Maksimalkan Pemasaran Global dengan Desain Berbasis Kebudayaan Indonesia

Jakarta – Para desainer di Indonesia didorong untuk mengeksplorasi pasar internasional dengan memanfaatkan kekayaan budaya yang dimiliki. Menurut Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Menekraf) Teuku Riefky Harsya, budaya Indonesia dapat menjadi kekuatan bagi desainer grafis dalam menciptakan karya yang memiliki karakter unik dan siap bersaing di pangsa pasar global.
Memahami Potensi Budaya dalam Pemasaran Global
Keberagaman budaya yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia memberikan identitas dan ciri khas yang dapat menjadi keunggulan bagi karya desainer grafis nasional di tingkat internasional. Riefky menjelaskan bahwa potensi ini sangat besar, mengingat masing-masing daerah memiliki karakteristik budaya yang berbeda-beda.
“Desainer grafis Indonesia memiliki peluang luar biasa untuk tidak hanya menjadi tuan rumah di daerah mereka, tetapi juga membawa karya mereka ke panggung dunia,” tambah Riefky dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta.
Peran Asosiasi Desainer Grafis Indonesia (ADGI)
Riefky mengapresiasi kontribusi Asosiasi Desainer Grafis Indonesia (ADGI) dalam menciptakan ekosistem desain grafis yang kuat di tanah air. Dia menegaskan bahwa organisasi profesi ini perlu terus memberikan manfaat yang dapat dirasakan oleh anggotanya di seluruh wilayah, bukan hanya di kota-kota besar.
“ADGI harus memastikan bahwa manfaatnya dirasakan oleh seluruh anggota, termasuk mereka yang berada di luar kota besar,” jelasnya.
Kolaborasi untuk Memperkuat Ekosistem Kreatif
Wali Kota Jakarta Selatan, Syafrin Liputo, menekankan pentingnya kolaborasi antara berbagai pihak, termasuk pemerintah, asosiasi profesi, komunitas, dunia pendidikan, industri, dan pelaku bisnis. Kolaborasi ini diharapkan dapat memperluas peluang untuk kerja sama global serta meningkatkan daya saing karya desainer Indonesia.
“Kegiatan ini merupakan platform untuk merayakan karya serta mempertemukan desainer, seniman, komunitas, akademisi, dan pelaku industri kreatif dalam menciptakan ekosistem desain yang solid dan kompetitif,” ungkap Syafrin.
Desain Grafis sebagai Pintu Masuk Ekonomi Kreatif
Ritchie Ned Hansel, Ketua Umum ADGI, menyatakan bahwa desain grafis memiliki potensi besar untuk menjadi pintu masuk bagi pengembangan ekonomi kreatif melalui kolaborasi lintas disiplin. Ini menjadi salah satu fokus utama dalam ADGI Design Week 2026.
Acara yang berlangsung pada 14–18 Oktober 2026 di Astha 8 SCBD, Jakarta, ini akan menampilkan pameran, penghargaan, dan diskusi untuk memberi apresiasi kepada karya desainer grafis Indonesia serta memperkuat peran desain dalam berbagai bidang, termasuk diplomasi.
Mengangkat Pesan Desain Grafis sebagai Gateway
“Kami ingin menyampaikan bahwa desain grafis dapat menjadi gerbang bagi ekonomi kreatif. Kami membuka jalan multidisiplin dalam dunia desain. Dengan menunjukkan potensi yang dimiliki Indonesia, kami berharap dapat bersaing dengan lebih percaya diri di tingkat internasional,” ujar Ritchie.
Tema “OFF GRID” dalam ADGI Design Week 2026
Pada tahun 2026, ADGI Design Week akan mengusung tema “OFF GRID”, yang mengajak desainer untuk mengeksplorasi gagasan di luar batas dan pola kerja yang konvensional. Tema ini juga mendorong keberanian untuk mengembangkan pendekatan baru serta membuka peluang untuk kolaborasi lintas disiplin.
Melalui penyelenggaraan ini, diharapkan desain grafis tidak hanya berfungsi sebagai media komunikasi visual, tetapi juga dapat memperkuat identitas karya Indonesia serta membuka lebih banyak peluang bagi pelaku ekonomi kreatif untuk menjangkau pasar internasional.
➡️ Baca Juga: DPRD Lampung Minta ASDP Benahi Dermaga, Ini Alasannya
➡️ Baca Juga: Raih Hadiah Spesial Ramadan dari Kode Redeem FC Mobile 9 Maret 2026, Klaim Sekarang Juga!



