InJourney Tourism Bersama Kadisnakertrans NTB Jamin Perlindungan Pekerja MotoGP Mandalika dengan BPJS Ketenagakerjaan

Di era globalisasi saat ini, keselamatan dan perlindungan pekerja dalam setiap acara besar menjadi sangat penting. Hal ini terutama berlaku untuk ajang bergengsi seperti MotoGP Indonesia 2026 yang akan berlangsung di Sirkuit Mandalika, Nusa Tenggara Barat (NTB). Dengan melibatkan ribuan tenaga kerja, InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) berkomitmen untuk memberikan perlindungan maksimal kepada para pekerja melalui program BPJS Ketenagakerjaan. Langkah ini diambil agar semua pihak yang terlibat dapat menjalankan tugas mereka dengan aman dan nyaman.
Perlindungan Pekerja di Ajang MotoGP Indonesia 2026
ITDC telah mengumumkan bahwa sebanyak 2.500 relawan dan marshal yang berpartisipasi dalam MotoGP Indonesia 2026 akan mendapatkan perlindungan dari BPJS Ketenagakerjaan. Direktur Operasional ITDC, Troy Warokka, menyampaikan bahwa perlindungan ini adalah langkah penting untuk memastikan keselamatan semua yang terlibat dalam acara tersebut. Penandatanganan perjanjian kerja sama yang dilakukan di Mandalika pada Senin (5/10) menjadi bukti nyata dari komitmen penyelenggara dalam menjaga keselamatan pekerja.
Komitmen Keamanan dan Kenyamanan Kerja
Menurut Troy, MotoGP bukan hanya sekadar balapan, tetapi juga sebuah upaya untuk memastikan bahwa semua tenaga kerja dapat melaksanakan tugas mereka dengan rasa aman dan nyaman. “Kami percaya bahwa setiap orang yang terlibat dalam ajang ini harus terlindungi dengan baik,” ujarnya. Perlindungan yang diberikan mencakup jaminan kecelakaan kerja serta jaminan kematian, sebagai bentuk tanggung jawab dari penyelenggara terhadap semua pekerja yang berkontribusi pada suksesnya acara tersebut.
- Jaminan kecelakaan kerja
- Jaminan kematian
- Perlindungan untuk 2.500 tenaga kerja
- Keselamatan kerja yang terjamin
- Komitmen penyelenggara untuk kesehatan dan keselamatan kerja
Peran Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi NTB
Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi NTB, Aidy Furqa, menekankan pentingnya kehadiran BPJS Ketenagakerjaan dalam memastikan keselamatan dan kesiapan kerja selama MotoGP Indonesia 2026. “Ini merupakan tanggung jawab semua pihak agar para relawan yang berjumlah 2.500 orang ini terlindungi dengan baik,” jelasnya. Dia menyambut baik inisiatif yang diambil oleh penyelenggara, yang memungkinkan relawan untuk bekerja dalam kondisi yang aman dan nyaman.
Komitmen Terhadap Kesehatan dan Keselamatan Kerja
Aidy menambahkan bahwa langkah ini merupakan bagian dari komitmen yang lebih luas untuk menjamin kesehatan dan keselamatan kerja (K3) bagi semua pekerja yang terlibat. Dengan adanya perlindungan yang tepat, risiko yang tidak diinginkan dapat diminimalisir, sehingga semua pihak dapat fokus pada tugas mereka. Keselamatan kerja menjadi prioritas utama, terutama dalam acara berskala besar seperti MotoGP.
BPJS Ketenagakerjaan dan Perlindungan Rutin
Kepala BPJS Ketenagakerjaan NTB, Nasrullah, menjelaskan bahwa perlindungan tenaga kerja ini sudah menjadi rutinitas setiap kali MotoGP Indonesia diselenggarakan, dan akan terus berlanjut hingga tahun 2026. “Setiap tahunnya, kami menerima antara 2.000 hingga 3.000 relawan yang terdaftar dalam program BPJS Ketenagakerjaan,” ungkapnya. Ini menunjukkan komitmen berkelanjutan untuk melindungi semua tenaga kerja yang terlibat dalam acara ini.
Kesadaran akan Pentingnya Perlindungan Pekerja
Dengan meningkatnya kesadaran akan pentingnya perlindungan pekerja, langkah-langkah yang diambil oleh ITDC dan BPJS Ketenagakerjaan menjadi contoh yang baik bagi penyelenggara acara lainnya. Para pekerja, baik sebagai relawan maupun marshal, perlu merasa aman dan terlindungi saat melaksanakan tugas mereka, terutama di acara yang memiliki potensi risiko tinggi seperti balapan motor internasional.
Perlindungan terhadap pekerja bukan hanya sekadar kewajiban hukum, tetapi juga merupakan etika dalam penyelenggaraan sebuah acara besar. Melalui kolaborasi yang baik antara penyelenggara dan lembaga terkait, diharapkan semua pihak dapat bekerja sama untuk menciptakan lingkungan kerja yang aman dan produktif.
Membangun Kepercayaan dan Reputasi
Dengan menjamin perlindungan bagi pekerja, penyelenggara MotoGP Indonesia 2026 tidak hanya membangun kepercayaan di antara tenaga kerja, tetapi juga meningkatkan reputasi acara tersebut di mata internasional. Keberhasilan dalam menyelenggarakan acara ini sangat bergantung pada bagaimana semua elemen yang terlibat dapat bekerja dengan baik dan dalam kondisi yang aman.
Perlunya Dukungan Semua Pihak
Untuk mencapai tujuan ini, dukungan dari berbagai pihak sangat diperlukan. Masyarakat, pemerintah daerah, dan seluruh pemangku kepentingan harus bersinergi untuk memastikan bahwa perlindungan pekerja dapat terwujud secara maksimal. Hanya dengan kolaborasi yang solid, MotoGP Indonesia 2026 dapat menjadi contoh penyelenggaraan acara internasional yang tidak hanya mengutamakan kesuksesan, tetapi juga kesejahteraan semua pekerja yang terlibat.
Secara keseluruhan, langkah-langkah yang diambil oleh ITDC dan Disnakertrans NTB dalam memastikan perlindungan pekerja pada ajang MotoGP ini menunjukkan komitmen yang kuat terhadap keselamatan dan kesejahteraan tenaga kerja. Ini bukan hanya tentang menjalankan sebuah acara, tetapi juga tentang menciptakan lingkungan yang aman dan mendukung bagi semua yang terlibat.
➡️ Baca Juga: Dispar Mataram Tingkatkan Pengawasan Pengamen untuk Kenyamanan Wisatawan
➡️ Baca Juga: BYD Terus Turunkan Harga Kendaraan Meski Ada Larangan dari Pemerintah China




