Jurnalis Koran Jakarta Raih Beasiswa Magister dari Program Aku dan CIMB Niaga

Jakarta – PT Bank CIMB Niaga Tbk (CIMB Niaga) menunjukkan komitmennya untuk mendukung perkembangan industri pers di Indonesia dengan meluncurkan berbagai program yang ditujukan bagi para jurnalis. Salah satu inisiatif yang dihadirkan adalah Kompetisi Tunjangan Beasiswa untuk Jurnalis “Aku dan CIMB Niaga” dan CIMB Niaga Sustainability Journalism Fellowship (SJF) 2026, yang telah dimulai sejak 2025. Pada 29 September, CIMB Niaga mengumumkan tujuh jurnalis yang berhasil mendapatkan beasiswa serta empat karya jurnalistik terbaik dalam SJF 2026.
Penerima Beasiswa Magister “Aku dan CIMB Niaga”
Salah satu penerima beasiswa dalam program magister ini adalah Budi, seorang jurnalis dari Koran Jakarta. Selain Budi, terdapat beberapa jurnalis lain yang juga berhasil meraih beasiswa, di antaranya adalah Abdullah Fikri Ashri, Romualdus San Udika, Mazka Hauzan Naufal, Anton Chrisbiyanto, Chyntia Sami Bhayangkara, dan Aditya Putra Perdana. Mereka semua mewakili berbagai media yang memiliki reputasi baik di industri pers.
Komitmen CIMB Niaga dalam Mendukung Jurnalisme
Hery Kurniawan, Kepala Corporate Communications CIMB Niaga, menyatakan bahwa kedua program tersebut merupakan bentuk apresiasi sekaligus komitmen CIMB Niaga dalam membantu pengembangan kapasitas jurnalis di Indonesia. Tujuan utamanya adalah untuk mendorong terciptanya karya jurnalistik yang berkualitas, meningkatkan pemahaman publik, serta memberikan dampak positif bagi masyarakat luas.
Apresiasi untuk Jurnalis
“Kami mengucapkan terima kasih kepada semua jurnalis yang telah berpartisipasi dalam proses seleksi ini. Selamat kepada para penerima beasiswa! Kami sangat menghargai antusiasme dan dedikasi yang ditunjukkan selama program ini berlangsung. Kami berharap, kedua program ini dapat memberikan manfaat signifikan bagi peningkatan kompetensi jurnalis dan mendukung terciptanya industri media yang lebih sehat,” ungkap Hery dalam pernyataannya di Jakarta.
Detail Program Beasiswa Magister
Program Kompetisi Tunjangan Beasiswa untuk Jurnalis “Aku dan CIMB Niaga” menawarkan beasiswa senilai 70 juta rupiah per orang untuk jurnalis yang ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang Magister (S2). Ini adalah salah satu bentuk penghargaan CIMB Niaga terhadap peran penting jurnalis sebagai mitra strategis dalam menyampaikan informasi dan edukasi kepada masyarakat.
Proses Seleksi yang Ketat
Program ini dibuka sejak September 2025 dan mendapatkan respon yang sangat positif dari para jurnalis. Ratusan jurnalis dari berbagai daerah di Indonesia mendaftar untuk mengikuti program ini. Setelah melewati proses seleksi administratif, 32 peserta terpilih untuk mengikuti penilaian psikometrik yang diadakan dengan bantuan mitra independen. Dari situ, 15 peserta terbaik melanjutkan ke tahap wawancara untuk menilai motivasi dan kesiapan studi mereka.
Penilaian Karya Jurnalistik
Sepuluh finalis dari program ini kemudian dinilai berdasarkan karya jurnalistik mereka oleh dewan juri. Kriteria penilaian mencakup orisinalitas, relevansi tema, kualitas penulisan, kedalaman analisis, serta dampak dan kreativitas. Akhirnya, tujuh jurnalis terpilih sebagai penerima beasiswa, yang menunjukkan komitmen mereka untuk mengembangkan kompetensi dan menghasilkan karya yang berdampak positif.
Program Sustainability Journalism Fellowship 2026
Sementara itu, Hery juga menjelaskan bahwa Sustainability Journalism Fellowship (SJF) 2026 merupakan kolaborasi antara CIMB Niaga dan Indonesian Institute of Journalism (IIJ), yang didukung Global Reporting Initiative (GRI). Program ini bertujuan untuk memperkuat peran jurnalis dalam mendorong aksi keberlanjutan dengan mengimplementasikan ide-ide yang berdampak positif bagi masyarakat dan lingkungan.
Inisiatif Jurnalisme Berkelanjutan
SJF lahir dari keyakinan bahwa jurnalis tidak hanya bertugas menyampaikan informasi, tetapi juga dapat menjadi agen perubahan yang menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat. Program ini berhasil menjaring 233 proposal ide keberlanjutan dari jurnalis di seluruh Indonesia, dan setelah melalui proses seleksi, 20 jurnalis terpilih untuk mendapatkan dukungan pendanaan sebesar 10 juta rupiah untuk merealisasikan proyek keberlanjutan mereka.
Pendidikan dan Pendampingan untuk Jurnalis
Selama tiga bulan, para peserta SJF mengikuti rangkaian kelas master tentang keberlanjutan serta pendampingan dari para ahli. Mereka juga diharapkan untuk mengimplementasikan berbagai inisiatif sosial dan lingkungan di daerah masing-masing. Hasil dari program ini adalah karya jurnalistik yang mendokumentasikan proses, pembelajaran, dan dampak dari proyek yang dilaksanakan.
Karya Jurnalistik Terbaik
Dari hasil penilaian dewan juri, empat karya jurnalistik terbaik dalam SJF 2026 terpilih. Para penulis karya ini mendapatkan kesempatan untuk mengikuti field trip ke Nusa Tenggara Barat, di mana mereka dapat melakukan peliputan dan mempelajari berbagai program keberlanjutan yang memberikan dampak positif bagi masyarakat dan lingkungan.
Peranan Jurnalis dalam Keberlanjutan
Umar Idris, Direktur Eksekutif IIJ, menekankan bahwa program SJF 2026 dirancang untuk memperkuat peran jurnalis dan media dalam mendorong transisi menuju keberlanjutan. Ia percaya bahwa jurnalisme berkelanjutan harus melampaui ruang pemberitaan konvensional, menuju aksi nyata yang dapat dirasakan manfaatnya oleh komunitas lokal. “Selamat kepada para pemenang. Mari kita bersama-sama mewujudkan masa depan Indonesia yang lebih hijau dan berkelanjutan,” kata Umar.
Perayaan Ulang Tahun CIMB Niaga
Kompetisi Tunjangan Beasiswa untuk Jurnalis “Aku dan CIMB Niaga” dan Sustainability Journalism Fellowship 2026 adalah bagian dari rangkaian perayaan Hari Ulang Tahun ke-71 CIMB Niaga yang diperingati pada 26 September 2026. Melalui inisiatif ini, CIMB Niaga berharap dapat memperkuat kolaborasi dengan insan media serta mendukung penciptaan karya-karya jurnalistik yang berkualitas, berpengaruh, dan berkontribusi untuk masyarakat yang inklusif dan berkelanjutan.
Karya Terbaik dari SJF 2026
Karya jurnalistik terbaik dalam program Sustainability Journalism Fellowship 2026 mencakup tema yang beragam dan menyentuh isu-isu sosial serta lingkungan. Beberapa di antaranya adalah:
- “Kisah Perempuan Pemulung di TPA Terjun, Penjaga Lingkungan yang Tak Terlindungi” oleh Rahmat Utomo.
- “Tenggelamnya Desa Mayangan: Ketika Dampak Perubahan Iklim Terjadi Tepat di Depan Mata” oleh Rheza Maulana.
- “Sabun Cuci Ekoenzim, Cara Cari Cuan dari Sampah Organik” oleh Nina Susilo.
- “Harapan Pulihkan Mangrove di Tengah Tambak Pesisir Sugian” oleh Ahmad Hadi Ramdhani.
Melalui karya-karya ini, jurnalis tidak hanya memberikan informasi, tetapi juga berkontribusi menciptakan kesadaran dan memicu aksi nyata dalam masyarakat mengenai isu-isu keberlanjutan.
➡️ Baca Juga: Basarnas Tingkatkan Upaya Pencarian 8 Orang Hilang di Selat Sunda Hari Kedua
➡️ Baca Juga: iPhone Duo Diprediksi Menjadi Lini Produk Terbaru dari Apple




