Atasi Risiko Data dan ‘AI Tax’ dengan Peluncuran TokenKu.ai oleh Hypernet

Jakarta – Dalam era digital saat ini, adopsi teknologi kecerdasan buatan (AI) di sektor korporasi Indonesia mengalami pertumbuhan yang signifikan. Meskipun demikian, penerapan AI yang tidak terkelola dengan baik menimbulkan berbagai tantangan baru, mulai dari inefisiensi anggaran hingga risiko kebocoran data sensitif. Hal ini menjadi perhatian serius bagi banyak perusahaan yang berusaha untuk memanfaatkan potensi AI tanpa terjerumus ke dalam jebakan biaya yang tidak perlu.

Melawan Fragmentasi dan Beban ‘AI Tax’

Dalam upaya menjawab tantangan ini, Hypernet Technologies meluncurkan TokenKu.ai pada 10 September 2026, di Midaz Senayan Golf, Jakarta. Platform yang berfungsi sebagai marketplace AI terkelola ini mengusung tagline “Satu Gateway untuk Semua Model AI,” menawarkan solusi integrasi AI yang komprehensif untuk sektor enterprise.

Menurut Sudianto Oei, CEO Hypernet Technologies, data dari Amazon Web Services (AWS) menunjukkan bahwa 40 persen perusahaan di Indonesia telah mengadopsi AI. Meskipun 75 persen dari mereka melaporkan peningkatan produktivitas, adopsi yang terfragmentasi justru menciptakan hambatan operasional.

“Banyak perusahaan terjebak dalam skema berlangganan bulanan untuk setiap individu. Sekitar 36 persen langganan AI kami catatkan tidak digunakan secara optimal, yang mengakibatkan pemborosan. Selain itu, pembayaran menggunakan kartu kredit pribadi oleh karyawan dapat menciptakan masalah efisiensi fiskal, kepatuhan pajak, serta over-billing,” jelas Sudianto.

Pahami ‘AI Tax’

Pakar teknologi Raymond Chin, yang juga hadir sebagai narasumber, menambahkan bahwa biaya yang tidak terarah ini dikenal dengan istilah ‘AI Tax’. Dari total investasi AI global yang mencapai USD2,5 triliun, hanya sedikit perusahaan yang berhasil meningkatkan profitabilitas mereka.

“Akar dari masalah ‘AI Tax’ ini adalah fragmentasi. Banyak karyawan menggunakan akun pribadi yang tidak terintegrasi dengan sistem perusahaan, bahkan mengunggah data sensitif ke model AI publik. Ini sangat berisiko, terutama dengan adanya Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi (UU PDP),” tegas Raymond.

TokenKu.ai: Solusi Terintegrasi

TokenKu.ai muncul sebagai jawaban untuk menyederhanakan kompleksitas ini dengan menyediakan satu gerbang kendali terpusat (One Secure Gateway) yang terhubung dengan lebih dari 120 model AI global. Platform ini menawarkan tiga pilar solusi utama:

Infrastruktur yang Mendukung

Sudianto menekankan pentingnya infrastruktur konektivitas yang solid untuk efektivitas platform AI. Oleh karena itu, Hypernet Technologies bekerja sama dengan XL SMART, yang didukung oleh jaringan 5G, untuk mengurangi latensi dalam adopsi AI di tingkat korporasi.

Ke depan, TokenKu.ai direncanakan untuk menjadi AI Skill Marketplace yang menyediakan template AI siap pakai (plug-and-play) untuk berbagai sektor, termasuk jasa keuangan, ritel, layanan publik, kesehatan, dan pendidikan.

Selain itu, TokenKu.ai juga akan mengintegrasikan Nalar, sebuah agen AI pintar yang dikembangkan oleh Raymond Chin, untuk memperkuat kedaulatan data dan tata kelola AI di perusahaan-perusahaan Indonesia.

Membangun Ekosistem AI yang Berkelanjutan

“Revolusi AI telah dimulai. Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi pusat inovasi dan pengembangan talenta AI, bukan hanya sekadar menjadi pasar. Dengan hadirnya TokenKu.ai, kami berkomitmen untuk memastikan bahwa bisnis di Indonesia dapat mengadopsi AI dengan cara yang aman, terukur, dan efisien,” tutup Sudianto.

Dengan peluncuran TokenKu.ai, Hypernet Technologies tidak hanya menawarkan solusi untuk mengatasi ‘AI Tax’ dan risiko data, tetapi juga berkontribusi untuk membangun ekosistem AI yang lebih sehat dan terkelola di Indonesia. Ini adalah langkah yang tepat untuk memfasilitasi perusahaan dalam memanfaatkan teknologi AI secara optimal dan aman.

➡️ Baca Juga: Hyundai Ioniq 3: Hatchback Kompak dengan Jarak Tempuh Maksimal 496 Km untuk Mobilitas Efisien

➡️ Baca Juga: Cara Efektif Blokir STNK Mobil Terjual untuk Hindari Pajak Progresif

Exit mobile version