113.630 Penumpang LRT Sumsel Terlayani pada Hari Pertama Lebaran 2026

Hari Raya Idul Fitri merupakan momen penting bagi masyarakat, di mana tradisi berkumpul bersama keluarga dan melakukan perjalanan menjadi hal yang sangat dinanti. Pada tahun 2026, moda transportasi publik LRT Sumatera Selatan (Sumsel) mencatatkan prestasi yang menggembirakan dengan melayani 113.630 penumpang pada hari pertama Lebaran. Capaian ini menandakan peningkatan kepercayaan masyarakat terhadap LRT sebagai pilihan transportasi yang nyaman dan efisien.
Keberhasilan LRT Sumsel di Hari Pertama Lebaran
Selama periode libur Lebaran 1447 Hijriah, yang berlangsung dari tanggal 13 hingga 30 Maret 2026, LRT Sumsel berhasil menarik perhatian banyak pengguna. Manajer Humas Divisi Regional III Palembang PT Kereta Api Indonesia (Persero), Aida Suryanti, mengungkapkan bahwa rata-rata penumpang per hari selama masa Posko Angkutan Lebaran mencapai 11.363 orang. Angka ini menunjukkan bahwa LRT semakin menjadi pilihan utama bagi masyarakat selama momen liburan ini.
Peningkatan Mobilitas dan Aktivitas Wisata
Kenaikan jumlah penumpang ini dipengaruhi oleh meningkatnya mobilitas masyarakat, khususnya dalam menjelajahi berbagai lokasi wisata di dalam kota. LRT tidak hanya berfungsi sebagai sarana transportasi, tetapi juga menjadi aksesibilitas untuk menikmati berbagai atraksi yang ditawarkan Palembang.
Salah satu daya tarik baru yang berhasil menarik perhatian pengunjung adalah Tugu Cempako Telok, sebuah ikon yang baru diresmikan pada 15 Maret 2026. Berlokasi di kawasan Bundaran Air Mancur, tugu ini mengusung keindahan budaya Melayu Palembang dengan ornamen religius dan dominasi warna emas yang mencolok.
Tanggapan Masyarakat Terhadap Layanan LRT
Reaksi positif dari masyarakat terhadap LRT Sumsel terlihat dari banyaknya pengguna yang memanfaatkan momen libur Lebaran untuk berkunjung dan berfoto bersama keluarga di lokasi-lokasi menarik, termasuk Tugu Cempako Telok. Hal ini turut berkontribusi pada peningkatan jumlah penumpang selama periode tersebut.
Statistik menunjukkan bahwa Stasiun Ampera menjadi stasiun dengan jumlah pengguna tertinggi, mencapai 25.475 penumpang. Diikuti oleh Stasiun Asrama Haji dengan 22.614 penumpang, Stasiun DJKA dengan 15.119 penumpang, dan Stasiun Bumi Sriwijaya yang mencatat 11.741 penumpang. Data ini menunjukkan bahwa LRT menjadi pilihan utama masyarakat dalam beraktivitas, baik untuk keperluan sehari-hari maupun selama liburan.
Pertumbuhan Pengguna Musiman dan Rutin
Peningkatan volume penumpang tidak hanya berasal dari pengguna rutin, tetapi juga dari penumpang musiman yang memanfaatkan LRT sebagai sarana transportasi selama Lebaran. Hal ini menjadi indikasi bahwa masyarakat semakin memahami manfaat dari penggunaan transportasi umum yang efisien dan ramah lingkungan.
- Masyarakat beralih ke LRT karena kemudahan akses.
- LRT menjadi alternatif transportasi yang lebih cepat dan aman.
- Program Gerakan Nasional Kembali ke Angkutan Umum (GNKAU) mendukung penggunaan transportasi massal.
- LRT memberikan kenyamanan dan keandalan bagi pengguna.
- Kesadaran lingkungan semakin meningkat di kalangan masyarakat.
Kualitas Layanan LRT yang Terus Ditingkatkan
PT Kereta Api Indonesia (Persero) bersama dengan Balai Pengelola Kereta Api Ringan Sumatera Selatan (BPKARSS) berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas layanan bagi seluruh pengguna jasa. Aida Suryanti menekankan bahwa pihaknya berupaya untuk menghadirkan layanan yang tidak hanya aman dan nyaman, tetapi juga andal.
Momentum Angkutan Lebaran ini merupakan kesempatan bagi masyarakat untuk menikmati perjalanan bersama keluarga sambil mengeksplorasi keindahan Kota Palembang dengan menggunakan LRT. Dengan pelayanan yang baik, diharapkan masyarakat semakin banyak yang beralih ke transportasi umum sebagai pilihan utama.
Memanfaatkan LRT untuk Kegiatan Keluarga
Selain sebagai moda transportasi, LRT juga memberikan peluang bagi keluarga untuk berkumpul dan menikmati waktu bersama. Dengan keberadaan berbagai tempat wisata yang mudah diakses melalui LRT, keluarga dapat merencanakan perjalanan yang menyenangkan tanpa harus khawatir dengan kemacetan lalu lintas.
Kesadaran masyarakat akan pentingnya menggunakan transportasi umum dalam mendukung program pemerintah untuk mengurangi kemacetan dan polusi udara semakin meningkat. Hal ini terlihat dari meningkatnya jumlah pengguna LRT selama libur Lebaran yang menunjukkan bahwa masyarakat mulai beralih ke pilihan yang lebih efisien dan ramah lingkungan.
Kesimpulan
Dengan pencapaian 113.630 penumpang pada hari pertama Lebaran 2026, LRT Sumsel menunjukkan bahwa moda transportasi ini semakin diterima oleh masyarakat sebagai pilihan utama. Keberhasilan ini mencerminkan upaya bersama antara PT Kereta Api Indonesia, BPKARSS, dan pemerintah dalam menciptakan layanan transportasi yang berkualitas dan menarik perhatian masyarakat. Diharapkan, ke depan, LRT dapat terus berkontribusi dalam meningkatkan mobilitas masyarakat dan menjadi bagian penting dalam sistem transportasi di Palembang.
➡️ Baca Juga: Facebook Marketplace Luncurkan Fitur AI untuk Menjawab Pertanyaan Pembeli Secara Otomatis
➡️ Baca Juga: Membongkar 6 Kebiasaan Keluarga yang Bisa Membuat Anda Sulit Percaya Pasangan: Bukan Sekedar Kebetulan


