Indie-Punk Trio Vague dari Jakarta Luncurkan Single Terbaru Berjudul “Bentala
Jakarta – Unit musik indie-punk yang berasal dari Jakarta, Vague, kembali hadir dengan merilis single terbaru mereka yang berjudul “Bentala”. Karya ini merupakan peluncuran pertama mereka setelah enam tahun vakum, dan dirilis secara mandiri tanpa dukungan label musik pada hari Jumat, 10 April. “Bentala” menjadi titik awal dari eksplorasi musik baru bagi Vague, yang memadukan elemen dari indie rock, post-punk, hingga hardcore, sambil menyuguhkan lirik-lirik yang penuh refleksi diri.
Perjalanan Kembali Vague ke Dunia Musik
Vague, yang terdiri dari tiga anggota yaitu Yudhistira Agato (gitar/vokal), Gary (bass/vokal), dan Achmad Raditya (drum), mengungkapkan bahwa “Bentala” merupakan hasil dari proses pemikiran mendalam yang dialami oleh Yudhistira. Dalam sebuah wawancara, ia menyatakan, “Ada tekanan yang terasa seiring bertambahnya usia, untuk mencapai kesuksesan, kestabilan, dan pencapaian, yang kadang membuat kita lupa akan diri sendiri. Terkadang dunia ini seperti memberikan pilihan; kita yang menginjak atau diinjak. Mungkin ini adalah gejala krisis paruh baya bagi saya. ‘Bentala’ adalah wujud dari pergulatan itu.”
Single ini memiliki makna khusus, terutama karena ini adalah rekaman pertama Achmad Raditya sebagai drummer Vague. Proses perekaman dilakukan pada bulan Februari tahun lalu di Studio Kandang, dibawah bimbingan Haryo ‘Oyob’ Widi. Menariknya, mereka juga menggunakan salah satu amplifier gitar milik mendiang Ricky Siahaan, yang menjadi bentuk penghormatan dari mereka. Gary menambahkan, “Lagu ini secara tidak langsung kami dedikasikan untuk teman dan mentor kami, mas Ricky.”
Musik dan Lirik “Bentala”
“Bentala” tidak hanya menandai kembalinya Vague ke dunia musik, tetapi juga menjadi sinyal bahwa mereka sedang mempersiapkan album kedua mereka, sebelas tahun setelah peluncuran album debut berjudul “Footsteps”. Lagu ini sudah dapat dinikmati di berbagai platform streaming seperti Bandcamp, Apple Music, YouTube Music, dan Amazon Music, meskipun pengumuman resminya baru akan dilakukan pada hari yang sama pukul 19.00 WIB.
Secara teknis, Vague menggarap musik “Bentala” dengan lirik yang ditulis oleh Yudhistira Agato. Proses rekaman, mixing, dan mastering ditangani oleh Haryo Widi di Studio Kandang, sementara artwork untuk single ini dikerjakan oleh Nekrobonbon. Pendekatan kreatif ini menunjukkan dedikasi mereka dalam menciptakan musik yang tidak hanya menghibur, tetapi juga mengajak pendengar untuk merenungkan berbagai aspek kehidupan.
Eksplorasi Tema dan Pesan dalam “Bentala”
Melalui liriknya, “Bentala” menjelajahi tema yang sangat relevan dalam kehidupan sehari-hari. Lagu ini mengajak pendengarnya untuk merenung tentang tekanan yang sering dihadapi ketika memasuki fase dewasa, dan bagaimana hal tersebut bisa mempengaruhi identitas diri. Vague berhasil menyampaikan pesan ini dengan gaya yang khas, mencerminkan pengalaman pribadi yang banyak dialami oleh orang-orang di usia yang sama.
- Keseimbangan antara ambisi dan kepuasan diri
- Refleksi terhadap pilihan hidup
- Pentingnya menjaga hubungan dengan diri sendiri
- Perjuangan melawan ekspektasi sosial
- Penghormatan terhadap yang telah pergi
Dengan musik yang energik dan lirik yang mendalam, “Bentala” menawarkan kombinasi yang kuat antara suara yang menggugah dan pesan yang menggugah pikiran. Vague tidak hanya kembali ke panggung musik, tetapi juga membawa perspektif baru tentang kehidupan yang mungkin sering terlupakan.
Proses Kreatif dan Komitmen Vague
Vague menunjukkan komitmennya untuk berkarya dengan cara yang independen. Mereka memilih untuk merilis musik tanpa dukungan label, yang memungkinkan mereka untuk memiliki kontrol penuh atas kreativitas dan arah musik mereka. Ini menjadi langkah berani, terutama di industri musik yang seringkali terikat oleh kontrak dan ekspektasi komersial.
Proses kreatif dalam pembuatan “Bentala” melibatkan eksplorasi berbagai genre dan pengaruh musik. Vague berusaha menciptakan suara yang unik dan orisinal, yang tidak hanya menghibur tetapi juga memberikan pengalaman mendalam bagi pendengar. Dengan memanfaatkan teknologi rekaman modern dan kolaborasi dengan produser yang berpengalaman, mereka berhasil menciptakan lagu yang layak dinikmati di berbagai platform.
Menatap Masa Depan: Album Kedua Vague
Dengan peluncuran “Bentala”, Vague menandai awal baru dalam perjalanan musik mereka. Mereka kini tengah fokus untuk menyelesaikan album kedua, yang diharapkan dapat melanjutkan cerita yang telah dimulai di album pertama. Kembalinya Vague tidak hanya dinanti oleh penggemar setia mereka, tetapi juga oleh masyarakat musik indie di Indonesia yang mengapresiasi keberanian dan inovasi.
Album ini diharapkan bisa menjawab kerinduan para pendengar akan karya-karya baru dari Vague. Selain itu, mereka juga berencana untuk melakukan tur untuk memperkenalkan lagu-lagu baru kepada penggemar secara langsung. Ini adalah kesempatan yang sangat dinanti-nanti untuk melihat bagaimana evolusi musik mereka akan berlanjut.
Harapan dan Impian Vague
Vague tidak hanya ingin menjadi band yang sukses secara komersial, tetapi juga ingin meninggalkan jejak yang berarti dalam industri musik. Mereka memiliki harapan untuk mengeksplorasi lebih jauh tema-tema yang relevan dengan kehidupan sehari-hari, dan menginspirasi pendengar untuk berpikir kritis tentang dunia di sekitar mereka.
- Menghadirkan musik yang dapat menginspirasi
- Menjaga integritas artistik
- Berkomitmen untuk karya yang orisinal
- Berpartisipasi dalam komunitas musik lokal
- Menjalin hubungan yang lebih dekat dengan penggemar
Dengan semangat yang kuat dan dedikasi untuk berkarya, Vague siap untuk menghadapi tantangan yang ada di depan. Mereka berharap bisa membawa perubahan positif dalam industri musik, dan menjadi suara bagi generasi yang sedang mencari jati diri dan makna dalam hidup mereka.
Kesimpulan: Vague dan Perjalanan Mereka di Dunia Musik
Peluncuran “Bentala” menandai babak baru bagi Vague, sebuah band yang telah melewati berbagai fase dan tantangan. Dengan lirik yang mendalam dan musik yang energik, mereka berhasil menciptakan karya yang tidak hanya menghibur tetapi juga mengajak pendengar untuk merenung. Kini, dengan persiapan album kedua yang sedang berlangsung, Vague siap untuk melanjutkan perjalanan mereka dan memberikan lebih banyak karya yang dapat dinikmati oleh banyak orang.
Dalam perjalanan ini, Vague tetap berkomitmen untuk menciptakan musik yang tidak hanya menjawab kebutuhan komersial, tetapi juga memberikan suara bagi mereka yang merasa terpinggirkan. Dengan semangat yang tak pernah padam, mereka berusaha untuk terus berkarya dan menyentuh hati pendengar dengan pesan-pesan yang bermakna.
➡️ Baca Juga: 10 Pilihan Busana Lebaran Anak Perempuan Stylish, Jamin Si Kecil Jadi Sorotan Utama
➡️ Baca Juga: DPR Mendorong Koordinasi Lintas Kementerian dan Perluasan Aturan Pembatasan Medsos untuk Anak