Bakpia Day Memperkuat Identitas Patuk Sebagai Pusat Produksi Bakpia Yogyakarta

Yogyakarta – Dalam era di mana produksi bakpia menjamur di berbagai daerah, masyarakat dan pelaku usaha di Patuk, Yogyakarta, bertekad untuk memperkuat kembali eksistensi kawasan ini sebagai pusat produksi bakpia yang otentik. Pada acara Bakpia Day ke-14, sebanyak 27.000 bakpia siap dibagikan kepada pengunjung, sebagai upaya untuk memperkenalkan bakpia panggang, yang merupakan produk unggulan dari Patuk, kepada khalayak yang lebih luas.
Pentingnya Memperkuat Identitas Patuk
Ketua Panitia Bakpia Day ke-14, Dimaz Arifin Hamsyah, menekankan bahwa penguatan identitas kawasan sangat penting di tengah maraknya usaha bakpia yang muncul di luar Patuk. Dengan acara ini, diharapkan masyarakat dan wisatawan tidak hanya mengenali produk bakpia, tetapi juga memahami bahwa Patuk adalah sentra industri bakpia yang kaya akan sejarah dan tradisi.
“Kami ingin mengajak masyarakat untuk datang dan menyaksikan acara ini, sekaligus mengenal Patuk sebagai pusat industri bakpia yang seharusnya menjadi tujuan utama saat berkunjung ke Yogyakarta,” jelas Dimaz di Kantor Dinas Komunikasi Informatika dan Persandian Kota Yogyakarta, pada tanggal 15 Oktober.
Memperkenalkan Bakpia Panggang
Bakpia panggang, salah satu produk khas dari Patuk, akan mendapatkan perhatian lebih dalam penyelenggaraan tahun ini. Panitia berupaya untuk menekankan karakteristik bakpia autentik dari Patuk, tanpa mengesampingkan inovasi dan variasi bakpia yang telah berkembang saat ini.
Dengan target distribusi sebanyak 27.000 bakpia untuk masyarakat dan pengunjung, jumlah ini meningkat signifikan dibandingkan dengan penyelenggaraan tahun lalu yang hanya mencapai sekitar 15.000 bakpia. Hal ini menunjukkan antusiasme yang tinggi terhadap acara Bakpia Day.
Thema dan Makna di Balik Bakpia Day ke-14
Bakpia Day ke-14 mengusung tema “Authentic Taste of Pathuk.” Mantri Pamong Praja Kemantren Ngampilan, Anif Luhur Kurniawan, menjelaskan bahwa tema ini tidak hanya menyoroti cita rasa bakpia, tetapi juga menggambarkan kehidupan masyarakat Patuk yang kaya akan keberagaman.
“Rasa yang kami maksud lebih dari sekadar rasa bakpia seperti cokelat atau keju. Kami ingin menampilkan rasa kebersamaan dan pengalaman keberagaman masyarakat yang akan dihadirkan dalam acara ini,” ungkapnya.
Puncak Acara Bakpia Day ke-14
Puncak dari acara Bakpia Day ke-14 akan dihelat pada hari Sabtu, 24 Oktober, melalui karnaval yang melibatkan kontingen dari 13 RW di Kelurahan Ngampilan. Karnaval ini akan dimulai dari Jalan Bhayangkara menuju kawasan Eks Pabrik Tegel Kunci di Jalan KS Tubun.
Keberagaman masyarakat Patuk akan ditampilkan melalui busana, properti, dan pertunjukan dari masing-masing kontingen. Berbagai representasi budaya, mulai dari Jawa, Tionghoa, Betawi, Bali, Sunda, Sasak, Minangkabau, Madura, Batak, Dayak, Toraja, Aceh, hingga Asmat, akan hadir, termasuk atraksi barongsai yang menarik perhatian.
Menampilkan Identitas Budaya
Setiap kontingen akan menampilkan identitas mereka melalui busana, properti, dan pertunjukan yang mencerminkan keragaman budaya masyarakat. Panitia telah mempersiapkan berbagai representasi budaya untuk ditampilkan, antara lain:
- Jawa
- Tionghoa
- Betawi
- Bali
- Sunda
Dengan penggabungan elemen-elemen ini, acara diharapkan dapat memberikan pengalaman yang mendalam tentang budaya dan tradisi yang ada di Patuk.
Rangkaian Acara Sebelum Puncak
Sebelum puncak acara, rangkaian Bakpia Day akan dimulai dengan kegiatan Andum Rasa di Titik Nol Kilometer Yogyakarta pada hari Sabtu, 17 Oktober. Dalam kegiatan ini, bakpia akan dibagikan kepada pengunjung sebagai sarana untuk memperkenalkan cita rasa produk dari Patuk.
Selanjutnya, pada hari Rabu, 21 Oktober, akan diadakan diskusi yang melibatkan unsur pemerintah, pengusaha bakpia, tokoh masyarakat, serta warga negara asing yang tinggal di Ngampilan. Pada hari yang sama juga akan dilangsungkan Umbul Doa sebagai ungkapan syukur dari pelaku usaha bakpia kepada Tuhan atas segala berkah yang telah diterima.
Demonstrasi Pembuatan Bakpia
Selain karnaval, puncak kegiatan juga akan dimeriahkan dengan demonstrasi pembuatan bakpia secara langsung dan pertunjukan seni yang menarik. Bakpia Day ke-14 juga merupakan bagian dari serangkaian peringatan HUT ke-270 Kota Yogyakarta, yang semakin memperkuat identitas Patuk sebagai pusat produksi bakpia Yogyakarta.
Melalui acara ini, diharapkan masyarakat dapat lebih mengenal dan mencintai bakpia Yogyakarta, serta menjadikan Patuk sebagai destinasi wisata kuliner yang wajib dikunjungi. Keterlibatan masyarakat dan pelaku usaha dalam acara ini menjadi langkah penting untuk mempromosikan bakpia dan memperkuat tradisi kuliner yang telah ada sejak lama.
➡️ Baca Juga: Pendaftaran PPDS RSPPU 2026 Batch 5 Dibuka: Informasi Prodi dan Beasiswa Tersedia
➡️ Baca Juga: Pembenahan Tata Kelola Penting Agar Sektor Prioritas Tidak Terancam Mandek




