Trump Siap Balas Dendam 20 Kali Lebih Dahsyat terhadap Iran Jika Selat Hormuz Terblokade

Presiden AS, Donald Trump, telah memperingatkan Iran dengan ancaman yang sangat serius. Dia menyatakan bahwa jika Iran melakukan tindakan apa pun yang dapat menghambat pasokan minyak melalui Selat Hormuz, Amerika Serikat akan merespon dengan serangan yang dua puluh kali lebih ganas daripada sebelumnya. Pernyataan Trump ini, yang disampaikan melalui media sosial Truth Social, merupakan respon atas tindakan Iran yang berpotensi menghambat kelancaran pengiriman minyak melalui Selat Hormuz.
Trump menambahkan bahwa Amerika Serikat tidak akan segan-segan menyerang target-target yang mudah dihancurkan di Iran sebagai tindakan pembalasan. Dengan demikian, akan sulit bagi Iran untuk membangun kembali negaranya jika serangan tersebut terjadi. Namun, Trump berharap dan berdoa agar hal tersebut tidak perlu terjadi.
Presiden AS melihat potensi blokade Selat Hormuz oleh Iran sebagai “hadiah” bagi negara-negara seperti Tiongkok yang sangat tergantung pada kelancaran pengiriman minyak melalui Selat Hormuz. Dia berharap bahwa langkah ini akan mendapatkan apresiasi yang luas.
Sementara itu, Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menegaskan bahwa Iran tidak pernah berniat untuk menutup Selat Hormuz atau menghambat pengiriman minyak melalui selat tersebut. Dalam wawancara dengan PBS, Araghchi mengatakan bahwa penurunan produksi dan pengiriman minyak bukanlah akibat dari aksi Iran, melainkan karena serangan dan agresi oleh Israel dan Amerika terhadap Iran.
Menurut Araghchi, Amerika dan Israel yang bertanggung jawab atas situasi tidak aman di kawasan tersebut. Kedua negara inilah yang membuat kapal tanker dan kapal lainnya merasa takut untuk berlayar di Selat Hormuz. “Kami tidak pernah menutup selat ini. Kami juga tidak pernah mengganggu pengiriman minyak melalui selat ini,” tegas Araghchi.
Dalam situasi yang semakin memanas ini, dunia menunggu untuk melihat bagaimana konflik antara Amerika Serikat dan Iran akan berakhir. Apakah akan ada perang ataukah kedua belah pihak akan berhasil menemukan solusi damai? Hanya waktu yang bisa menjawab pertanyaan ini.
➡️ Baca Juga: Sasa Santan Torehkan Rekor MURI dengan Sajikan 1.447 Porsi Opor untuk Nikmati Bersama Masyarakat
➡️ Baca Juga: 10 Pilihan Destinasi Wisata Internasional Teraman dan Paling Nyaman di 2026 dengan Risiko Minimal