BKKBN Terapkan Strategi Berbasis Data Akurat untuk Atasi Stunting di Papua

Stunting merupakan masalah serius yang dihadapi oleh banyak daerah di Indonesia, termasuk Papua. Dengan prevalensi stunting yang cukup tinggi, diperlukan strategi yang tepat untuk mengatasi permasalahan ini. Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/BKKBN Provinsi Papua menggarisbawahi pentingnya pendekatan berbasis data yang akurat dalam penanganan stunting. Dengan menggunakan data yang tepat, intervensi yang dilakukan dapat lebih terarah dan efektif, sehingga diharapkan dapat menurunkan angka stunting di wilayah tersebut secara signifikan.
Pentingnya Data Akurat dalam Penanganan Stunting
Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Papua, Sarles Brabar, menekankan bahwa penggunaan data yang akurat sangat krusial untuk menentukan intervensi yang tepat bagi keluarga-keluarga yang berisiko mengalami stunting. Data yang dikumpulkan dengan pendekatan “by name by address” memungkinkan pemerintah untuk memahami kondisi setiap individu dengan lebih baik.
Dalam pertemuan yang berlangsung pada Rabu, 19 Agustus, dengan Gubernur Papua, Mathius D Fakhiri, mereka melakukan evaluasi terhadap perkembangan program pencegahan dan penanganan stunting yang telah berjalan. Evaluasi ini penting untuk memastikan bahwa langkah-langkah yang diambil sesuai dengan kebutuhan di lapangan.
Kolaborasi untuk Mengatasi Stunting
Penanganan stunting tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja; dibutuhkan kolaborasi antara berbagai pihak. Sarles menjelaskan bahwa pemerintah provinsi, kabupaten/kota, sektor swasta, perbankan, serta mitra lainnya harus bersinergi untuk mencapai hasil yang optimal.
- Pemerintah provinsi dan kabupaten/kota harus memiliki data yang sejalan.
- Koordinasi antara BKKBN dan Dinas Kesehatan sangat penting.
- Perusahaan dan lembaga keuangan juga perlu dilibatkan dalam program-program pencegahan.
- Partisipasi masyarakat dalam program stunting harus didorong.
- Inovasi dalam pengumpulan dan pemanfaatan data harus terus dilakukan.
Dengan penyamaan data antara BKKBN dan Dinas Kesehatan, pemerintah daerah dapat mengambil langkah intervensi yang lebih tepat. Sarles menekankan bahwa jika terjadi penurunan atau kenaikan angka stunting, informasi tersebut harus dilaporkan secara bersamaan untuk memastikan respons yang cepat dan efektif.
Fokus pada Daerah Prioritas
Beberapa daerah di Papua menjadi fokus utama dalam penanganan stunting, termasuk Kabupaten Mamberamo Raya dan Sarmi. Menurut Sarles, Kota Jayapura sudah menunjukkan kemajuan dengan angka stunting yang berada di kisaran 12 persen. Namun, masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan untuk menurunkan angka tersebut di daerah-daerah lain.
Untuk mempercepat intervensi, BKKBN berupaya memperkuat Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting). Program ini melibatkan perusahaan, bank, dan tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) untuk memberikan dukungan yang lebih besar dalam upaya pencegahan stunting.
Peran Aktif Pemangku Kepentingan
Harapan Sarles adalah agar delapan kabupaten di Provinsi Papua dapat bergerak serentak dalam upaya menekan angka stunting. Setiap pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah hingga masyarakat, harus berperan aktif dalam mengatasi permasalahan ini.
Selain itu, perubahan angka stunting perlu dipantau secara berkala. Setiap penurunan, kenaikan, atau stagnasi harus dicatat dan dilaporkan agar pemerintah dapat segera merespons dengan intervensi yang sesuai. Saat ini, Papua mengacu pada data nasional yang menunjukkan angka stunting di sekitar 28 persen.
Strategi Berkelanjutan untuk Mengurangi Stunting
Dalam upaya mengurangi stunting di Papua, kolaborasi lintas sektor menjadi kunci. Data yang akurat akan membantu dalam merumuskan kebijakan yang lebih efektif dan berkelanjutan. Oleh karena itu, semua pihak diharapkan dapat bekerja sama untuk menghasilkan data yang konsisten dan dapat dipercaya.
Dengan pendekatan berbasis data, diharapkan intervensi yang dilakukan tidak hanya tepat sasaran, tetapi juga mampu memberikan dampak jangka panjang. Semua upaya ini diarahkan untuk memastikan generasi mendatang di Papua tumbuh dengan baik dan bebas dari masalah stunting.
Dengan dukungan yang kuat dari semua pihak, penurunan angka stunting di Papua bukanlah hal yang mustahil. Melalui kerja sama yang solid dan strategi yang tepat, kita dapat menciptakan masa depan yang lebih baik bagi anak-anak Papua.
➡️ Baca Juga: Insting Ibu Sebagai Alat Medis Pertama untuk Kesehatan Si Kecil yang Perlu Dipercayai
➡️ Baca Juga: Daftar 48 Titik WiFi Publik di Tanjungpinang untuk Internet Gratis dan Hemat Kuota



