Makna Sebenarnya “In This Economy” Menurut Generasi Z dan Milenial yang Perlu Anda Ketahui

Istilah “in this economy” atau “dalam kondisi perekonomian saat ini” telah menjadi frasa yang sering diucapkan oleh generasi muda, terutama Gen Z dan milenial, baik di dunia nyata maupun di platform digital. Penggunaan istilah ini mencerminkan kekhawatiran serta pandangan mereka terhadap situasi ekonomi yang sedang berlangsung.
Konteks Ekonomi Saat Ini
Frasa ini merujuk pada kondisi makroekonomi yang mempengaruhi berbagai aspek kehidupan, termasuk produksi dan konsumsi yang berdampak pada keputusan finansial sehari-hari. Generasi muda, khususnya Gen Z, menghadapi tantangan yang unik dalam konteks ini.
Belakangan ini, mereka merasakan dampak dari ketidakstabilan ekonomi, seperti inflasi yang terus meningkat, tingginya tingkat pengangguran di kalangan pemuda, serta perkembangan teknologi, terutama kecerdasan buatan (AI), yang semakin mendominasi ruang diskusi di internet.
Peluang Kerja dan Tantangan
Salah satu isu yang menjadi sorotan utama adalah kesempatan kerja bagi generasi muda. Pemangku kepentingan, baik pemerintah maupun sektor swasta, perlu memperhatikan hal ini dengan serius. Peluang kerja yang terbatas dapat mempengaruhi pertumbuhan ekonomi dan kualitas hidup masyarakat.
Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS), diperkirakan jumlah penduduk Indonesia pada tahun 2025 akan mencapai 284,4 juta jiwa, dengan laju pertumbuhan penduduk sekitar 1,11 persen per tahun. Ini menunjukkan tantangan besar dalam menciptakan lapangan kerja yang cukup untuk memenuhi kebutuhan populasi yang terus bertambah.
Bonus Demografi: Peluang atau Tantangan?
Indonesia saat ini berada dalam fase bonus demografi, yang diprediksi akan berlangsung dari tahun 2020 hingga 2030. Dalam periode ini, generasi Z—yang mencakup individu yang lahir antara 1997 hingga 2012—merupakan kelompok demografis yang paling besar. Menurut BPS, mereka diperkirakan mencapai sekitar 27,94 persen dari total populasi, atau sekitar 74,93 juta jiwa di tahun 2025.
Bonus demografi seharusnya menjadi momentum untuk mendorong pertumbuhan ekonomi. Namun, jika tidak dikelola dengan baik, dapat menjadi tantangan yang serius. Hal ini tercermin dari data BPS yang menunjukkan bahwa hampir 10 juta Gen Z berusia 15-24 tahun masuk dalam kategori NEET (Tidak Bekerja, Tidak Sekolah, Tidak Pelatihan) pada tahun 2023. Angka ini sebagian besar didominasi oleh perempuan dan menyoroti masalah pengangguran serta kesenjangan keterampilan yang perlu segera ditangani.
Fenomena Media Sosial dan Aspirasi Generasi Muda
Media sosial telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan Gen Z. Awal tahun 2025, tagar “#KaburAjaDulu” menjadi viral di platform Twitter/X, menyuarakan keresahan anak-anak muda Indonesia mengenai kesulitan dalam mendapatkan pekerjaan yang layak. Mereka menginginkan gaji yang sepadan dan apresiasi yang cukup, serta persyaratan rekrutmen yang lebih inklusif.
Tagar ini seharusnya menjadi refleksi bagi pemerintah untuk menciptakan lebih banyak lapangan kerja yang sesuai dengan kebutuhan generasi muda. Aspirasi mereka tidak hanya sebatas keinginan untuk bekerja, tetapi juga harapan untuk memiliki kehidupan yang lebih stabil di masa depan.
Langkah Menuju Masa Depan yang Lebih Baik
Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli, memberikan penjelasan bahwa gerakan #KaburAjaDulu bukanlah ajakan untuk pergi, melainkan sebuah dorongan untuk meningkatkan kemampuan dan mendapatkan peluang kerja yang lebih baik, baik di dalam negeri maupun luar negeri. Harapannya, mereka yang bekerja di luar negeri dapat kembali dan berkontribusi untuk pembangunan bangsa.
Penting bagi pemerintah dan sektor swasta untuk menciptakan ekosistem yang mendukung pengembangan keterampilan dan penciptaan lapangan kerja. Ini termasuk investasi dalam pendidikan, pelatihan, dan program-program yang relevan dengan kebutuhan pasar.
Pendidikan dan Pelatihan: Kunci Sukses
Pendidikan yang berkualitas dan pelatihan yang tepat sangat penting untuk mempersiapkan generasi muda menghadapi tantangan di pasar kerja. Berikut adalah beberapa langkah yang dapat diambil:
- Kolaborasi antara institusi pendidikan dan industri untuk menciptakan kurikulum yang relevan.
- Penyediaan program pelatihan yang berfokus pada keterampilan yang dibutuhkan di era digital.
- Mendorong inovasi dan kewirausahaan di kalangan pemuda.
- Menyediakan akses yang lebih baik terhadap informasi mengenai peluang kerja.
- Membangun jaringan dukungan bagi pencari kerja muda.
Pentingnya Adaptasi dan Inovasi
Generasi Z dan milenial harus mampu beradaptasi dengan cepat terhadap perubahan ekonomi dan teknologi. Inovasi adalah kunci untuk memastikan bahwa mereka tetap relevan di pasar kerja yang terus berubah. Hal ini mencakup kemampuan untuk belajar dan mengembangkan keterampilan baru sesuai dengan kebutuhan yang muncul.
Selain itu, mereka perlu memiliki mindset yang fleksibel dan terbuka terhadap perubahan, baik dalam karir maupun dalam kehidupan sehari-hari. Ini akan membantu mereka tidak hanya bertahan, tetapi juga berkembang di era yang penuh ketidakpastian ini.
Membangun Resiliensi Ekonomi
Resiliensi ekonomi adalah kemampuan untuk pulih dari krisis dan beradaptasi dengan tantangan baru. Bagi generasi muda, membangun resiliensi ini sangat penting, karena mereka adalah yang paling terdampak oleh perubahan ekonomi. Beberapa cara untuk membangun resiliensi ini termasuk:
- Pengelolaan keuangan pribadi yang baik.
- Investasi dalam pendidikan dan pengembangan diri.
- Menjalin jaringan profesional yang kuat.
- Mengambil risiko yang terukur dalam karir.
- Mempelajari cara beradaptasi dengan teknologi baru.
Kesimpulan: Mendorong Perubahan Menuju Masa Depan
Situasi “in this economy” yang dihadapi oleh generasi Z dan milenial merupakan tantangan yang kompleks. Namun, dengan pendekatan yang tepat, tantangan ini dapat diubah menjadi peluang. Dukungan dari pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat sangat diperlukan untuk menciptakan lingkungan yang mendukung pertumbuhan dan kesejahteraan generasi muda.
Dengan meningkatkan keterampilan, menciptakan lebih banyak lapangan kerja, dan membangun resiliensi, generasi muda akan mampu menghadapi tantangan ekonomi dengan lebih baik dan berkontribusi pada pembangunan bangsa. Inilah saatnya untuk bersama-sama menciptakan masa depan yang lebih cerah bagi semua.
➡️ Baca Juga: Aturan Baru: Wajib Periksa 100% Kontak Erat TBC untuk Kesehatan Masyarakat
➡️ Baca Juga: Regenerasi Timnas Indonesia: Demiane Agustien dan Luke Vickery Target Utama Naturalisasi



