BLU 80s Universitas Budi Luhur Kumpulkan Alumni dan 1.200 Wisudawan Bersama

Jakarta – Universitas Budi Luhur (UBL) baru saja menyelenggarakan sebuah acara yang memukau, yakni BLU 80s: Cross-Generation Graduation Prom Night, untuk merayakan kelulusan 1.200 mahasiswa. Acara ini tidak hanya menjadi ajang wisuda, tetapi juga sebagai platform untuk mempertemukan wisudawan dengan alumni dari berbagai angkatan. Momen ini diharapkan dapat mempererat tali silaturahmi antara generasi alumni yang lebih tua dengan mahasiswa saat ini, termasuk di dalamnya anak-anak dari alumni angkatan 1980-an. Dengan suasana yang kental akan nuansa nostalgia, acara ini menyuguhkan musik dan gaya busana ikonik era 80-an yang membuat semua peserta merasakan kehangatan dan kedekatan. Rektor UBL, Agus Setyo Budi, menjelaskan bahwa tujuan utama acara ini adalah untuk menjaga hubungan antara generasi yang lebih tua dan mahasiswa saat ini, agar silaturahmi tidak terputus. “Kami ingin menyambung tali persaudaraan dari angkatan lama hingga yang baru,” ungkap Agus di kampus UBL, Jakarta Barat, pada Rabu, 14 Oktober 2026.

Menjaga Hubungan Antar Generasi

Agus Setyo Budi menyatakan harapannya bahwa melalui acara ini, UBL dapat membangun kepercayaan di kalangan masyarakat bahwa pendidikan di Universitas Budi Luhur adalah tempat yang aman dan nyaman dengan kualitas yang terjamin. Dalam acara ini, para wisudawan mengikuti serangkaian kegiatan sebelum resmi dilantik, termasuk pengambilan toga dan penyematan tanda alumni. Selain itu, acara ini dimeriahkan dengan penampilan dari setiap angkatan, pertunjukan musik, dan karaoke, yang semuanya menambah keceriaan suasana.

Pengembangan Karier Melalui Pendidikan Lanjutan

Universitas Budi Luhur juga memanfaatkan momentum ini untuk mendorong pengembangan karier para lulusan. Salah satu program yang diperkenalkan adalah kesempatan bagi mahasiswa untuk bekerja sambil melanjutkan pendidikan ke luar negeri, khususnya ke Korea Selatan. Program ini ditujukan bagi lulusan Fakultas Teknologi Informasi, mulai dari tahap persiapan hingga pemberangkatan, dengan biaya yang ditanggung oleh pemerintah Korea Selatan. “Kami akan mengadakan sosialisasi mengenai program ke Korea pada hari Jumat mendatang. Semua biaya ditanggung oleh pemerintah Korea,” jelas Agus.

Mahasiswa yang memenuhi kriteria akan mendapatkan kesempatan untuk berangkat ke Korea Selatan, di mana mereka dapat bekerja sambil meningkatkan kemampuan bahasa Korea. Setelah kemampuan bahasa mereka memadai, peserta berpeluang untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang magister atau S2.

Pentingnya Kesiapan Lulusan di Dunia Kerja

Agus menekankan bahwa dalam menghadapi tantangan dunia kerja, lulusan perlu memiliki kombinasi keterampilan teknis (hard skills) dan keterampilan interpersonal (soft skills) agar dapat bersaing dan beradaptasi dengan kebutuhan profesional. “Saat prosesi wisuda, akan ada orasi ilmiah dari Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda, yang akan memberikan motivasi kepada generasi muda,” tambahnya. Selain dari segi kompetensi, Agus juga mengingatkan agar para lulusan menjaga nama baik almamater setelah menyelesaikan pendidikan, serta pentingnya mempertahankan nilai-nilai kebudiluhuran yang menjadi identitas Universitas Budi Luhur. “Jangan lupakan nilai-nilai kebudiluhuran saat bekerja nanti. Tagline kami adalah cerdas berbudi luhur, yang merupakan ciri khas mahasiswa Universitas Budi Luhur,” tegasnya.

Membangun Kebersamaan di Lingkungan Kampus

Cross-Generation Graduation Prom Night merupakan salah satu bagian dari aktivitas berkelanjutan yang diadakan di kampus. Kegiatan ini memberikan kesempatan bagi mahasiswa dan alumni untuk bersosialisasi, sekaligus menjadi ruang penyegaran di tengah kesibukan akademik. Melalui acara ini, Universitas Budi Luhur berusaha untuk menjaga keseimbangan antara kegiatan belajar dan aktivitas lain yang dapat mempererat hubungan di lingkungan kampus.

Mengangkat tema era 1980-an, acara ini berhasil menarik perhatian Generasi Z, memberikan pengalaman yang berbeda dari kegiatan kampus pada umumnya. Musik, suasana, dan busana khas dekade tersebut menjadi daya tarik tersendiri, terutama bagi generasi muda yang tumbuh di era digital.

Nostalgia Melalui Musik dan Busana

Farhan Maulana Ishaq, mahasiswa Program Studi S1 Pariwisata, berpendapat bahwa lagu-lagu dari era 80-an masih tetap menarik bagi generasi sekarang. “Menurut saya, lagu-lagu 80-an sangat enak didengar, dan banyak dari Gen Z yang juga menyukainya,” ujarnya. Farhan juga mengungkapkan bahwa gaya busana dari era tersebut memiliki karakter unik, terutama dari segi warna dan model pakaian. Untuk menyesuaikan diri dengan tema acara, ia harus mencari inspirasi sebelum memutuskan pakaian yang akan dikenakan, dengan memanfaatkan thrifting.

Sementara itu, Olivia Datu Lumuran, mahasiswi Program Studi S1 Kriminologi, juga menilai bahwa kegiatan ini memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk mengenal budaya populer dari masa lalu. Di tengah kebiasaan yang serba digital dan instan, pengalaman menikmati musik serta suasana dari era 80-an menjadi bentuk pembelajaran budaya lintas generasi. “Acara ini membawa kita bernostalgia melalui musik, suasana, dan busana dari budaya generasi sebelumnya,” kata Olivia. Keduanya berharap kegiatan serupa dapat diadakan lebih sering, di mana acara lintas generasi ini mampu mempererat hubungan antara mahasiswa, alumni, dosen, dan keluarga besar Universitas Budi Luhur.

➡️ Baca Juga: Kode Redeem FC Mobile Spesial Ramadan 16 Maret 2026, Dapatkan Paket Legend Gratis Sekarang

➡️ Baca Juga: Jepang Siapkan Bantuan 10 Miliar Dolar AS untuk Stok Minyak dan Kebutuhan Medis ASEAN

Exit mobile version