Oppo dan Vivo Tegaskan Tidak Ada Kerja Sama dalam Pengembangan Teknologi Kamera Gimbal

Jakarta – Baru-baru ini, Oppo dan Vivo mengonfirmasi bahwa kedua perusahaan tidak memiliki rencana untuk berkolaborasi dalam pengembangan kamera gimbal yang berukuran compact. Selain itu, mereka juga menegaskan bahwa tidak ada kesepakatan resmi di antara keduanya terkait riset dan pengembangan produk kamera pocket yang direncanakan. Berita tentang potensi kerja sama ini muncul di tengah meningkatnya minat terhadap perangkat kamera gimbal portabel, yang dikenal dengan desainnya yang ringkas dan sistem stabilisasi mekanis, sehingga sangat cocok untuk merekam video dengan kualitas tinggi, terutama bagi para pembuat konten dan vlogger.

Pernyataan Resmi dari Oppo dan Vivo

Dalam sebuah pernyataan yang disampaikan kepada Nandu Bay Finance, Oppo dan Vivo menegaskan bahwa saat ini belum ada kesepakatan untuk melakukan penelitian dan pengembangan secara bersama. Kedua perusahaan ini juga menekankan bahwa mereka tidak memiliki rencana untuk meluncurkan produk kamera gimbal secara kolaboratif. Meskipun demikian, hal ini tidak berarti bahwa mereka mengesampingkan pengembangan teknologi gimbal. Justru sebaliknya, masing-masing perusahaan kini sedang fokus mengembangkan produk mereka sendiri secara terpisah.

Proyek Terpisah di Dalam Perusahaan

Meskipun Oppo dan Vivo membantah adanya kolaborasi, mereka tetap berkomitmen untuk mengembangkan kamera gimbal secara mandiri. Vivo, misalnya, telah memulai proyek pengembangan kamera vlog internal sejak akhir tahun 2025. Menariknya, Vivo telah membentuk tim yang terdiri dari lebih dari 200 anggota untuk fokus pada pengembangan produk tersebut. Ini menunjukkan bahwa Vivo memiliki perhatian dan dedikasi yang kuat untuk menciptakan perangkat kamera yang dirancang khusus untuk kebutuhan pembuatan konten.

Di sisi lain, Oppo juga dilaporkan tengah mengembangkan kamera gimbal mereka sendiri. Proyek ini awalnya dikenal dengan nama kode Fuyao dan diperkirakan akan memasuki fase peluncuran komersial pada kuartal keempat tahun 2026. Dengan demikian, meskipun kedua perusahaan berada di kategori produk yang sama, mereka memiliki jalur pengembangan yang berbeda dan terpisah.

Spekulasi Kerja Sama yang Muncul

Informasi mengenai pengembangan terpisah ini mungkin menjadi alasan munculnya spekulasi tentang kemungkinan kerja sama antara Oppo dan Vivo. Penting untuk dicatat bahwa kedua perusahaan ini memiliki pengalaman yang cukup luas dalam pengembangan teknologi kamera smartphone dan pemrosesan gambar. Namun, meskipun fokus mereka serupa, hal itu tidak berarti bahwa mereka akan bekerja sama dalam satu proyek yang sama.

Rumor dan Spesifikasi yang Beredar

Beberapa rumor sebelumnya menyebutkan bahwa kamera vlog yang sedang dikembangkan oleh kedua perusahaan mungkin akan menggunakan sensor beresolusi tinggi. Laporan yang muncul pada bulan Juni 2026 mengungkapkan bahwa calon kamera dari Oppo dan Vivo berpotensi menggunakan sensor Sony LYT-series dengan resolusi mencapai 200MP. Di samping itu, Oppo juga dikabarkan akan memanfaatkan teknologi pencitraan dari Hasselblad, sementara Vivo berkolaborasi dengan Zeiss. Namun, semua informasi ini masih berada dalam tahap spekulasi dan belum menjadi spesifikasi resmi dari produk yang akan diluncurkan.

Pasar Kamera Gimbal yang Kompetitif

Pengembangan kamera gimbal oleh Oppo dan Vivo terjadi di tengah pertumbuhan pesat di pasar kamera portabel. Data menunjukkan bahwa pengiriman kamera pintar handheld secara global telah mencapai lebih dari 16 juta unit pada tahun 2025, meningkat lebih dari 80% dibandingkan tahun sebelumnya. Pertumbuhan ini membuat sektor kamera gimbal menjadi sangat menarik bagi berbagai produsen teknologi.

Salah satu produk yang paling dikenal dalam kategori ini adalah DJI Osmo Pocket, yang telah mencatat penjualan kumulatif lebih dari 10 juta unit sejak diluncurkan pada Oktober 2023. Keberhasilan produk ini telah mendorong banyak perusahaan untuk bersaing di sektor yang sama, termasuk Oppo dan Vivo.

Strategi Masuk ke Pasar Gimbal

Keputusan Oppo dan Vivo untuk memasuki kategori kamera gimbal juga memiliki alasan strategis yang kuat. Mereka telah mengembangkan teknologi fotografi komputasional, pemrosesan video, dan kecerdasan buatan, serta memiliki ekosistem perangkat yang dapat mendukung pengembangan kamera khusus untuk pembuat konten. Namun, meskipun pengalaman dalam menciptakan smartphone dengan kamera berkualitas tinggi, pengembangan kamera gimbal tidaklah sederhana. Perangkat ini memerlukan kombinasi berbagai elemen, termasuk sensor, stabilisasi mekanis, pemrosesan gambar, dan perangkat lunak yang dapat menghasilkan rekaman video yang stabil dalam berbagai kondisi.

Kamera Gimbal Sebagai Proyek Terpisah

Dengan pernyataan terbaru dari kedua perusahaan, kamera gimbal yang sedang dikembangkan oleh Oppo dan Vivo seharusnya dilihat sebagai dua proyek yang berbeda. Tidak ada bukti yang mendukung klaim bahwa kedua perusahaan sedang bekerja sama dalam satu produk. Jika rencana masing-masing perusahaan berjalan sesuai dengan laporan yang ada, persaingan baru dapat muncul di antara keduanya.

Keduanya berpotensi mengadopsi pendekatan yang berbeda dengan memanfaatkan kekuatan masing-masing dalam teknologi pencitraan. Saat ini, baik Oppo maupun Vivo belum mengungkapkan informasi lengkap mengenai nama produk, spesifikasi akhir, harga, maupun jadwal peluncuran kamera gimbal mereka. Oleh karena itu, detail mengenai fitur teknis dan waktu kehadiran perangkat masih perlu menunggu pengumuman resmi dari masing-masing perusahaan.

Pernyataan mengenai tidak adanya kolaborasi ini juga memperjelas posisi kedua perusahaan. Oppo dan Vivo memang tengah mengerjakan proyek kamera gimbal, namun mereka melakukannya secara mandiri, tanpa adanya kesepakatan pengembangan bersama. Dengan demikian, persaingan di kategori kamera portabel akan berlangsung secara terpisah, dengan masing-masing perusahaan membawa teknologi dan strategi produk yang berbeda.

➡️ Baca Juga: OKX Luncurkan ORBIT, Platform Sosial untuk Meningkatkan Akurasi Strategi Anda

➡️ Baca Juga: Tembok Pasar Induk Kramat Jati Ambruk karena Penumpukan Sampah yang Menggunung

Exit mobile version