyusui, dan balita. Bantuan ini diharapkan dapat langsung bermanfaat bagi penerima dalam mengakses sumber gizi yang berguna untuk kesehatan mereka dan anak-anak.
Dengan langkah-langkah yang diambil melalui Safari Gemarikan 2026, Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau berkomitmen untuk terus mendukung peningkatan gizi masyarakat, terutama bagi kelompok yang paling membutuhkan. Melalui kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan berbagai pemangku kepentingan, diharapkan angka stunting dapat berkurang dan masyarakat semakin sadar akan pentingnya konsumsi ikan sebagai bagian dari pola makan sehat.
➡️ Baca Juga: Pemerintah Provinsi Lampung Tingkatkan Sinergi dan Kemitraan Bersama Insan Pers
➡️ Baca Juga: Tiongkok Mengutuk Rencana AS untuk Memblokade Selat Hormuz yang Berpotensi Berbahaya
