Lamongan Percepat Program Jalan Mantap dan Alus untuk Capai Target 2026

Pembangunan infrastruktur yang berkualitas merupakan salah satu prioritas utama bagi Pemerintah Kabupaten Lamongan. Dalam upaya untuk meningkatkan konektivitas dan mendukung pertumbuhan ekonomi, pemerintah setempat menargetkan tingkat kemantapan jalan mencapai 63,55 persen pada tahun 2026. Target ambisius ini akan dicapai melalui percepatan program yang dikenal dengan nama Jalan Mantap dan Alus Lamongan, atau Jamula.
Target Program Jalan Mantap
Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi, mengungkapkan harapannya setelah melakukan inspeksi mendalam terhadap pembangunan jalan di ruas Plembon–Sukodadi dan Jalan Pahlawan. Dalam kesempatan tersebut, ia menegaskan bahwa pelaksanaan program Jamula Mantap kini sedang dalam tahap pengerjaan di berbagai ruas jalan yang menjadi prioritas utama.
“Melalui pelaksanaan program Jamula Mantap ini, kami menargetkan tingkat kemantapan jalan di Kabupaten Lamongan dapat mencapai 63,55 persen,” ujarnya dengan tegas. Hal ini menandakan komitmen pemerintah dalam menyediakan infrastruktur yang memadai bagi masyarakat.
Ruas Jalan yang Dikenakan Target
Dalam upaya mencapai target tersebut, terdapat 55 ruas jalan kabupaten dan jalur strategis yang menghubungkan antar kecamatan yang sedang ditangani. Total panjang ruas jalan yang menjadi fokus adalah 35,1 kilometer, yang dibagi menjadi beberapa segmen penting.
- Ruas jalan Deket–Soko
- Ruas jalan Mantup–Ayamalas
- Ruas jalan Plaosan–Pucakwangi
- Ruas jalan Ngimbang–Sambeng
- Ruas jalan Sekaran–Laren
Dari total 55 ruas yang ditargetkan, sebanyak 29 ruas saat ini telah memasuki tahap pengerjaan di lapangan. Sementara itu, sisanya masih dalam proses lelang atau tender, yang menunjukkan langkah progresif dalam pelaksanaan proyek ini.
Metode Pelaksanaan yang Terukur
Pembangunan infrastruktur jalan di Kabupaten Lamongan dilakukan dengan pendekatan yang terencana dan sistematis. Bupati Yuhronur menjelaskan bahwa setiap tahapan dalam program ini dilakukan secara bertahap, terukur, dan akuntabel. Fokus utama adalah pada ketepatan mutu, waktu, dan sasaran. Hal ini penting untuk memastikan bahwa hasil akhir dari proyek pembangunan ini memenuhi standar yang telah ditetapkan.
Dengan metode pelaksanaan yang sistematis, pemerintah berharap mampu mengurangi potensi kendala yang mungkin terjadi selama proses pembangunan. Hal ini juga diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat setempat dalam jangka panjang.
Optimalisasi Pemeliharaan Jalan
Tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, pemerintah daerah juga berupaya mengoptimalkan pemeliharaan rutin. Langkah ini diambil untuk menjaga kualitas serta keberlanjutan fungsi jalan yang telah dibangun. Dengan adanya pemeliharaan yang baik, diharapkan infrastruktur jalan dapat bertahan lebih lama dan memberikan manfaat yang maksimal bagi masyarakat.
Upaya pemeliharaan ini juga mencakup pemeriksaan rutin terhadap kondisi jalan, perbaikan kerusakan, serta pembersihan area yang dapat mengganggu kenyamanan pengguna jalan. Dengan demikian, masyarakat dapat menikmati fasilitas jalan yang aman dan nyaman.
Ruas Jalan dalam Proses Pengerjaan dan Tender
Program Jamula Mantap juga mencakup sejumlah ruas jalan yang saat ini sudah dalam proses pengerjaan. Beberapa ruas jalan yang sedang dalam tahap ini antara lain Deket–Soko, Mantup–Ayamalas, Plaosan–Pucakwangi, serta Ngimbang–Sambeng dan Sekaran–Laren.
Sementara itu, terdapat pula ruas jalan yang masih dalam proses tender, di antaranya adalah Dradah Kedungpring, Veteran, Bluluk–Sukorame, Tikung–Sumberkerep, dan Plembon–Sukodadi. Proses tender ini penting untuk memastikan bahwa proyek dikerjakan oleh kontraktor yang kompeten dan terpercaya, demi mencapai hasil yang optimal.
Peran Masyarakat dalam Pembangunan Infrastruktur
Pemerintah Kabupaten Lamongan mengajak masyarakat untuk berperan aktif dalam mendukung kelancaran pembangunan infrastruktur. Keterlibatan masyarakat sangat penting untuk memperkuat konektivitas di wilayah tersebut, serta mempercepat pertumbuhan ekonomi. Dengan adanya infrastruktur yang baik, diharapkan kualitas hidup masyarakat dapat meningkat secara signifikan.
Partisipasi masyarakat dapat diwujudkan melalui berbagai cara, seperti memberikan masukan konstruktif terkait pembangunan, serta menjaga dan merawat infrastruktur yang telah dibangun. Dengan demikian, program Jamula Mantap bisa mencapai tujuannya dan memberikan dampak yang positif bagi seluruh lapisan masyarakat.
Harapan untuk Masa Depan
Melalui program Jalan Mantap dan Alus, Pemerintah Kabupaten Lamongan menunjukkan komitmennya untuk membangun infrastruktur yang berkualitas demi kesejahteraan masyarakat. Target pencapaian tingkat kemantapan jalan sebesar 63,55 persen pada tahun 2026 bukanlah hal yang mustahil, asalkan semua pihak saling bersinergi dan bekerja sama.
Keberhasilan program ini tidak hanya akan meningkatkan konektivitas antar wilayah, tetapi juga akan mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata. Masyarakat diharapkan dapat merasakan langsung manfaat dari pembangunan infrastruktur yang dilakukan, mulai dari akses yang lebih baik hingga peningkatan kualitas hidup secara keseluruhan.
Dengan demikian, program Jalan Mantap dan Alus menjadi salah satu langkah strategis yang diambil oleh Pemerintah Kabupaten Lamongan untuk mewujudkan impian masyarakat akan infrastruktur yang lebih baik. Melalui pelaksanaan yang terukur dan akuntabel, diharapkan semua target dapat tercapai demi masa depan yang lebih cerah bagi Kabupaten Lamongan.
➡️ Baca Juga: Snapdragon atau MediaTek: Chipset HP Terbaik untuk Ojol di Tahun 2026?
➡️ Baca Juga: Makan Sebelum Salat Idulfitri: Hukum dan Dalil yang Perlu Diketahui




