Sebagai ajang balap mobil prestisius, Formula 2 tengah menghadapi tantangan signifikan dengan ancaman pembatalan dua seri balap yang dijadwalkan di Timur Tengah bulan depan. Konflik di kawasan tersebut menjadi alasan utama dibalik pertimbangan ini. Namun, dalam menghadapi situasi ini, penyelenggara telah menyiapkan sejumlah opsi alternatif yang siap digunakan.
Formula 2 Seri Bahrain dan Arab Saudi Terancam Batal
Di kalender Formula 2, dua seri yang menjadi sorotan adalah seri di Bahrain dan Arab Saudi. Kedua seri ini tidak hanya penting bagi Formula 2, tetapi juga menjadi bagian dari kalender pendukung Formula 1. Dengan ancaman pembatalan yang ada, penyelenggara balap mobil ini harus berpikir cepat dan cermat untuk menemukan solusi terbaik.
Penyelenggara Mencari Opsi Alternatif
Dan Towriss, CEO tim Cadillac Formula 1 Team, mengungkapkan bahwa opsi alternatif sedang dievaluasi oleh penyelenggara. Lokasi baru yang memungkinkan untuk menggantikan dua seri yang terancam batal sedang ditinjau. Hal ini penting untuk memastikan jadwal balap tetap berjalan dan tidak ada kekosongan yang signifikan.
Pembalap uji asal Amerika Serikat, Colton Herta, yang saat ini berlaga di Formula 2 dengan tim Hitech Grand Prix, menjadi salah satu pihak yang berkepentingan langsung dengan keputusan ini. Towriss mengakui bahwa jeda yang mungkin terjadi bagi Colton dan pembalap lainnya masih menjadi pertanyaan.
Jadwal Tes Pramusim dan Rencana Balapan
Menurut jadwal, Formula 2 dijadwalkan untuk menjalani sesi tes pramusim di Bahrain pada 25-27 Maret. Ini diikuti oleh akhir pekan balapan yang direncanakan berlangsung pada 10-12 April. Dengan adanya ancaman pembatalan, keputusan mengenai nasib seri Formula 2 diperkirakan akan diambil lebih cepat dibandingkan dengan keputusan untuk balapan Formula 1.
Jika memang dua seri di Timur Tengah ini benar-benar batal, maka Formula 2 tidak akan memiliki balapan hingga seri berikutnya di Monaco pada 4-7 Juni. Sementara itu, kalender Formula 1 tetap berjalan dengan seri di Miami dan Montreal pada bulan Mei.
Mencari Solusi untuk Menutup Kekosongan Jadwal
Salah satu solusi yang sedang dipertimbangkan adalah penyelenggaraan satu putaran mandiri di Eropa. Hal ini dapat menjadi opsi yang memungkinkan untuk menutup kekosongan jadwal, asalkan sirkuit yang dipilih memiliki infrastruktur sistem waktu (timing system) yang memadai. Namun, hingga saat ini belum ada keputusan resmi dan kesepakatan belum tercapai.
Menunggu Keputusan Resmi
Formula 1, di sisi lain, diperkirakan akan menunggu hingga mendekati batas waktu sebelum memutuskan nasib balapan di Bahrain dan Arab Saudi. Meski demikian, ekspektasi saat ini menunjukkan kedua balapan tersebut kemungkinan besar dibatalkan tanpa pengganti.
Batas waktu pengiriman logistik Formula 1 untuk seri Bahrain sendiri jatuh setelah Chinese Grand Prix yang digelar akhir pekan depan. Towriss mengatakan, “Kami akan membiarkan para pejabat mengambil keputusan yang diperlukan. Saya yakin mereka akan membuat keputusan terbaik untuk olahraga ini.”
➡️ Baca Juga: Rosenior Minta Chelsea Disiplin Lawan PSG
➡️ Baca Juga: Optimasi Produktivitas dengan Lini Laptop Lenovo Aura Edition: Solusi Cerdas untuk Kebutuhan Anda