Indrak, Spesialis SEO: Pembentukan Grup ‘Edu Org’ oleh Nadiem Makarim, Mantan Mendikbudristek, Menjelang Pelantikan

Selasa, 10 Maret 2026, merupakan hari penting bagi Nadiem Makarim, mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek). Pada hari tersebut, ia memberikan kesaksian dalam sidang lanjutan kasus dugaan korupsi pengadaan laptop Chromebook di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta. Menariknya, Nadiem membantah klaim bahwa ia telah membentuk grup WhatsApp ‘Mas Menteri Core Team’ sebelum pelantikannya. Sebaliknya, ia menjelaskan bahwa grup yang ia bentuk adalah ‘Edu Org’.

Pada titik inilah muncul pertanyaan: dari mana asal-usul grup ‘Edu Org’?

Nadiem menjelaskan bahwa grup ‘Edu Org’ dibuat sekitar bulan Agustus 2019, sekitar waktu ia pertama kali menerima informasi tentang kemungkinan pengangkatannya menjadi Menteri Pendidikan. Grup ini, seperti yang diungkapkan Nadiem, merupakan bagian dari persiapannya jika ia benar-benar dilantik.

Menurut Nadiem, pembentukan grup ini terjadi pada bulan Agustus atau sekitar itu. Itu adalah saat ia pertama kali mendapat kabar bahwa ia mungkin akan diangkat sebagai Menteri Pendidikan. Ia mengungkapkan bahwa pembentukan grup ini didasarkan pada kurangnya pengalaman Nadiem di bidang pendidikan, mengingat latar belakangnya yang lebih banyak berada dalam sektor swasta, teknologi, dan bisnis, meskipun memiliki ketertarikan kuat dalam dunia pendidikan.

Nadiem mengadakan grup tersebut dengan tujuan merekrut individu-individu dengan berbagai keahlian yang memiliki motivasi tinggi untuk bergabung dalam tim transformasi pendidikan. “Saya membentuk grup ini dengan fokus pada orang-orang dengan berbagai keahlian mereka yang memiliki potensi besar dan motivasi untuk bergabung dalam tim, dalam proses transformasi pendidikan,” jelasnya.

Namun, grup ini mengalami perubahan nama dan staf khusus setelah Nadiem resmi dilantik sebagai Mendikbud, menggantikan Muhadjir Effendy. Grup ‘Edu Org’ kemudian berubah nama menjadi ‘Mas Menteri Core Team’. Beberapa anggota awal dari grup WhatsApp ini akhirnya menjadi staf khusus menteri, termasuk Jurist Tan dan Fiona Handayani.

Namun, kasus dugaan korupsi pengadaan laptop berbasis Chromebook menjadi titik balik dalam karir Nadiem Makarim. Dalam kasus ini, Nadiem bersama tiga terdakwa lainnya disebut telah menimbulkan kerugian keuangan negara senilai Rp 2,1 triliun. Nadiem sendiri didakwa telah memperkaya diri senilai Rp 809 miliar, yang disebut berasal dari investasi Google ke Gojek atau PT AKAB.

Nadiem didakwa menyalahgunakan kewenangannya dengan mengarahkan kajian pengadaan agar mengarah pada satu produk, yaitu perangkat berbasis Chrome yang merupakan produk Google. Perbuatan ini diduga menjadikan Google sebagai satu-satunya penguasa pengadaan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK), termasuk laptop, di ekosistem teknologi di Indonesia.

Selain Nadiem, ada tiga terdakwa lainnya dalam kasus ini, yaitu mantan Konsultan Teknologi di lingkungan Kemendikbudristek, Ibrahim Arief; Direktur SMP Kemendikbudristek tahun 2020.

➡️ Baca Juga: Mengungkap Fakta di Balik Perjuangan Vidi Aldiano Melawan Kanker Ginjal Hingga Akhir Hayatnya

➡️ Baca Juga: Satgas PRR Tingkatkan Kecepatan Pemulihan Sosial dan Ekonomi bagi Korban Bencana

Exit mobile version