45 Juta Orang Terancam Kelaparan Akut, Mentan Serukan Penguatan Produksi Lokal Tanpa Impor

Jakarta – Ancaman krisis pangan global semakin nyata, dengan laporan terkini dari World Food Programme (WFP) yang mengindikasikan potensi lonjakan jumlah populasi yang akan menghadapi kelaparan akut. Eskalasi konflik di Timur Tengah dapat menyebabkan jumlah penduduk yang terancam kelaparan mencapai angka rekor pada tahun 2026. Hal ini menjadi perhatian serius bagi semua negara, termasuk Indonesia, yang harus segera mengambil langkah strategis untuk memperkuat ketahanan pangan nasional.
Ancaman Kelaparan Akut: Realitas yang Harus Diwaspadai
Menteri Pertanian, Amran Sulaiman, mengungkapkan bahwa jika konflik berkepanjangan terus berlanjut dan harga energi global tetap tinggi, sekitar 45 juta orang tambahan diperkirakan akan terjerumus ke dalam kondisi rawan pangan akut. Fenomena ini menunjukkan bahwa isu ketahanan pangan bukan hanya permasalahan lokal, tetapi juga menjadi tantangan strategis yang dapat memengaruhi stabilitas ekonomi dan sosial di seluruh dunia.
Dalam pernyataannya, Amran menekankan pentingnya setiap negara untuk memperkuat ketahanan pangan masing-masing dan tidak bergantung pada pasokan dari negara lain, terutama di tengah situasi global yang semakin tidak menentu.
Pentingnya Memperkuat Ketahanan Pangan Nasional
“Krisis pangan yang dihadapi dunia saat ini sangat serius. Oleh karena itu, setiap negara harus memperkuat ketahanan pangannya dan tidak tergantung pada negara lain,” ucap Mentan Amran saat memberikan keterangan di Jakarta. Dengan kondisi global yang tidak menentu, sangat penting bagi Indonesia untuk mengembangkan potensi pertanian lokal agar dapat memenuhi kebutuhan dalam negeri.
Dia menjelaskan bahwa lonjakan harga energi, gangguan pada jalur pelayaran internasional, dan peningkatan biaya logistik dapat memicu inflasi pangan global, seperti yang terjadi selama konflik Rusia-Ukraina pada tahun 2022. Dampak dari konflik ini tidak hanya dirasakan di negara-negara yang terlibat langsung, tetapi juga merembet ke seluruh dunia melalui rantai pasok global. Negara-negara yang sangat bergantung pada impor pangan menjadi yang paling rentan menghadapi lonjakan harga dan kelangkaan pasokan.
Menjaga Kemandirian Pangan Melalui Produksi Lokal
“Jika krisis pangan global terjadi, terutama akibat konflik geopolitik antara Iran, Amerika, dan Israel, negara yang mampu memproduksi pangannya sendiri akan berada dalam posisi yang lebih aman. Oleh karena itu, kita harus memperkuat produksi dalam negeri,” tegas Amran.
Merespons berbagai ancaman tersebut, Kementerian Pertanian telah meluncurkan beberapa program yang tidak hanya berfokus pada peningkatan produksi, tetapi juga membangun sistem pertanian yang kuat, modern, dan berkelanjutan. Pemerintah menargetkan swasembada pangan serta menjadikan Indonesia sebagai lumbung pangan dunia.
Optimisme Menuju Swasembada Pangan
“Kita harus optimis. Indonesia memiliki lahan, sumber air, iklim yang mendukung, dan sumber daya manusia yang melimpah. Jika semua potensi ini dimanfaatkan secara maksimal, swasembada pangan bukanlah sebuah mimpi, dan menjadi lumbung pangan dunia juga bukan hal yang mustahil. Sangat keliru jika kita membiarkan kekuatan ini tidak dimanfaatkan,” tegasnya.
Strategi Peningkatan Produksi Pertanian
Strategi peningkatan produksi pertanian dilakukan melalui program intensifikasi dan ekstensifikasi secara bersamaan. Hasilnya dapat dilihat pada tahun lalu, di mana Indonesia berhasil mencapai swasembada pangan. Intensifikasi dilakukan dengan meningkatkan produktivitas lahan melalui penggunaan benih unggul, mekanisasi pertanian, pompanisasi, serta peningkatan indeks pertanaman. Sementara itu, ekstensifikasi dilakukan melalui program cetak sawah dan optimalisasi lahan rawa sebagai sumber produksi baru.
- Peningkatan produktivitas lahan dengan benih unggul
- Mekanisasi pertanian untuk efisiensi
- Pompanisasi untuk irigasi yang lebih baik
- Peningkatan indeks pertanaman
- Optimalisasi lahan rawa
“Kemandirian dan swasembada pangan harus menjadi prioritas mutlak. Kita tidak hanya fokus pada peningkatan produktivitas lahan yang sudah ada, tetapi juga perlu membuka lahan baru melalui program cetak sawah dan optimalisasi lahan rawa. Semua potensi harus kita maksimalkan agar produksi pangan meningkat secara signifikan,” ungkapnya.
Transformasi Pertanian Menuju Masa Depan yang Berkelanjutan
Amran menjelaskan bahwa langkah utama dalam mencapai swasembada pangan berkelanjutan terletak pada deregulasi dan transformasi pertanian dari cara-cara tradisional menuju pendekatan yang lebih modern. Kedua langkah ini menjadi kunci untuk memastikan keberlangsungan produksi pertanian nasional di tengah tantangan global yang ada.
“Ada dua langkah strategis yang kami ambil untuk mencapai swasembada berkelanjutan. Dalam menghadapi permasalahan geopolitik, kami akan terus memperbaiki regulasi dan melakukan deregulasi serta mengembangkan pertanian dari cara-cara tradisional ke pendekatan yang lebih modern,” tegasnya.
Reformasi Pertanian sebagai Landasan Keberhasilan
Keberhasilan dalam mencapai swasembada pangan yang sudah diraih bukanlah hasil yang didapat secara kebetulan. Pemerintah telah melakukan reformasi besar-besaran di sektor pertanian dengan menerbitkan 13 Peraturan Presiden yang berkaitan dengan pertanian—jumlah terbanyak dalam sejarah—serta mencabut sekitar 500 regulasi internal yang dinilai menghambat kemajuan program pertanian nasional. Deregulasi ini bertujuan untuk memangkas rantai birokrasi, mempercepat distribusi sarana produksi, dan menurunkan biaya produksi bagi petani.
“Jika regulasi terlalu banyak, program tidak akan berjalan dengan efektif. Oleh karena itu, kami memangkas regulasi yang menghambat agar produksi bisa meningkat lebih cepat,” jelas Amran.
Dengan langkah-langkah yang terstruktur dan komprehensif ini, Indonesia berupaya untuk tidak hanya mencapai kemandirian pangan, tetapi juga berkontribusi sebagai salah satu lumbung pangan dunia di masa depan. Inisiatif ini tidak hanya akan meningkatkan ketahanan pangan nasional, tetapi juga akan memberikan dampak positif pada perekonomian dan kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan.
➡️ Baca Juga: Kolong Jembatan Disulap Jadi Akses Penyeberangan Saat Arus Mudik – Video
➡️ Baca Juga: Teaser Avengers: Doomsday Memperkenalkan Musuh Legendaris yang Bikin Fans Antusias



