Rehabilitasi Bendung Irigasi Ampek Jirek Padang Pariaman Senilai Rp979,6 Juta Setelah 10 Tahun Rusak

Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman, yang terletak di Sumatera Barat, telah mengambil langkah penting dengan merehabilitasi bendung irigasi Ampek Jirek yang telah mengalami kerusakan selama satu dekade. Kerusakan ini semakin diperparah oleh bencana hidrometeorologi yang terjadi pada tahun 2025. Untuk melaksanakan rehabilitasi ini, Pemkab Padang Pariaman mengalokasikan dana dari Transfer ke Daerah (TKD) sebesar Rp979,6 juta.
Pentingnya Bendung Irigasi Ampek Jirek
Bupati Padang Pariaman, John Kenedy Azis, menjelaskan bahwa pemulihan fungsi irigasi sangat krusial bagi para petani. Ketika sistem irigasi kembali beroperasi dengan baik, petani akan lebih mampu mengelola lahan sawah mereka, yang pada gilirannya akan berdampak positif terhadap perekonomian masyarakat lokal.
Bendung irigasi Ampek Jirek memiliki peran yang sangat strategis, karena mampu mengairi sekitar 125 hektare lahan pertanian, baik di Kabupaten Padang Pariaman maupun di Kota Pariaman. Dengan keberadaan bendung yang berfungsi baik, petani dapat memastikan pasokan air yang cukup untuk kebutuhan pertanian mereka.
Dampak Kerusakan Bendung
Namun, situasi tidak selalu ideal. Sekitar sepuluh tahun lalu, bendung ini mengalami kerusakan yang mengakibatkan gangguan serius pada pasokan air ke ratusan hektare lahan pertanian. Kerusakan ini semakin parah akibat bencana hidrometeorologi yang melanda pada akhir tahun lalu, yang turut menyumbang permasalahan pada infrastruktur vital di sektor pertanian.
Langkah Pemulihan Infrastruktur
Rehabilitasi bendung irigasi Ampek Jirek merupakan bagian integral dari upaya pemulihan infrastruktur yang terdampak bencana. Dengan dukungan dana TKD yang dikembalikan oleh pemerintah pusat, Pemkab Padang Pariaman berharap dapat mengatasi kerusakan yang telah lama mengganggu kegiatan pertanian masyarakat.
John Kenedy Azis menekankan bahwa rehabilitasi ini bukan hanya sekadar perbaikan fisik, melainkan juga bagian dari komitmen Pemkab untuk memastikan bahwa alokasi dana TKD digunakan secara tepat dan efektif. Terutama untuk pemulihan infrastruktur dasar yang telah lama tidak terawat dan sangat berdampak pada kehidupan masyarakat.
Kepentingan Dasar Masyarakat
Perbaikan sistem irigasi ini menjadi prioritas utama, mengingat kebutuhan petani yang selama bertahun-tahun telah merasakan dampak negatif dari kerusakan jaringan pengairan. Dalam upayanya, Pemkab Padang Pariaman bertekad untuk memastikan bahwa semua anggaran tersedia, termasuk dana TKD, diarahkan untuk program yang benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.
Harapan Pasca Rehabilitasi
Pemerintah daerah berharap bahwa setelah rehabilitasi selesai, bendung dan sistem irigasi yang ada dapat berfungsi secara optimal. Dengan demikian, petani akan mendapatkan kepastian dalam hal pasokan air untuk lahan pertanian mereka. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan produktivitas pertanian dan turut serta memperkuat ketahanan pangan serta ekonomi masyarakat secara keseluruhan.
Sejauh ini, Pemkab Padang Pariaman telah menerima pengembalian dana TKD dari pemerintah pusat sebesar Rp58,8 miliar. Namun, realisasinya hingga akhir Juli baru mencapai Rp309,4 juta, atau sekitar 0,53 persen dari total dana yang diperoleh. Ini menunjukkan perlu adanya upaya lebih lanjut untuk memaksimalkan penggunaan anggaran yang tersedia.
Pembagian Dana TKD
Pemerintah pusat sebelumnya telah memutuskan untuk mengembalikan dana TKD kepada beberapa provinsi, termasuk Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, dengan total nilai mencapai Rp10,6 triliun. Pembagian dana ini terdiri dari:
- Rp1,6 triliun untuk Provinsi Aceh serta 23 kabupaten/kota.
- Rp6,3 triliun untuk Provinsi Sumatera Utara dan 33 kabupaten/kota.
- Rp2,7 triliun untuk Sumatera Barat dan 19 kabupaten/kota.
Dengan langkah rehabilitasi yang diambil, diharapkan bendung irigasi Ampek Jirek tidak hanya berfungsi kembali, tetapi juga menjadi simbol dari komitmen pemerintah daerah dalam pemulihan dan pengembangan infrastruktur pertanian yang berkelanjutan. Ketersediaan air yang memadai akan menjadi kunci dalam mendukung peningkatan produktivitas pertanian dan kesejahteraan masyarakat di daerah tersebut.
➡️ Baca Juga: Bayi Nyaris Tertukar di RSHS: Polisi Lanjutkan Penyelidikan Secara Mendalam
➡️ Baca Juga: 27 Daerah Mempersembahkan Budaya pada Kirab Milangkala, Garut Jadi Pusat Perayaan



