uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

kpkgg
Teknologi

AICX 2026: ITSec Mengupas Strategi Ketahanan Digital yang Efektif

Jakarta – ITSEC Asia berkolaborasi dengan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) untuk menyelenggarakan AICX 2026 di Bali. Acara ini bertujuan untuk mendalami strategi penguatan ketahanan digital nasional, mempertahankan kedaulatan digital, dan mempersiapkan Indonesia memasuki era kecerdasan buatan (AI) serta komputasi kuantum. Mengangkat tema “AI, Cyber & Quantum: Indonesia’s Next Chapter”, konferensi ini berlangsung di Bali Beach Convention, Sanur, pada Selasa, 20 Oktober 2026. Sebagai salah satu sorotan dalam Bali Tech Week 2026, acara ini berhasil menarik perhatian lebih dari 600 peserta, termasuk 25 pakar dari berbagai sektor, baik domestik maupun internasional, yang terdiri dari pejabat pemerintah, regulator, pemimpin perusahaan, serta akademisi dan praktisi teknologi.

AICX 2026 hadir di tengah momen yang sangat penting, di mana adopsi teknologi AI berkembang pesat bersamaan dengan meningkatnya ancaman siber. Insiden serangan siber dapat menghentikan operasional bisnis dan melumpuhkan layanan publik secara mendadak. Oleh karena itu, setiap organisasi dituntut untuk memperkuat sistem pertahanan, menjaga kelangsungan operasional, serta merancang skenario pemulihan yang cepat jika terjadi peretasan. Forum AICX merupakan evolusi dari ITSEC Cybersecurity & AI Summit yang sukses menyatukan para pembuat kebijakan, eksekutif bisnis, dan pakar dari berbagai negara di kawasan ASEAN pada tahun sebelumnya. Di tahun ini, ITSEC Asia mengambil langkah lebih jauh dengan menjalin kolaborasi erat bersama Komdigi untuk mengintegrasikan pembahasan AI dan keamanan siber dalam satu wadah yang lebih komprehensif.

Sinergi untuk Ketahanan Digital

Sinergi ini membuka ruang dialog dua arah, di mana pembuat kebijakan dapat langsung menyelami realitas dan tantangan yang ada di lapangan. Sementara itu, pemimpin bisnis memperoleh wawasan berharga untuk memandu arah investasi dan strategi teknologi mereka. Selain itu, akademisi dan peneliti juga mendapatkan panggung untuk berbagi gagasan serta respons yang efektif dalam menghadapi gelombang disrupsi teknologi.

Prioritas Strategis: AI dan Keamanan Siber

Patrick Dannacher, President Director ITSEC Asia, menekankan bahwa arah kebijakan teknologi saat ini memiliki dampak langsung terhadap daya saing organisasi, kontinuitas operasional, dan kepentingan nasional secara keseluruhan. Oleh karena itu, penguatan keamanan siber dan pemanfaatan AI mesti diintegrasikan ke dalam peta jalan strategis setiap organisasi. “Keputusan yang diambil oleh para pemimpin saat ini akan menentukan posisi dan ketahanan organisasi mereka di masa depan. AI telah mengubah peta permainan operasional bisnis, dan lanskap ancaman siber serta kemunculan teknologi baru terus menciptakan risiko-risiko baru yang harus diantisipasi,” ujarnya.

Lebih lanjut, Dannacher mengingatkan akan pentingnya penetapan arah dan prioritas yang jelas terkait investasi serta pengembangan kapabilitas digital di era AI. Gelaran AICX menjadi sarana penting untuk mempertemukan ide dari berbagai pemangku kepentingan guna melahirkan aksi nyata yang dapat terukur.

Pentingnya Kedaulatan Digital

Edwin Hidayat Abdullah, Direktur Jenderal Ekosistem Digital Komdigi, turut memberikan pandangannya tentang urgensi kedaulatan digital Indonesia dan keterkaitan antara AI serta ketahanan siber. Edwin menekankan bahwa keamanan siber merupakan fondasi utama yang tidak bisa ditawar dalam setiap inovasi atau adopsi AI. Hal ini memerlukan komitmen investasi yang berkelanjutan dalam pengembangan sumber daya manusia (SDM), modernisasi infrastruktur, dan pembaruan teknologi.

Dia juga menyoroti pentingnya meningkatkan kapasitas talenta digital nasional melalui kolaborasi erat antara pemerintah, industri, akademisi, dan masyarakat. Sinergi multisektor ini diharapkan dapat menyelaraskan program prioritas, mewujudkan kemitraan strategis, serta menghasilkan solusi teknologi yang dapat diandalkan dan relevan dengan kebutuhan dalam negeri.

Teknologi Berdaulat dan Tanggung Jawab Bersama

Wakil Kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), Slamet Aji Pamungkas, menekankan pentingnya peran teknologi berdaulat untuk memperkuat ketahanan nasional. Dalam pandangannya, aspek keamanan siber harus terintegrasi dalam setiap tahap siklus adopsi dan pengembangan teknologi digital. “Tanpa proteksi siber yang solid, lompatan inovasi dan transformasi digital tidak akan bertahan lama,” ujarnya.

Bagi Slamet, menjaga pertahanan siber adalah tanggung jawab bersama seluruh elemen bangsa. Pemerintah, industri, akademisi, dan masyarakat perlu berkolaborasi untuk memastikan bahwa proses digitalisasi di Indonesia berlangsung dengan aman dan berkelanjutan. Dalam sesi diskusi, para pembicara dari sektor pemerintahan, keuangan, teknologi, hingga akademisi membahas tantangan teknis dalam integrasi AI corporate, tata kelola inovasi finansial digital, serta kesiapan infrastruktur keamanan untuk menyambut kedatangan teknologi komputasi kuantum.

Memahami Dampak Teknologi

Rangkaian diskusi ini menggarisbawahi betapa pentingnya pemahaman terhadap dampak dinamika teknologi terhadap proses bisnis, keandalan perlindungan data, serta daya tahan operasional organisasi dalam jangka panjang. Hal ini menunjukkan bahwa kesiapan menghadapi tantangan digital adalah kunci untuk keberlangsungan organisasi di masa depan.

Pengembangan Talenta Digital

Salah satu isu utama yang diangkat dalam AICX 2026 adalah pengembangan sumber daya manusia (SDM) untuk mendukung akselerasi ekonomi digital. Para pemimpin industri dan perwakilan organisasi menekankan pentingnya ketersediaan tenaga ahli yang berpengalaman di bidang AI dan keamanan siber. Ketersediaan SDM yang terampil menjadi faktor kunci untuk memastikan Indonesia dapat bersaing di era disrupsi teknologi.

Selain itu, para narasumber juga menyoroti kontribusi strategis dari regulator, media massa, dan sektor swasta dalam membangun kesadaran publik yang tepat dan mendorong penerapan AI yang bijaksana di tanah air. Upaya ini diharapkan dapat menciptakan lingkungan yang kondusif bagi perkembangan teknologi yang aman dan berkelanjutan.

Kesimpulan Strategis AICX 2026

Secara keseluruhan, AICX 2026 oleh ITSEC Asia berhasil menghubungkan berbagai pemangku kepentingan dan praktisi untuk mengidentifikasi dan membahas tantangan kompleks di persimpangan AI, keamanan siber, dan teknologi kuantum. Forum ini bukan hanya menjadi ajang pertukaran ide, tetapi juga sarana strategis dalam merumuskan skema prioritas teknologi, memperkuat kedaulatan digital nasional, serta menyiapkan talenta masa depan Indonesia. Dengan kolaborasi yang solid antara berbagai pihak, ketahanan digital Indonesia diharapkan dapat lebih terjamin di masa yang akan datang.

➡️ Baca Juga: Wapres Gibran Kenakan Adat Rote untuk Mencerminkan Kewibawaan dan Tradisi

➡️ Baca Juga: Low pH Cleanser Lokal untuk Kulit Sensitif Agar Tetap Lembap dan Sehat

Related Articles

Back to top button