Bapenda Bekasi Lanjutkan Layanan Wajib Pajak di Tengah WFH, Tingkatkan Target Pendapatan Usai Lebaran

Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, mengambil langkah cepat untuk mengoptimalkan realisasi pendapatan daerah setelah libur Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah. Ini demi mencapai target yang telah ditetapkan untuk akhir tahun 2026. Di tengah situasi yang masih dipengaruhi oleh penerapan Work From Home (WFH) bagi sebagian pegawai, Bapenda tetap berkomitmen untuk memberikan layanan wajib pajak yang optimal.
Pelayanan Pajak yang Tetap Berjalan di Tengah WFH
Kepala Bapenda Kabupaten Bekasi, Iwan Ridwan, menegaskan bahwa meskipun sejumlah pegawai bekerja dari rumah, layanan bagi wajib pajak tidak terganggu. “Wajib pajak yang ingin membayar pajak tetap dilayani, meski sejumlah pegawai masih WFH,” ujarnya di Cikarang, Kamis lalu.
Iwan menjelaskan bahwa meskipun terdapat kebijakan WFH, proses pembayaran pajak daerah akan tetap berjalan normal pasca libur Lebaran. Hal ini menunjukkan komitmen Bapenda untuk menjaga pelayanan publik yang berkualitas, meskipun dalam kondisi yang tidak ideal.
Realisasi Pendapatan Pajak yang Meningkat
Secara keseluruhan, Iwan menyatakan bahwa pencapaian penerimaan pajak daerah Kabupaten Bekasi menunjukkan hasil yang positif. Hingga mendekati akhir triwulan pertama 2026, pendapatan yang berhasil dihimpun telah mencapai setengah triliun rupiah.
“Pada tanggal 25 Maret 2026 pukul 16.00 WIB, realisasi pajak daerah yang sudah tercapai adalah sebesar Rp535,44 miliar. Ini merupakan capaian akhir triwulan pertama, tepatnya pada pekan terakhir bulan Maret,” jelasnya.
Iwan menambahkan bahwa angka tersebut merupakan hasil dari sektor pajak daerah yang menjadi tanggung jawab utama Bapenda Kabupaten Bekasi. Angka ini pun menjadi indikator positif bagi kinerja organisasi dalam mengelola pendapatan daerah.
Transparansi Melalui Media Sosial
Untuk meningkatkan akuntabilitas dan transparansi, Iwan mengungkapkan bahwa mulai tahun ini, setiap penerimaan pajak daerah akan diinformasikan secara berkala melalui saluran media sosial resmi Bapenda Kabupaten Bekasi. “Pembaruan mingguan ini adalah salah satu bentuk transparansi agar masyarakat dapat memantau sektor pendapatan dari pajak daerah,” tambahnya.
- Transparansi informasi pajak untuk masyarakat
- Peningkatan komunikasi melalui media sosial
- Update berkala untuk akuntabilitas
- Pemantauan pendapatan daerah yang lebih mudah
- Partisipasi masyarakat dalam pembayaran pajak
Target Ambisius untuk Tahun 2026
Walaupun realisasi penerimaan pajak daerah sudah mencapai Rp535 miliar, Iwan mengaku belum puas. Pihaknya terus berupaya maksimal untuk memenuhi target penerimaan pajak daerah yang ditetapkan sebesar Rp3,8 triliun untuk tahun 2026.
“Kami tidak akan pernah berhenti untuk mensosialisasikan pentingnya ketaatan membayar pajak kepada masyarakat demi pembangunan daerah,” ungkapnya dengan penuh semangat. Hal ini menunjukkan bahwa Bapenda berkomitmen untuk terus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap kewajiban perpajakan.
Menjadi Teladan dalam Pembayaran Pajak
Iwan juga mengimbau kepada seluruh pegawai di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bekasi untuk menjadi contoh dalam hal pembayaran pajak. Ia mengajak mereka untuk membayar pajak secara tepat waktu, guna mendukung optimalisasi program pembangunan daerah.
“Kami mengajak pegawai pemerintah untuk menjadi panutan dalam pembayaran pajak daerah, baik itu pajak bumi dan bangunan (PBB) maupun pajak kendaraan bermotor. Jika para pegawai taat, diharapkan ketaatan ini bisa menular kepada masyarakat,” tegasnya.
Strategi Peningkatan Kesadaran Pajak
Untuk mendukung upaya peningkatan kesadaran akan kewajiban pajak, Bapenda telah merumuskan beberapa strategi yang dapat diimplementasikan, antara lain:
- Penyuluhan dan edukasi pajak kepada masyarakat
- Penguatan sistem informasi pajak yang lebih transparan
- Kerjasama dengan berbagai pihak untuk memfasilitasi pembayaran pajak
- Promosi manfaat pajak bagi masyarakat
- Pemberian penghargaan bagi wajib pajak yang taat
Dengan pendekatan-pendekatan tersebut, Bapenda berharap dapat meningkatkan partisipasi masyarakat dalam membayar pajak serta mendukung pembangunan daerah yang berkelanjutan.
Pentingnya Peran Wajib Pajak dalam Pembangunan Daerah
Peran wajib pajak sangat krusial dalam mendukung pembangunan daerah. Setiap pembayaran pajak yang dilakukan oleh masyarakat akan digunakan untuk berbagai program yang bermanfaat, seperti pembangunan infrastruktur, pendidikan, dan kesehatan.
“Dengan membayar pajak, masyarakat turut berkontribusi dalam pembangunan yang lebih baik. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk memahami kewajiban perpajakan dan melaksanakannya dengan baik,” ujar Iwan.
Membangun Kesadaran Kolektif
Pembangunan kesadaran kolektif tentang pentingnya membayar pajak perlu ditanamkan sejak dini. Bapenda berkomitmen untuk terus berupaya melakukan sosialisasi di berbagai kalangan, termasuk di sekolah-sekolah dan komunitas masyarakat.
Melalui pendekatan ini, diharapkan generasi mendatang akan lebih memahami arti penting dari kewajiban pajak dan berkontribusi positif terhadap pendapatan daerah. Ini semua demi tercapainya target yang telah ditetapkan dan pembangunan daerah yang lebih baik.
Kesimpulan
Bapenda Kabupaten Bekasi menunjukkan komitmennya dalam memberikan layanan wajib pajak yang optimal, meskipun dalam situasi WFH. Dengan pencapaian yang positif dan strategi yang jelas, diharapkan pendapatan daerah dapat terus meningkat dan memberikan manfaat bagi masyarakat. Masyarakat diharapkan dapat berperan aktif dalam membayar pajak sebagai bentuk kontribusi untuk pembangunan daerah yang berkelanjutan.
➡️ Baca Juga: 9.351 Penumpang Padati Stasiun Malang dalam Puncak Arus Balik Lebaran 2026 Hari Ini
➡️ Baca Juga: Vanya Rivani Pertimbangkan Untuk Mundur Dari Film ‘Pelangi di Mars’: Alasan Lengkapnya


