Dalam dunia akademis yang semakin kompetitif, pengakuan terhadap ilmuwan dan peneliti tak hanya menjadi kebanggaan individu tetapi juga suatu pencapaian bagi institusi pendidikan tinggi yang mereka wakili. Terbaru, sejumlah ilmuwan Indonesia berhasil masuk ke dalam daftar World’s Top 2% Scientists 2026, sebuah pemeringkatan yang diakui secara global berdasarkan dampak publikasi dan sitasi ilmiah. Daftar ini disusun oleh tim peneliti yang dipimpin oleh John P.A. Ioannidis dari Stanford University, dan diumumkan melalui Elsevier Data Repository pada 7 Oktober 2026. Dengan menggunakan basis data Scopus yang diperbarui per 1 Agustus 2026, pemeringkatan ini terdiri dari dua kategori: career-long impact yang mengukur dampak sitasi sepanjang karier dan single-year impact yang menilai pengaruh citasi selama tahun kalender 2025. Mari kita telusuri lebih dalam mengenai para ilmuwan berprestasi dari Universitas Gadjah Mada (UGM), Universitas Sebelas Maret (UNS), dan Universitas Hasanuddin (Unhas) yang telah mengharumkan nama Indonesia di pentas internasional.
Ilmuwan Terbaik dari Universitas Gadjah Mada
Universitas Gadjah Mada (UGM) menjadi salah satu institusi yang mencatatkan prestasi luar biasa dengan enam ilmuwannya berhasil masuk dalam daftar ilmuwan terbaik dunia 2026. Lima dari mereka memperoleh peringkat dalam kategori single-year impact, sementara satu nama terpilih dalam kategori career-long impact.
1. Prof. Dr.Eng. Edi Suharyadi, S.Si., M.Eng.
Peringkat dunia: 248.880
Kategori: Single-year impact
Bidang keilmuan: Fisika, nanomaterial magnetik, dan spintronika.
Prof. Edi Suharyadi, yang merupakan akademisi dari Departemen Fisika FMIPA UGM, fokus pada riset nanomaterial magnetik dan spintronika. Penelitiannya memiliki relevansi tinggi dalam pengembangan material fungsional yang berbasis sifat kemagnetan, serta aplikasinya di bidang kesehatan dan lingkungan.
2. Prof. Dr.Eng. Kuwat Triyana, M.Si.
Peringkat dunia: 252.992
Kategori: Single-year impact
Bidang keilmuan: Fisika dan pengembangan teknologi berbasis sensor.
Prof. Kuwat Triyana merupakan Guru Besar di Departemen Fisika FMIPA UGM. Ia dikenal luas berkat penelitian dalam fisika terapan dan inovasi teknologi sensor yang memanfaatkan prinsip-prinsip fisika untuk memenuhi kebutuhan pengukuran dan deteksi yang beragam.
3. Prof. Drs. Jumina, Ph.D.
Peringkat dunia: 369.592
Kategori: Single-year impact
Bidang keilmuan: Kimia organik dan sintesis senyawa.
Akademisi dari Departemen Kimia FMIPA UGM ini mengkhususkan diri dalam bidang kimia organik, dengan fokus pada struktur, sintesis, dan karakterisasi senyawa karbon. Penelitian Jumina berpotensi untuk aplikasi ilmiah yang luas.
4. Dr. Yehezkiel Steven Kurniawan, S.Si., M.Si.
Peringkat dunia: 659.862
Kategori: Single-year impact
Bidang keilmuan: Kimia.
Dr. Yehezkiel adalah dosen di Departemen Kimia FMIPA UGM, dengan fokus penelitian pada sifat, struktur, dan reaktivitas zat. Ia juga terlibat dalam pengembangan metode analisis serta sintesis dalam bidang kimia.
5. Prof. Dra. Wega Trisunaryanti, M.S., Ph.D., Eng.
Peringkat dunia: 982.465
Kategori: Single-year impact
Bidang keilmuan: Kimia material, katalis, dan adsorben.
Prof. Wega merupakan Guru Besar di Departemen Kimia FMIPA UGM, yang meneliti material katalis dan adsorben. Penelitiannya berfokus pada pengembangan material untuk konversi bahan baku menjadi bahan bakar dan pemanfaatan sumber daya yang mendukung energi.
6. Prof. Drs. Sri Juari Santosa, M.Eng., Ph.D.
Peringkat dunia: 480.432
Kategori: Career-long impact
Bidang keilmuan: Kimia lingkungan dan ilmu pemisahan.
Prof. Sri Juari Santosa, Guru Besar dari Departemen Kimia FMIPA UGM, mengkhususkan diri dalam sintesis dan aplikasi material untuk pemulihan senyawa bernilai serta remediasi lingkungan. Penelitiannya mencakup penghilangan pencemar dari air dengan menggunakan material berbasis lempung dan magnetit.
Ilmuwan Unggulan dari Universitas Sebelas Maret
Universitas Sebelas Maret (UNS) di Surakarta juga menunjukkan prestasi yang membanggakan dengan tujuh dosen yang berhasil masuk dalam daftar ilmuwan terbaik dunia 2026.
1. Prof. Dr.Eng. Nugroho Agung Pambudi, M.Eng.
Bidang keilmuan: Pendidikan teknik mesin dan teknik mesin.
Prof. Nugroho Agung Pambudi berperan aktif dalam pendidikan teknik mesin di UNS, dengan latar belakang yang kuat dalam studi teknik mesin dari Universitas Kyushu, Jepang.
2. Prof. Dr. Ir. Wakhid Ahmad Jauhari, S.T., M.T.
Bidang keilmuan: Teknik industri.
Prof. Wakhid Ahmad Jauhari mengajar di Program Studi Teknik Industri Fakultas Teknik UNS, dengan fokus pada pengembangan sistem produksi, optimasi proses, dan perencanaan operasi.
3. Prof. Ir. Agung Tri Wijayanta, S.T., M.Eng., Ph.D.
Bidang keilmuan: Teknik mesin.
Agung Tri Wijayanta adalah akademisi dari Program Studi Teknik Mesin Fakultas Teknik UNS, yang fokus pada perancangan dan analisis sistem mekanik serta pengembangan teknologi rekayasa mesin.
4. Dr.Eng. Ir. Aditya Rio Prabowo, S.T., M.T., M.Eng.
Bidang keilmuan: Teknik mesin dan rekayasa.
Dr. Aditya Rio Prabowo mengajar di Program Studi Teknik Mesin UNS, mendalami rekayasa dan analisis sistem mekanik untuk berbagai kebutuhan industri.
5. Prof. Dr.Agr.Sc. Ernoiz Antriyandarti, S.P., M.P., M.Ec.
Bidang keilmuan: Agribisnis dan ekonomi pertanian.
Prof. Ernoiz Antriyandarti aktif dalam penelitian di bidang agribisnis di Fakultas Pertanian UNS, dengan fokus pada ekonomi dan pengelolaan usaha pertanian.
6. Prof. Dr. Ir. Zainal Arifin, S.T., M.T.
Bidang keilmuan: Teknik mesin.
Prof. Zainal Arifin berkontribusi di Program Studi Teknik Mesin Fakultas Teknik UNS, berfokus pada pengembangan dan penerapan prinsip rekayasa.
7. Agung Irawan, S.Pt., M.Sc., Ph.D.
Bidang keilmuan: Peternakan dan budidaya ternak.
Agung Irawan adalah akademisi dari Program Studi D-3 Budidaya Ternak Sekolah Vokasi UNS, dengan fokus pada pengelolaan budidaya dan produktivitas ternak.
Prestasi Ilmuwan Universitas Hasanuddin
Universitas Hasanuddin (Unhas) juga membanggakan dengan sembilan ilmuwan yang masuk dalam daftar World’s Top 2% Scientists 2026.
1. Prof. Firzan Nainu, S.Si., M.Biomed.Sc., Ph.D., Apt.
Bidang keilmuan: Farmasi dan ilmu biomedis.
Prof. Firzan Nainu merupakan akademisi di Fakultas Farmasi Unhas, yang fokus pada mekanisme biologis penyakit serta pengembangan pendekatan ilmiah untuk penanganan masalah kesehatan.
2. Prof. Dr. Dahlang Tahir, S.Si., M.Si.
Bidang keilmuan: Fisika material, nanoteknologi, dan material komposit.
Dahlang Tahir adalah akademisi di Departemen Fisika FMIPA Unhas, memimpin Bionanocomposite Research Group, dengan penelitian di bidang biomaterial dan nanoteknologi.
3. Prof. Andi Dian Permana, S.Si., M.Si., Ph.D., Apt.
Bidang keilmuan: Farmasi dan penghantaran obat.
Andi Dian Permana adalah akademisi di Fakultas Farmasi Unhas, berfokus pada pengembangan formulasi obat dan sistem penghantaran zat aktif.
4. Prof. Dr. Eng. Mawardi Bahri, M.Si.
Bidang keilmuan: Fisika dan rekayasa material.
Mawardi Bahri merupakan akademisi di FMIPA Unhas yang mengkaji sifat dan perilaku materi serta penerapan prinsip fisika untuk mendukung pengembangan teknologi.
5. Prof. Ir. Andi Dirpan, S.TP., M.Si., Ph.D.
Bidang keilmuan: Teknologi pertanian dan teknologi pangan.
Andi Dirpan mengajar di Fakultas Teknologi Pertanian Unhas, berfokus pada pengolahan hasil pertanian dan pengembangan teknologi untuk meningkatkan nilai tambah produk.
6. Dr. Heryanto, S.Si., M.Si.
Bidang keilmuan: Fisika komputasi dan material.
Heryanto adalah dosen di Departemen Fisika FMIPA Unhas, berkontribusi dalam penelitian komputasi material melalui pemodelan dan perhitungan sifat material.
7. Nurhasni Hasan, S.Si., M.Si., M.Pharm.Sc., Ph.D., Apt.
Bidang keilmuan: Farmasi dan ilmu kefarmasian.
Nurhasni Hasan merupakan akademisi Fakultas Farmasi Unhas, dengan fokus pada penelitian bahan obat dan pengembangan produk farmasi.
8. Prof. Dr. Ir. Rohani Ambo Rappe, M.Si.
Bidang keilmuan: Ilmu kelautan, ekologi laut, dan perikanan.
Prof. Rohani Ambo Rappe mengajar di Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan Unhas, mendalami ekosistem pesisir dan laut serta sumber daya hayati.
9. Prof. Dr. Muhammad Alif K. Sahide, S.Hut., M.Si.
Bidang keilmuan: Kehutanan, kebijakan kehutanan, dan tata kelola sumber daya alam.
Muhammad Alif K. Sahide adalah akademisi Fakultas Kehutanan Unhas, yang mengkaji kebijakan kehutanan dan tata kelola sumber daya alam.
Pemeringkatan ilmuwan oleh Elsevier ini menggunakan indikator bibliometrik, termasuk jumlah sitasi, h-index, dan hm-index yang disesuaikan dengan jumlah penulis. Selain itu, pemeringkatan ini juga membagi para peneliti ke dalam bidang dan subbidang keilmuan yang relevan. Dengan pencapaian ini, UGM, UNS, dan Unhas telah menunjukkan komitmen untuk berkontribusi dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, serta membanggakan Indonesia di kancah internasional.
➡️ Baca Juga: Juyeon THE BOYZ Debut di Drakor, Tampilkan Aksi Menarik Bersama Lee Junho
➡️ Baca Juga: Bandingkan Banner Skirk dan Escoffier di Genshin Impact 7.1, Siapa yang Layak Dipilih?
