Kapal Induk AS Tinggalkan Thailand Setelah Lima Hari Kunjungan Resmi

Ribuan pelaut Angkatan Laut Amerika Serikat yang tergabung dalam misi di atas kapal induk USS Abraham Lincoln telah menyelesaikan kunjungan resmi mereka di Thailand. Setelah lima hari yang penuh aktivitas dan interaksi, mereka meninggalkan pelabuhan Laem Chabang pada Minggu (6/9) untuk melanjutkan perjalanan mereka.
Kedatangan USS Abraham Lincoln di Thailand
Awak kapal USS Abraham Lincoln yang berjumlah sekitar 5.000 personel tiba di area utara Pattaya, dekat Bangkok, pada Rabu (2/9). Kunjungan ini merupakan kesempatan bagi para pelaut untuk beristirahat dan menikmati waktu setelah bertugas dalam periode yang cukup panjang di Timur Tengah.
Di tengah kondisi pariwisata yang lesu di Thailand, kedatangan mereka memberikan harapan baru bagi bisnis lokal di Pattaya. Kota yang terkenal dengan pantainya yang indah dan kehidupan malam yang semarak ini juga memiliki reputasi yang kompleks sebagai salah satu pusat wisata seks.
Kepergian Kapal Induk dan Pengawasan Keamanan
Pada pukul 11.00 pagi, kapal Lincoln berangkat dari pelabuhan Laem Chabang, yang terletak sekitar setengah jam perjalanan dari Pattaya, sebagaimana dilaporkan oleh jurnalis yang melakukan pengamatan di lokasi. Selama kunjungan tersebut, pihak berwenang menerapkan langkah-langkah keamanan yang ketat, terutama untuk mengawasi situasi di Pattaya.
Dalam upaya menjaga ketertiban, aparat keamanan mengambil tindakan tegas terhadap pekerja seks komersial menjelang kedatangan para pelaut. Namun, walikota setempat menegaskan bahwa tindakan tersebut tidak ada kaitannya dengan kunjungan naval tersebut.
Situasi Selama Kunjungan
Meski ada kekhawatiran mengenai potensi masalah yang mungkin timbul, kunjungan ke pelabuhan tersebut berlangsung tanpa insiden serius. Kepala polisi Pattaya, Anek Srathongyoo, menyatakan kepada media bahwa “semuanya berjalan lancar” selama lima hari tersebut.
Menurut Anek, tidak ada penangkapan yang dilakukan, kecuali insiden kecil yang terjadi pada hari pertama ketika beberapa pelaut terlibat dalam perdebatan di antara mereka sendiri. Insiden tersebut tidak sampai menimbulkan kerusuhan besar.
Insiden Kecil di Malam Hari
Satu-satunya insiden yang dilaporkan adalah perkelahian kecil yang melibatkan dua pelaut akibat mabuk di dekat Walking Street, kawasan hiburan malam terkenal di Pattaya. Kepala polisi menyebut kejadian tersebut sebagai “hal sepele” dan menjelaskan bahwa warga setempat hanya memanggil polisi untuk mencegah situasi menjadi lebih buruk.
Reaksi Terkait Kunjungan
Pada saat yang sama, Presiden Donald Trump menanggapi kritik yang muncul terkait kunjungan ini, yang juga berhubungan dengan kebijakan luar negeri terkait Iran. Meskipun USS Abraham Lincoln sedang berada di Thailand, kapal tersebut telah digantikan oleh USS George Washington di wilayah Timur Tengah.
Wali Kota Pattaya, Poramase Ngampiches, mengungkapkan bahwa pelaut yang terdaftar sebagai personel militer diperkirakan telah menghabiskan hingga 100 juta baht (sekitar US$3 juta) selama mereka berada di kota tersebut. Ini menunjukkan dampak ekonomi yang signifikan dari kunjungan tersebut bagi bisnis lokal.
Manfaat Ekonomi bagi Pattaya
Sebagai tambahan terhadap pengeluaran yang dilakukan oleh para pelaut, kota ini juga mendapatkan keuntungan dari penjualan berbagai barang kebutuhan lainnya, seperti perlengkapan mandi dan makanan, yang dijual ke kapal dengan nilai jutaan baht. Poramase mengungkapkan bahwa para pelaut sempat mengalami kekurangan beberapa perlengkapan dasar seperti pasta gigi, deodorant, dan sabun selama penugasan mereka di Timur Tengah.
- Pengeluaran pelaut diperkirakan mencapai 100 juta baht.
- Kunjungan memberikan harapan baru bagi sektor pariwisata Pattaya.
- Pihak berwenang menerapkan langkah-langkah keamanan ketat.
- Insiden kecil terjadi di kawasan hiburan malam.
- Kota mendapat keuntungan dari penjualan perlengkapan ke kapal.
Dengan berakhirnya kunjungan ini, jelas bahwa kehadiran kapal induk AS di Thailand tidak hanya memberikan kesempatan bagi para pelaut untuk bersantai, tetapi juga memberi dampak positif bagi ekonomi lokal. Masyarakat Pattaya berharap kunjungan serupa dapat terjadi kembali di masa mendatang, memberikan kesempatan bagi mereka untuk terus tumbuh dan berkembang dalam industri pariwisata.
➡️ Baca Juga: Amalkan 5 Ibadah Ini untuk Itikaf Selama 10 Hari Terakhir Ramadan Anda
➡️ Baca Juga: Aldila/Janice Mengalami Kekalahan di Perempat Final Madrid Open dengan Dramatis


