Jakarta Menjadi Kota Teraman Kedua di ASEAN, Gubernur Mengapresiasi Pencapaian Ini

Jakarta – Meskipun setiap hari banyak laporan mengenai pencurian kendaraan dan berbagai kejahatan lainnya, Jakarta baru saja dinyatakan sebagai kota teraman kedua di ASEAN. Pencapaian ini mengejutkan Gubernur Jakarta, Pramono Anung Wibowo, yang menyatakan ketidakpercayaannya terhadap hasil ini. Jakarta berhasil menduduki posisi ini berdasarkan survei Global Residence Index edisi 2026.

Pencapaian yang Mengejutkan

“Sebenarnya saya juga terkejut. Jakarta yang selama ini selalu berada di bawah Bangkok, Manila, dan Kuala Lumpur, kini berada di peringkat kedua setelah Singapura,” ungkap Pramono saat konferensi pers di Balai Kota Jakarta, pada hari Selasa.

Faktor Pendukung Keamanan Jakarta

Pramono menjelaskan bahwa pencapaian Jakarta sebagai kota teraman kedua di ASEAN dapat dicapai berkat beberapa momen besar keagamaan yang berlangsung di ibu kota. Dalam acara-acara tersebut, Jakarta berhasil menjaga keamanan dan keharmonisan, yang menjadi salah satu indikator utama dalam penilaian keamanan kota.

Kegiatan Keagamaan yang Meningkatkan Keamanan

Beberapa kegiatan keagamaan yang berkontribusi terhadap pencapaian ini antara lain adalah:

“Setiap kegiatan tersebut mencerminkan kuatnya keberagaman di Jakarta. Ini juga menjadi etalase atau simbol identitas kota ini,” jelas Pramono.

Pentingnya Menjaga Keamanan Bersama

Gubernur Pramono menekankan pentingnya menjaga dan meningkatkan keamanan serta kenyamanan di Jakarta secara berkelanjutan. Singapura menempati posisi teraman dengan skor 0,90, sementara Jakarta memperoleh skor 0,72. Di urutan ketiga terdapat Bangkok dengan skor 0,65, diikuti oleh Vientiane dengan 0,61, Hanoi 0,60, dan Kuala Lumpur 0,57.

Indikator Keamanan Kota Menurut Global Residence Index

Dalam survei Global Residence Index, terdapat beberapa indikator yang digunakan untuk menentukan skor keamanan suatu kota. Berikut adalah beberapa di antaranya:

1. Numbeo Index

Indeks ini mengukur persepsi keamanan publik dari penduduk mengenai risiko kejahatan, pencurian, serta serangan fisik.

2. Tingkat Pembunuhan

Skor ini mengacu pada tingkat pembunuhan per kapita, baik di tingkat kota maupun negara.

3. Global Peace Index

Indeks ini menilai tingkat kedamaian nasional berdasarkan beberapa faktor, termasuk konflik internal atau eksternal, keamanan masyarakat, dan tingkat militerisasi.

4. Risiko Keamanan Umum

Menilai risiko keamanan umum yang mungkin dihadapi kota, seperti ancaman terorisme, stabilitas sosial, dan kriminalitas berat.

5. Risiko Politik

Menilai stabilitas politik dan ketidakpastian pemerintahan yang mungkin mempengaruhi keamanan kota.

Risiko Bencana Alam dan Kecelakaan Lalu Lintas

Indikator lainnya juga mencakup potensi risiko bencana alam, seperti gempa bumi, banjir, dan badai, yang dapat mempengaruhi keselamatan warga. Selain itu, terdapat juga statistik mengenai tingkat kematian akibat kecelakaan lalu lintas, yang mencerminkan keselamatan transportasi di kota tersebut.

1. Risiko Bencana Alam

Potensi risiko bencana alam dievaluasi berdasarkan kejadian-kejadian sebelumnya dan dampaknya terhadap populasi.

2. Tingkat Kematian Akibat Kecelakaan Lalu Lintas

Tingkat kematian akibat kecelakaan lalu lintas menunjukkan seberapa aman sistem transportasi di Jakarta.

Dengan semua indikator ini, Jakarta menunjukkan kemajuan signifikan dalam hal keamanan, sehingga patut untuk diapresiasi dan terus ditingkatkan. Pemerintah dan seluruh elemen masyarakat diharapkan dapat bekerja sama untuk menjaga keberhasilan ini demi menciptakan lingkungan yang lebih aman dan nyaman bagi seluruh warga Jakarta.

➡️ Baca Juga: Tetap Terhubung dengan Keluarga saat Ramadan Jauh dari Rumah Menggunakan REDMI Note 15 dan 15 5G

➡️ Baca Juga: Final Four Proliga 2026: Persaingan Semakin Ketat dan Menarik untuk Disaksikan

Exit mobile version